Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Warpopski Kekenyangan Makan Nasi Siram Sei dan Nasi Kare ala Jepang
29 September 2021
Warpopski: Kekenyangan Makan Nasi Siram Se'i dan Nasi Kare ala Jepang
foto: Menu Warteg Kekinian (detik)


itoday - Para pemuja nasi harus mampir ke warung ini. Bernama Warpopski dan punya slogan 'Nasi Adalah Pondasi'. Nasi plus lauk-pauk berempah ada di sini.

Sejauh apapun, masakan rumahan pasti yang selalu dicari. Masakan rumahan yang sedap dan kaya rempah itu bisa mengingatkan kita dengan masakan buatan ibu di rumah.

Terlebih bagi orang-orang yang merantau jauh dari kampung halaman ke kota Jakarta. Nah, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan ada sebuah warung makan yang menawarkan masakan rumahan.

Warung makan tersebut bernama Warpopski yang dikenal sebagai warteg kekinian. Apa sebenarnya bedanya dengan warung Tegal yang populer dengan puluhan lauknya?

1. Berkonsep Warteg Kekinian

Warpopski sudah membuka gerainya pada tahun 2018 lalu. Warung makan tersebut didirikan oleh para pemuda bernama Ryan, Popo dan teman-temannya. Mereka berprofesi sebagai seniman mural.

Warpopski sendiri memang dikenal banyak orang dengan sebutan warteg kekinian. Itu karena warung makannya ditata dengan interior bergaya nyentrik. Areanya dihiasi dengan tanaman hijau.

Sementara area makan ada di dalam ruangan. Uniknya area ini dihiasi dengan spanduk atau banner warung pecel lele. Lengkap dengan warna hijau neon dan terdapat gambar lele, ayam, udang dan bebek yang khas.

Yang unik adalah, kalimat yang tertulis di spanduk tersebut yakni, "Hirosima hancur karena bom. Warung hancur karena bon". Untuk memesan makanan langsung di jendela kasir dan langsung melakukan pembayaran.

2. Slogan 'Nasi adalah Pondasi'

Warpopski menghadirkan beragam menu nasi yang unik dan kaya rempah. Jadi berupa 'one dish meal' nasi putih berikut lauk-pauk. Karena nasi merupakan menu andalan makanya warung makan ini memiliki slogan "Nasi adalah pondasi".

Slogan tersebut mewakili sebagian besar orang yang pemuja nasi. Menariknya, satu porsi menu nasi di sini memiliki porsi yang sangat banyak. Bahkan ada porsi 'portugal' atau Porsi Tukang Gali dan juga bisa tambah nasi lagi gratis.

3. Bumbu Rempah Berlimpah

Kunci dari kelezatan menu-menu yang ditawarkan oleh Warpopski adalah rempah. Beberapa rempah utama yang digunakan adalah bubuk biji pala, adas manis, kapulaga dan bunga lawang atau pekak.

Tak ketinggalan juga ada bawang merah dan bawang putih bacem. Bawang putih bacem merupakan bawang putih yang direndam bersama kemiri dan minyak kelapa selama seminggu.

Semua menu di Warpopski diracik sendiri oleh Ryan dan Popo. Mulai dari Nasi Siram Se'i, Nasi Siram Telur Asin, Nasi Kare, Nasi Goreng dan masih banyak lagi.

4. Sedapnya Nasi Siram Se'i hingga Nasi Siram Telur Asin

Salah satu menu yang menjadi andalan di Warpopski adalah Nasi Siram Se'i (Rp 50.000). Selain porsi nasinya yang banyak, ukuran potongan daging juga besar-besar.

Aroma gurih smoky daging sei sangat terasa kuat, apalagi ditambah taburan bawang goreng yang wangi. Menu ini seperti cara lain makan se'i sapi, karena dilengkapi kuah sehingga tidak kering.

Dagingnya empuk dengan bumbu meresap. Porsinya lengkap ditambah dengan telur mata sapi yang lumer. Untuk telurnya Warpopski menggunakan telur omega.

Tak kalah menarik menu Nasi Siram Cumi Telur Asin (Rp 55.000). Menu nasi ini terdiri dari irisan cumi-cumi yang lumayan banyak dengan kuah kental. Rasa telur asinnya begitu pekat, bahkan ada beberapa potong kuning telur asin.

Tergoda dengan olahan lidahnya, kami mencicipi Nasi Kare Lidah Sapi (Rp 50.000). Tampilannya sangat mirip dengan curry rice ala Jepang. Kuah karinya kental berwarna kecokelatan. Aroma bumbu karinya tercium tajam. Ditambah taburan bawang goreng yang melimpah.

Diantara kuah kari yang pekat ada potongan lidah sapi yang lembut empuk. Diaduk dengan nasi putih yang banyak dan pulen, rasanya memang seperti nasi kari Jepang. Mantap!

5. Sambal Bawang Ebi yang Khas dan Ada 'Miras'

Semua menu di sana diracik tanpa menggunakan cabe. Namun, bagi pecinta pedas bisa menambahkan sambal khas yang tersedia di Warpopski. Sambal tersebut adalah sambal bawang ebi yang memiliki perpaduan rasa gurih dan pedas.

Kenyang menyantap nasi yang berbumbu rempah, kamu bisa membilas mulut dengan 'Miras' (Rp 25.000). Minuman ini merupakan Minuman Peras yang terbuat dari 50% air lemon dan 50% air gula. Rasanya kecut, manis dan menyegarkan. Pencinta dan pemuja nasi wajib mampir ke sini. Dijamin kekenyangan!

Warpopski
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6A
Tebet, Jakarta Selatan
Jam buka: 11.00 - 19.00

sumber: detik.com
Promosi Rempah Indonesia Lewat Spice Up the World di Google Arts  Culture
28 September 2021
Promosi Rempah Indonesia Lewat 'Spice Up the World' di Google Arts & Culture
foto: ilustrasi (istock)


itoday - Pemerintah mempromosikan kekayaan rempah lokal melalui 'Spice Up the World'. Informasi ini bisa diakses kapan saja di seluruh dunia di laman Google.

Indonesia terkenal di dunia sebagai penghasil beragam rempah. Keragaman rempah-rempah itu yang membuat Indonesia memiliki keberagaman kuliner di setiap daerahnya.

Bahkan kuliner Indonesia tersebut dijadikan sebagai alat diplomasi atau disebut juga gastronomi diplomasi. Melalui rempah dalam masakan Indonesia, orang-orang asing bisa mengenal dekat budaya Indonesia.

Untuk hal tersebut, kini telah hadir halaman 'Spice Up the World' yang bisa diakses di platform Google Arts & Culture. Program ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Indonesia Gastronomy Network.

Dalam peluncuran halaman 'Spice Up the World' di kanal YouTube Kemenparekraf (23/09/21), Vida Datau selaku pendiri Indonesia Gastronomy Network menjelaskan tentang apa saja yang bisa dilihat dari 'Spice Up the World'.

"Halaman ini akan menampilkan tradisi, perdagangan, sejarah, keberagamaan rempah dari pilihan daerah, potret petani, pasar tradisional dan ilustrasi budaya jajanan kaki lima," ujar Vita Datau.

"Alam, sejarah, dan budaya semuanya membentuk budaya kuliner Indonesia. Keragaman geografis dan budaya yang sangat besar di Nusantara berkontribusi pada masakan Indonesia yang kaya akan variasi dan rasa," sambungnya.

Lebih lanjut, Ryan Rahardjo selaku Kepala Hubungan Publik Asia Tenggara di Google mengatakan bahwa program ini merupakan upaya untuk membantu sektor pariwisata Indonesia pulih dari pandemi COVID-19.

Dengan adanya halaman 'Spice Up the World' bisa industri kuliner Indonesia bisa berpeluang untuk berkembang ke seluruh dunia. Pakar kuliner William Wongso menyebutkan program ini adalah gerakan untuk mempromosikan kekayaan rempah dan kuliner ke dunia.

Hadirnya program ini juga didukung oleh banyak mitra lainnya, seperti Acaraki, Tempe Movement, Flavours of Indonesia by William Wongso dan lainnya.

Sementara itu, Managing Director Google Indonesia Randy Yusuf mengatakan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan Kemenparekraf untuk mempersiapkan bisnis pariwisata.

Selain itu menyesuaikan dengan kebiasaan baru masa pandemi, semakin banyak informasi rempah tersedia. Jadi, nantinya budaya kuliner Indonesia ditampilkan di halaman 'Spice Up the World'.


"Industri kuliner merupakan salah satu kebangkitan industri kreatif Indonesia. Saya optimis, daya saing kuliner Indonesia baik di lokal maupun di pasar dunia akan terus didukung dengan inovasi dan teknologi digital yang canggih," ujar Menteri Parekraf Sandiaga Uno.

Halaman 'Spice Up the World' ini bisa diakses oleh siapa saja baik di Indonesia maupun di seluruh dunia secara gratis. Program ini diharapkan menjadi wadah untuk memberikan inspirasi.

sumber: detik.com
5 Ayam Goreng Tradisional Paling Mahal di Jakarta Bikin Dompet Kering
21 September 2021
5 Ayam Goreng Tradisional Paling Mahal di Jakarta, Bikin Dompet Kering
foto: ilustrasi (detik)


itoday - Selain restoran Padang yang bikin kantong jebol. Ada tempat makan ayam goreng tradisional, yang harganya selangit dan bikin dompet kering. Meskipun jaminan rasa pasti enak.

Mudah ditemukan di mana-mana, popularitas ayam goreng di Indonesia memang tak perlu diragukan lagi. Hampir semua tempat makan, kafe, restoran hingga penjual kaki lima menjual menu ayam goreng atau olahan ayam lainnya.

Harganya juga terjangkau, kisaran Rp 15.000 saja per potong. Atau sekitar Rp 55.000 per ekor. Tapi banyak juga restoran ayam goreng terkenal yang disebut paling mahal di Jakarta. Karena kisaran harga ayam goreng di sini bisa mencapai Rp 150.000 per ekornya.

Berikut lima tempat makan ayam goreng termahal di Jakarta yang bikin dompet kering.

1. Ayam Goreng Ny. Suharti

Berdiri sejak tahun 1972, tempat makan ayam goreng legendaris ini pertama kali buka di Yogyakarta kemudian populer di Jakarta. Di sini terkenal menyajikan ayam goreng gaya Jawa, yang lengkap dengan kremesan dan sambal ulek yang khas.

Di sini spesialis menggunakan ayam kampung, wajar saja harganya terbilang lebih mahal dibandingkan ayam goreng lainnya. Untuk satu ekor ayam goreng utuh lengkap dengan kremesan dan sambal, harganya sekitar Rp 138.000 belum termasuk dengan nasi putih.

Kalau mau beli satuan di sini tidak bisa, hanya tersedia menu ayam goreng setengah ekor yaitu Rp 70.000. Selain menu di atas, menu pelengkap lainnya juga terbilang mahal. Seperti cah kangkung seharga Rp 38.000, kremesan ayam seharga Rp 58.000 hingga tambahan lalapan dan sambel saja harus tambah Rp 21.000.

2. Ayam Goreng Mbok Berek Ny. Umi

Sama eksis dan populernya seperti ayam goreng buatan Ny. Suharti. Ada Ayam Goreng Mbok Berek Ny. Umi yang eksis sejak tahun 1970an. Bermula dari warug makan sederhana di Yogyakarta, Ny. Umi berhasil mengembangkan bisnisnya dan merambah ke Jakarta.

Menu yang ditawarkan juga tidak neko-neko. Yaitu ayam goreng kampung dengan kremesan dan sambal terasi. Selogannya juga tetap sama yaitu 'ayam desa masuk kota'. Kini harga satu ekor ayam goreng khas Mbok Berek sekitar Rp 115.000.

Tersedia juga menu ayam setengah ekor seharga Rp 61.500, dan ayam potongan seharga Rp 32.5000. Untuk menu tambahannya ada sambal goreng krecek seharga Rp 32.500, kemudian pepes ikan mas seharga Rp 65.000. Tak ketinggalan ati ampela seharga Rp 50.000.

3. Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk

Disebut bukan ayam goreng biasa, restoran spesialis makanan Indonesia dan ayam goreng ini berdiri pada tahun 2000. Pertama kali dibuka di Bali, Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk sukses membuka cabang di Jakarta hingga Pekanbaru dalam waktu singkat.

Menu yang disajikan spesialis ayam goreng tulang lunak, yang teksturnya empuk dan tulangnya bisa dimakan karena sudah dipresto. Kisaran harga ayam goreng di sini cukup mahal, untuk satu ekor ayam goreng presto dihargai Rp 135.000. Bisa dipilih tambahan sambalnya seperti cabe merah, madu wijen, petasan hingga cabe hijau.

Kalau mau beli per porsi siapkan uang Rp 33.550 untuk per potong ayamnya, belum termasuk nasi. Di sini juga menyediakan paket ayam goreng lengkap seharga Rp 62.150. Isinya ada ayam goreng presto, nasi putih, tahu tempe, sambal presto, kerupuk dan air putih.

4. Pondok Suryo Begor

Meski nama restorannya spesialis bebek goreng khas Jawa Timur. Tapi menu ayam goreng dengan bumbu khas Jawa Timur ala Pondok Suryo juga terkenal kelezatannya. Di sini masuk ke dalam jajaran tempat makan ayam goreng tradisional termahal di Jakarta.

Untuk satu ekor ayam goreng atau atau ayam goreng penyet, harganya dibanderol Rp 150.000. Harga ini belum termasuk tambahan nasi atau makanan lainnya. Untuk harga per potongnya sekitar Rp 30.000 saja. Harga makanan pelengkapnya juga terbilang tinggi, seperti oseng toge contohnya, di sini harganya Rp 35.000.

Kemudian ada juga menu populer lainnya seperti tahu campur di harga Rp 41.000. Atau tambahan tahu dan tempe penyet yang harganya Rp 21.000 per porsi. Jangan kaget, saat lihat sate ampela di sini harganya sekitar Rp 10.000.

5. Kaum

Fokus menyajikan aneka hidangan tradisional, dengan berbagai bahan makanan yang dibawa dari kota dan daerah di Indonesia yang berbeda. Restoran KAUM di Menteng, sukses memberikan sentuhan fine dining pada menu makanan 'ndeso' yang naik kelas.

Salah satu menu favorit di KAUM ada Ayam Kampung Berantakan. Satu ekornya harganya Rp 195.000. Menggunakan ayam kampung pilihan, yang digoreng dengan serundeng kelapa, dibumbui daun kari kemudian disajikan dengan jamur.

Menu ayam goreng kampung ini tetap autentik karena disajikan dengan sambal terasinya yang pedas. Kalau mau pesan satu tahu dan tempe goreng di sini harganya Rp 35.000. Siapkan juga dana sekitar Rp 35.000 untuk pesan kerupuk, hingga nasi putih dari Sintang seharga Rp 25.000 per porsi.

sumber: detik.com
Angkringan Lik Man Angkringan Tertua di Jogja yang Pernah Jadi Korban Kisruh PKI
18 September 2021
Angkringan Lik Man, Angkringan Tertua di Jogja yang Pernah Jadi 'Korban' Kisruh PKI
foto: ilustrasi (detik)


itoday - Tak banyak usaha yang bisa bertahan dan beradaptasi seiring perubahan zaman. Jika ada, pasti hanya bisa dihitung dengan jari. Salah satunya adalah Angkringan Lik Man yang merupakan angkringan tertua di Jogja.

Di Yogyakarta ada angkringan tertua yang sudah berusia lebih dari enam dekade. Bahkan, saat roda ekonomi dan kehidupan sempat mengalami kekisruhan tahun 1965, usaha tersebut tetap bisa bertahan.

"Jadi saya generasi ketiga. Pertama yang jualan ya simbah atau bapaknya Lik Man. Yang saya ingat jualan sebelum tahun 1965. Karena saat ada kisruh PKI simbah sempat berhenti," kata Juwandi, generasi ketiga Angkringan Lik Man, ditemui di Selasar Malioboro, Stasiun Tugu, tempat relokasi Angkringan Lik Man dari utara Stasiun Tugu, Rabu (15/9/2021).

Juwandi mengungkapkan, perjalanan usaha keluarga tersebut memang panjang. Simbahnya berhenti selama sekitar tiga tahun saat ada pemberontakan PKI.

"Tahun 1968 itu simbah sudah jualan ngajak bapak saya ya Lik Man itu ke dalam stasiun sampai 1972," jelas dia.

Kemudian, lanjut Juwandi, tahun 1972 angkringan ini bertahan di samping Pos Polisi Teteg Tugu. Berada di sini selama dua tahun, untuk kemudian kembali ke Jalan Wongsodirjan utara Stasiun Tugu sampai 2021 lalu.

"Pas pindah ke Jalan Wongsodirjan sekitar tahun 1974, itu baru dikasih arang yang bunyinya joss," katanya.

Juwandi mengungkapkan, angkringan keluarga tersebut mengalami pasang surut. Tapi, simbah dan bapaknya selalu konsisten untuk berjualan.

"Walah mas, yang penting hasilnya cukup buat kebutuhan sehari-hari. Tahun 2008, saya menggantikan bapak. Bapak total istirahat jualan. Kasihan sudah sepuh masih melek (begadang) sampai malam," kata Juwandi.

Ia mengaku, pesan dari orangtuanya tersebut yang menjadi pegangan dirinya bersama dengan adik dan keponakan meneruskan usaha yang di Solo dan Klaten disebut Nasi Hiks tersebut.

"Alhamdulillah bapak masih sehat, sekarang ngurus sawah di rumah (Klaten). Yang penting konsisten jualan," imbuhnya.

Sempat mengalami kendala saat PPKM Level 4, tempatnya berjualan yang saat ini berada di Kawasan Stasiun Tugu, harus tutup. Tapi, Juwandi tetap yakin dengan berbagai kendala, tetap bisa memiliki pendapatan.

"Memang sempat turun (dari relokasi di utara Stasiun Tugu ke Selasa Malioboro). Tapi tetap ada pendapatan," jelasnya.

Kini, dengan trademark kopi joss, yaitu kopi menggunakan arang, Angkringan Lik Man menjadi salah satu destinasi wisata. Bahkan, beberapa wisatawan dari luar daerah yang pernah kuliah di Yogyakarta, kerap meluangkan waktu sekadar mengobati rasa kangen ngopi joss.

"Kebetulan ini sekalian pulang kampung. Sekalian reuni, cuma lokasinya saja berubah, suasana juga berubah," kata Rahmat Arofan salah seorang alumni UGM yang kini bekerja di luar DIY saat mampir ke Angkringan Lik Man.

sumber: detik.com
Nasi Kucing Sudah Dikenal Tahun 1950 dan Jadi Menu Ikonik Angkringan
14 September 2021
Nasi Kucing Sudah Dikenal Tahun 1950 dan Jadi Menu Ikonik Angkringan
foto: ilustrasi (detik)


itoday - Nasi kucing identik dengan angkringan. Menu yang selalu ada di angkringan ini nasinya hanya 3 sendok makan plus secuil bandeng dan sejumput sambal.

Angkringan khas Yogyakata selalu menyajikan nasi kucing atau sego kucing. Karena nasi bungkus mungil ini selalu diburu pelanggan angkringan. Sebenarnya, apa sih nasi kucing itu?

Walaupun terdapat unsur 'kucing' pada namanya, namun menu nasi ini diperuntukkan untuk manusia. Menu ini disebut sebagai nasi kucing karena porsinya yang kecil. Nasi kucing juga biasa ditawarkan dengan harga murah, mulai dari Rp 2.000 per bungkusnya.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut hal menarik dari nasi kucing khas angkringan.

1. Sejarah Nasi Kucing

Menurut sejarah, angkringan sudah ada sejak tahun 1950, yang pada masa itu dibawa oleh Mbah Pairo dari Klaten ke Yogyakarta. Saat itu Mbah Pairo berjualan di emplasemen Stasiun Tuju Jogja, seperti dikutip dari Good News From Indonesia (29/7).

Berawal dari angkringan yang dibawa Mbah Pairo itulah nasi kucing mulai dikenal. Mbah Pairo juga menawarkan menu nasi kucing itu pada angkringannya. Pada akhirnya nasi kucing menjadi menu khas yang dihadirkan oleh angkringan hingga saat ini.

2. Asal-usul Nama Nasi Kucing

Zaman dahulu nasi kucing seringkali dikaitkan dengan makanan orang miskin. Karena porsinya yang kecil dan harganya sangatlah murah. Walaupun sudah ditawarkan oleh Mbah Pairo di angkringan sejak tahun 1950, namun istilah nasi kucing sendiri baru muncul pada tahun 1980-an.

Disebutkan oleh Heri Priyatmoko seorang sejarawan Solo bahwa saat itu, "manusia penjaja sudah menerima makanan seperti kucing dengan bandeng sedikit, cukup secuil dan sambel". Manusia pembeli sudah merasa nikmat dan cukup dengan menyantap hidangan khas ala kucing", seperti dikutip dari GNFI (29/7).

3. Lauk Nasi Kucing

Nasi kucing dibungkus dengan ukuran kecil. Ada yang menggunakan lembaran daun pisang atau kertas nasi yang dilapisi dengan lembaran koran. Nasi kemudian disajikan di atasnya, setelah itu diberikan tatakan kecil lembaran daun pisang untuk menaruh lauknya.
Zaman dulu, nasi kucing hanya berupa 3 sendok makan nasi putih dengan lauk secuil kecil ikan bandeng dan sejumput sambal. Kini lauknya lebih bervariasi. Ada yang menggunakan ikan teri dan sambal, tempe orek, ayam suwir, hingga sambal goreng hati.

4. Harganya Murah Meriah

Nasi kucing dengan harga yang murah meriah sudah ditawarkan sejak zaman dulu. Menu ini juga sempat menjadi primadona mahasiswa di era reformasi. Karena pada masa itu harga bahan pokok mengalami kenaikan, dan makanan yang paling ekonomis adalah nasi kucing.

Harga nasi kucing dulunya dibanderol harga Rp 1.000-an. Namun, kini sudah mengalami kenaikan, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 2.000-an saja. Terkadang harga yang ditawarkan tergantung lauk pelengkapnya.

Karena porsinya yang kecil, nasi kucing memang paling nikmat disantap bersama makanan khas angkringan lain. Seperti baceman, gorengan, atau aneka sate. Tiap pembeli rata-rata menghabiskan 3 nasi kucing, belum ditambah lauk lainnya.

sumber: detik.com
Cuma Ada Hari Minggu Ini Sate Jando Ibu Dewi yang Bikin Ketagihan
13 September 2021
Cuma Ada Hari Minggu, Ini Sate Jando Ibu Dewi yang Bikin Ketagihan
foto: ilustrasi (detik)


itoday - Sate Ibu Dewi di kawasan pasar Minggu, Jalan Cigagak, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung ini hanya buka hari minggu. Menu sate di sini kerap jadi buruan pengunjung yang hendak berolahraga pagi.

Kuliner satu ini kerap menjadi daya tarik sendiri bagi warga yahg beraktivitas pagi di kawasan tersebut. Hal itu terlihat dari antusiasme warga yang hendak membeli sate bernama Sate Ibu Dewi ini.

Selain dibungkus, pembeli juga bisa langsung menyantap sate ini di tempat karena penjual menyediakan tempat lesehan. Tersedia pilihan menu sate sapi, ayam dan domba. Selain itu, sate jando di tempat ini tidak kalah lezat lezatnya dibandingkan tempat lain.

detikFood langsung mencicipi Sate Ibu Dewi dengan memesan sate sapi dan sate jando. Harga per menu ini Rp 30 ribu dengan isian 10 tusuk. Harga ini sudah termasuk nasi atau lintang sehingga tergolong hemat.

Daging sate di sini terasa empuk dan bumbunya meresap. Supaya makin enak, bisa ditambahkan acar timun atau potongan cabai yang dipotong tipis dan ditabur ke bumbu sate.

Bagi yang ingin pilihan lebih beragam, pesanan sate di sini bisa dicampur (mix). Misalnya dalam satu porsi yang terdiri dari 10 tusuk bisa berisi dua, bahkan tiga jenis sate.

Selain itu, pembeli tidak akan merasa rugi merogoh kocek Rp 30 ribu untuk 10 tusuk sate. Pasalnya potongan dagingnya cukup besar dan mengenyangkan.

Bagi yang tertarik mencicipi, Sate Ibu Dewi hanya ada tiap hari Minggu saja. Hal tersebut membuat kangen para pengunjung sehingga memilih balik lagi ke tempat tersebut setiap minggunya.

Salah satu pengunjung Tia (27) mengatakan, Sate Ibu Dewi sangat layak dicicipi, apalagi bagi para pencinta kuliner sate. "Wajib dicoba," ujar Tia.

Sejak PPKM, Sate Ibu Dewi tidak berjualan, baru dua kali hari Minggu dirinya kembali berjualan. "Pas PPKM tutup, pas tahu buka datang lagi kesini, satenya bikin nagih," tambah Tia.

Selain itu, jika kalian ingin mencicipi sate yang satu ini jangan datang lebih dari pukul 10.00 WIB di Hari Minggu karena bisa kehabisan. "Worth it pokoknya," pungkasnya.

sumber: detik.com

Terpopuler