Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Dicap Sad Boy, Mahen Mengaku Kisah Cintanya Tak Sesedih Lagu-Lagunya

Musik
Dicap Sad Boy, Mahen Mengaku Kisah Cintanya Tak Sesedih Lagu-Lagunya 1
foto: Petrus Mahendra (liputan6)


itoday - Nama Mahen kini sedang menjadi sorotan para pecinta musik di Tanah Air. Penyanyi muda satu ini menjadi viral lantaran video salah satu lagunya, "Pura-Pura Lupa", sudah ditonton hingga lebih dari 100 juta views di situs berbagi video.

Mengandalkan lagu-lagu bertema kisah cinta galau dengan suaranya yang lembut, Mahen pun langsung dicap sebagai seorang sad boy. Banyak pula yang meyakini lirik lagu-lagunya berasal dari kisah pribadinya.

Rupanya, pemilik nama Petrus Mahendra itu mengaku bahwa kisah dalam lirik lagu-lagunya jauh berbeda dari kehidupan pribadinya. Mahen juga mengaku kisah cintanya saat ini selalu diliputi oleh kebahagiaan.

Tak Masalah Dicap Sadboy

Biarpun begitu, Mahen tak keberatan memiliki cap seorang sad boy. Ia menganggap bahwa itu merupakan salah satu wujud rasa cinta para penggemar terhadap dirinya.

"Enggak sih (keberatan). Ketika mereka sudah melabeli aku seorang sad boy, menurutku mereka punya panggilan kesayangan. Oke, berarti enggak apa-apa. Jadinya seperti menunggu lagu barunya sesedih apalagi," ujar Mahen saat live Instagram bersama Liputan6.com kepada host Telni Rusmitantri, Kamis (2/9/2021).

Tak Seperti Lagu-Lagunya

Mahen lantas menegaskan bahwa kisah cintanya tak sesedih lirik lagu-lagu yang diciptakannya. Ia menyampaikan bahwa lirik yang ditulisnya sengaja dibuat sedemikian rupa hingga terkesan sedih.

"Aslinya, konteks percintaanku tidak seburuk yang kalian bayangkan sebenarnya. Itu cuma karena ada sedikit bumbu dalam membuat lagu yang aku kemas, terang Mahen.

"Sepertinya cocok diksi seperti ini untuk disuguhkan ke teman-teman yang mungkin merasa relate dengan kata-kata ini," lanjutnya.

Inspirasi Lagu

Perihal inspirasi lagu, Mahen menjelaskan bahwa ia menyerapnya dari perbincangan dengan orang-orang sekitar. Dalam hal penulisan, Mahen membuat lagu-lagunya berbekal dari materi pelajaran Bahasa Indonesia semasa sekolah.

"Aku pribadi suka ngobrol sama lingkungan sekitarku, menanyakan soal keresahan mereka itu apa," jelas Mahen.

"Aku juga flashback jadi ingat pelajaran Bahasa Indonesia, ada seperti a-b-a-b, seperti pantun. Jadi aku bikin lirik yang rimanya enak buat dinyanyiin. Dan pemilihan kata-katanya yang milenial banget," sambungnya.

Menghargai Kekasih

Soal kaitan lagu-lagunya dengan kisah asmaranya, Mahen tak memungkiri ada sedikit insprasi di dalamnya. Namun, ia lebih berfokus pada pesan untuk lebih menghargai kekasih.

"Percintaanku tak seburuk yang kalian bayangkan dengan lagu-lagu aku. Tetap senang juga. Makanya, aku nyiptain lagu 'LDR (Luka Dalam Rindu)' karena sekarang masa pandemi, PPKM. Ketika kita bertemu, kita menghargai waktu ketika kita berjauhan," ujar Mahen.

"Lagu LDR pun diciptakan mengambil sudut pandang berbeda, bukan soal berantem karena jarak. Tapi ketika bertemu, menghargai banget, karena jarak. Jadi enggak usah berantem saat bertemu," ia memungkasi.

Mahen kini telah merilis album perdananya yang diberi judul Sebuah Cerita. Selain "Pura-Pura Lupa" dan "LDR", album berisi 10 lagu ini juga memiliki lagu bertema sedih lain yang sudah pernah dirilis seperti "Putus Saja" dan "Cinta Selesai".

sumber: liputan6.com
 Musik Dicap Sad Boy, Mahen Mengaku Kisah Cintanya Tak Sesedih Lagu-Lagunya

Terpopuler