Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Nasi Kucing Sudah Dikenal Tahun 1950 dan Jadi Menu Ikonik Angkringan
14 September 2021
Nasi Kucing Sudah Dikenal Tahun 1950 dan Jadi Menu Ikonik Angkringan
foto: ilustrasi (detik)


itoday - Nasi kucing identik dengan angkringan. Menu yang selalu ada di angkringan ini nasinya hanya 3 sendok makan plus secuil bandeng dan sejumput sambal.

Angkringan khas Yogyakata selalu menyajikan nasi kucing atau sego kucing. Karena nasi bungkus mungil ini selalu diburu pelanggan angkringan. Sebenarnya, apa sih nasi kucing itu?

Walaupun terdapat unsur 'kucing' pada namanya, namun menu nasi ini diperuntukkan untuk manusia. Menu ini disebut sebagai nasi kucing karena porsinya yang kecil. Nasi kucing juga biasa ditawarkan dengan harga murah, mulai dari Rp 2.000 per bungkusnya.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut hal menarik dari nasi kucing khas angkringan.

1. Sejarah Nasi Kucing

Menurut sejarah, angkringan sudah ada sejak tahun 1950, yang pada masa itu dibawa oleh Mbah Pairo dari Klaten ke Yogyakarta. Saat itu Mbah Pairo berjualan di emplasemen Stasiun Tuju Jogja, seperti dikutip dari Good News From Indonesia (29/7).

Berawal dari angkringan yang dibawa Mbah Pairo itulah nasi kucing mulai dikenal. Mbah Pairo juga menawarkan menu nasi kucing itu pada angkringannya. Pada akhirnya nasi kucing menjadi menu khas yang dihadirkan oleh angkringan hingga saat ini.

2. Asal-usul Nama Nasi Kucing

Zaman dahulu nasi kucing seringkali dikaitkan dengan makanan orang miskin. Karena porsinya yang kecil dan harganya sangatlah murah. Walaupun sudah ditawarkan oleh Mbah Pairo di angkringan sejak tahun 1950, namun istilah nasi kucing sendiri baru muncul pada tahun 1980-an.

Disebutkan oleh Heri Priyatmoko seorang sejarawan Solo bahwa saat itu, "manusia penjaja sudah menerima makanan seperti kucing dengan bandeng sedikit, cukup secuil dan sambel". Manusia pembeli sudah merasa nikmat dan cukup dengan menyantap hidangan khas ala kucing", seperti dikutip dari GNFI (29/7).

3. Lauk Nasi Kucing

Nasi kucing dibungkus dengan ukuran kecil. Ada yang menggunakan lembaran daun pisang atau kertas nasi yang dilapisi dengan lembaran koran. Nasi kemudian disajikan di atasnya, setelah itu diberikan tatakan kecil lembaran daun pisang untuk menaruh lauknya.
Zaman dulu, nasi kucing hanya berupa 3 sendok makan nasi putih dengan lauk secuil kecil ikan bandeng dan sejumput sambal. Kini lauknya lebih bervariasi. Ada yang menggunakan ikan teri dan sambal, tempe orek, ayam suwir, hingga sambal goreng hati.

4. Harganya Murah Meriah

Nasi kucing dengan harga yang murah meriah sudah ditawarkan sejak zaman dulu. Menu ini juga sempat menjadi primadona mahasiswa di era reformasi. Karena pada masa itu harga bahan pokok mengalami kenaikan, dan makanan yang paling ekonomis adalah nasi kucing.

Harga nasi kucing dulunya dibanderol harga Rp 1.000-an. Namun, kini sudah mengalami kenaikan, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 2.000-an saja. Terkadang harga yang ditawarkan tergantung lauk pelengkapnya.

Karena porsinya yang kecil, nasi kucing memang paling nikmat disantap bersama makanan khas angkringan lain. Seperti baceman, gorengan, atau aneka sate. Tiap pembeli rata-rata menghabiskan 3 nasi kucing, belum ditambah lauk lainnya.

sumber: detik.com
Cuma Ada Hari Minggu Ini Sate Jando Ibu Dewi yang Bikin Ketagihan
13 September 2021
Cuma Ada Hari Minggu, Ini Sate Jando Ibu Dewi yang Bikin Ketagihan
foto: ilustrasi (detik)


itoday - Sate Ibu Dewi di kawasan pasar Minggu, Jalan Cigagak, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung ini hanya buka hari minggu. Menu sate di sini kerap jadi buruan pengunjung yang hendak berolahraga pagi.

Kuliner satu ini kerap menjadi daya tarik sendiri bagi warga yahg beraktivitas pagi di kawasan tersebut. Hal itu terlihat dari antusiasme warga yang hendak membeli sate bernama Sate Ibu Dewi ini.

Selain dibungkus, pembeli juga bisa langsung menyantap sate ini di tempat karena penjual menyediakan tempat lesehan. Tersedia pilihan menu sate sapi, ayam dan domba. Selain itu, sate jando di tempat ini tidak kalah lezat lezatnya dibandingkan tempat lain.

detikFood langsung mencicipi Sate Ibu Dewi dengan memesan sate sapi dan sate jando. Harga per menu ini Rp 30 ribu dengan isian 10 tusuk. Harga ini sudah termasuk nasi atau lintang sehingga tergolong hemat.

Daging sate di sini terasa empuk dan bumbunya meresap. Supaya makin enak, bisa ditambahkan acar timun atau potongan cabai yang dipotong tipis dan ditabur ke bumbu sate.

Bagi yang ingin pilihan lebih beragam, pesanan sate di sini bisa dicampur (mix). Misalnya dalam satu porsi yang terdiri dari 10 tusuk bisa berisi dua, bahkan tiga jenis sate.

Selain itu, pembeli tidak akan merasa rugi merogoh kocek Rp 30 ribu untuk 10 tusuk sate. Pasalnya potongan dagingnya cukup besar dan mengenyangkan.

Bagi yang tertarik mencicipi, Sate Ibu Dewi hanya ada tiap hari Minggu saja. Hal tersebut membuat kangen para pengunjung sehingga memilih balik lagi ke tempat tersebut setiap minggunya.

Salah satu pengunjung Tia (27) mengatakan, Sate Ibu Dewi sangat layak dicicipi, apalagi bagi para pencinta kuliner sate. "Wajib dicoba," ujar Tia.

Sejak PPKM, Sate Ibu Dewi tidak berjualan, baru dua kali hari Minggu dirinya kembali berjualan. "Pas PPKM tutup, pas tahu buka datang lagi kesini, satenya bikin nagih," tambah Tia.

Selain itu, jika kalian ingin mencicipi sate yang satu ini jangan datang lebih dari pukul 10.00 WIB di Hari Minggu karena bisa kehabisan. "Worth it pokoknya," pungkasnya.

sumber: detik.com
Lebih Puas dan Nikmat McDonalds Indonesia Hadirkan Big Mac Beef Rasher
11 September 2021
Lebih Puas dan Nikmat, McDonalds Indonesia Hadirkan Big Mac Beef Rasher
foto: Big Mac Beef Rasher (mcdindonesia)


itoday - Bagi Anda penyuka hamburger, kini ada menu baru yang ditawarkan restoran cepat saji McDonald’s Indonesia, yaitu Big Mac Beef Rasher.

Anda pasti tahu menu Big Mac yang legendaris, kan? Nah, Big Mac Beef Rasher ini adalah varian Big Mac yang diberi tambahan spesial, yaitu beef rasher atau daging asap di antara dua lapis daging sapi khas Big Mac.

Menu Big Mac sendiri merupakan menu klasik sekaligus andalan bagi McDonald's di seluruh dunia. Hadir sejak tahun 1968, Bic Mac memiliki tujuh bahan di dalamnya.

“Sebagai salah satu ikon McD, Big Mac menghadirkan tujuh bahan. Yang pasti sama semua di seluruh negara,” ungkap Sutji Lantyka, selaku Associate Director of Communications McDonald’s Indonesia dalam acara Virtual Media Food Tasting McD, Jumat (10/9/2021).

Big Mac terdiri dari dua lapis daging sapi, saus spesial, selada, keju, acar timun, bawang, dan roti wijen.

Lalu, apa bedanya dengan Big Mac Beef Rasher? Menurut Sutji, Bic Mac Beef Rasher memiliki tambahan berupa potongan daging smoke beef rasher.

“Jadi ada potongan beef rasher yang ditambahkan ke dalam Big Mac Beef Rasher ini. Jadi menu ini masih Big Mac, tapi ditambahkan smoke beef rasher,” ungkapnya.

Ia menambahkan, menu ini sudah dijual sejak 3 September yang lalu. Namun, menu ini akan dijual berbatas waktu, yaitu sampai 24 Oktober.

Harga Big Mac Beef Rasher ini dibanderol dengan harga Rp.42.000. Namun pelanggan juga bisa membeli menu Big Mac Beef Rasher McFlavor Set, yang terdiri dari Big Mac Beef Rasher sekaligus Double Cheese McFlavor Fries yang lezat, seharga Rp 60.000.

sumber: suara.com
Estetik Abis Kafe di Atap Rumah Sakit Ini Punya Pemandangan Kece
10 September 2021
Estetik Abis! Kafe di Atap Rumah Sakit Ini Punya Pemandangan Kece
foto: Atap Eatery and Coffee (facebook)


itoday - Nongkrong asyik di kafe yang ada di pinggir jalan tentu sudah biasa. Namun, bagaimana dengan kafe yang ada di atap rumah sakit?

Atap Eatery and Coffee berdiri di atas Rumah Sakit Ibu dan Anak Gladiol. Lokasi tepatnya ada di Jalan Kenanga, Kemirirejo, Magelang.

Tempat makan yang berada di atas rumah sakit ini memudahkan pasien yang ingin santai sejenak di kafe. Tak perlu jauh-jauh keluar rumah sakit, pengunjung tinggal naik lift ke lantai paling atas dan menikmati suasana menyenangkan di kafe tersebut.

Hal ini dibagikan melalui akun Instagram @voilajogja. Disebutkan, ibu yang baru melahirkan bisa langsung nongkrong di kafe ini dengan beragam menu pilihan.

Kafe tersebut terlihat sangat nyaman dengan desain kekinian. Pemandangan yang disajikan di sana pun tampak sangat menawan karena melihat kota dari ketinggian.

Meskipun baru buka, Atap Eatery and Coffee ini sudah digandrungi banyak orang. Saat masuk ke dalam RSIA Gladio, pengunjung tinggal naik ke lantai 3 menggunakan lift.

Menu makanan dan minuman yang disajikan pun cukup beragam mulai dari makanan barat hingga Asia. Pengunjung bisa membeli makanan ringan, makanan berat, manis, hingga gurih.

Rasa makanannya tak perlu diragukan karena memiliki kenikmatan tersendiri. Minuman yang disediakan pun terasa segar.

Soal harga, tak perlu khawatir karena masih masuk akal untuk ukuran kafe kekinian yang nyaman. Dengan konsep semi outdoor, udara segar pun bisa dirasakan secara langsung.

Atap Eatery and Coffee buka mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 21.00 WIB. Waktu paling pas untuk datang ke sini adalah saat sore kala matahari tak terlalu menyengat.

sumber: suara.com
Resep Rabokki Paduan Ramyeon dan Tteokbokki dengan Kuah Pedas a la Korea
09 September 2021
Resep Rabokki, Paduan Ramyeon dan Tteokbokki dengan Kuah Pedas a la Korea
foto: Robokki (farmtv)


itoday - Bingung mau menyiapkan sajian apa untuk hari ini? Kalau Anda termasuk penggemar masakan Korea, coba buat rabokki. Siapkan dalam porsi besar agar bisa disantap bersama anggota keluarga.

Berikut ini resep rabokki, paduan ramyeon dan tteokbokki dengan kuah pedas khas Korea yang bisa dicoba hari ini.

Bahan:

1 bungkus mie ramen/ramyeon instan
2 batang daun bawang
1 bungkus cabai bubuk
garam secukupnya
gula pasir secukupnya
Bumbu Tambahan Saus:

2 buah cabai rawit
2 buah cabai merah besar
2 siung bawang putih
Bahan Tteokbokki:

150 ml air panas
200 gram tepung beras
sejumput garam

Cara Membuat Rabokki:
Rebus air, campurkan tepung beras dan air panas. Uleni hingga adonan kalis, bentuk-bentuk bulat panjang. Rebus hingga mengapung, tiriskan.
Rebus air untuk mie ramen, masukkan mie ramen beserta bumbu, masukkan bumbu halus tambahan dan daun bawang. Aduk rata dan rebus hingga mendidih dan sedap.
Masukkan tteokbokki dan rebus hingga kuah meresap, tes rasa, jika kurang sedap, tambahkan garam dan gula secukupnya.

sumber: merdeka.com
Apa Angciu Halal Berikut Penjelasan MUI
08 September 2021
Apa Angciu Halal? Berikut Penjelasan MUI
foto: Angciu atau Arak (shutterstock)


itoday - Angciu merupakan salah satu bumbu yang umum digunakan di chinese food.

Angciu biasa digunakan untuk menyedapkan beragam masakan, mulai dari tumisan hingga nasi goreng. Direktur Eksekutif LPPOM MUI,

Ir. Muti Arintawati, M.Si kepada Kompas.com (03/09/2021) mengatakan bahwa istilah angciu sebetulnya bermacam-macam. Ada yang menyebut dengan arak masak atau sari tapai.

Bahan pembuatan angciu yakni dari beras yang difermentasi dengan ragi. Kepada Kompas.com Muti pun menjelaskan bahwa air dari fermentasi inilah yang kemudian digunakan untuk membuat angciu.

"Angciu yang saat ini ada di pasaran, memang dibuat melalui proses fermentasi, menggunakan beras ketan dan ragi.

Kemudian, setelah jadi airnya dipisahkan. Nah airnya inilah yang kemudian digunakan untuk membuat angciu, arak masak, atau sari tapai," ungkapnya.

Merujuk pada proses pembuatan dan bahannya, lantas apakah bumbu angciu halal?

Selain dari sari tapai atau fermentasi beras, angciu juga diberi bumbu penyedap lainnya.

Meski demikian, Muti menyebuat bahwa bumbu masakan khas Tiongkok ini tidak halal.

Pasalnya, bahan yang digunakan dan proses pembuatan sudah berupa khamar atau alkohol, yakni sari tapai itu sendiri.

"Kalau dari prosesnya, kami menyampaikan bahwa angciu tidak halal. Karena memang produk yang dihasilkan (cairan yang dipisahkan dari proses fermentasi sari tapai tadi) sudah dikatakan sebagai khamar," jelas Muti kepada Kompas.com.

Karena hukumnya haram, maka penggunaan angciu dalam masakan tidak dianjurkan. Sekalipun jumlahnya sedikit atau sudah diolah dengan bumbu lainnya.

"Maka kita tidak lagi melihat penggunaannya besar atau kecil, banyak atau sedikit. Jadi, karena memang kategorinya sudah khamar, penggunaan dalam jumlah sedikit walaupun sudah diolah lagi dan ditambah bumbu lain, tetap saja haram. Sebab, ada kandungan khamar-nya," tegas Muti.

Bahkan menurut Muti, mengganti angciu dengan cara mengimitasi sari tapai atau alkohol lainnya pun tidak diperbolehkan. Sebab, bahan dasarnya sudah haram.

sumber: kompas.com

Terpopuler