Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Cita Rasa Harum Menggoda Roti Tawar Guriyana, Langganan Anak Era 90an

Kuliner
Cita Rasa Harum Menggoda Roti Tawar Guriyana, Langganan Anak Era 90an 1
foto: Roti Guriyana (merdeka)

itoday - Aroma roti yang dipanggang menusuk hidung ketika menjejakkan kaki di pabrik roti Guriyana. Sekilas nampak seperti pabrik roti pada umumnya. Namun eksistensinya menyimpan sejarahnya sendiri. Tahun 1971 menjadi awal mula berdirinya pabrik roti dan kue Guriyana. Bagi anak era 90an pasti akan bernostalgia ketika menjumpai gerobak roti Guriyana. Yang menjajakan roti manis dan roti tawarnya yang juara.

Benar saja, dahulu satu bungkus roti tawar pernah dijual pabrik ini dengan harga Rp 35 saja. Perjuangan untuk bertahan dan melalui berkali-kali inflasi melintasi berbagai generasi. Siapa sangka, tokoh politik AHY putra presiden ke 6 Indonesia kedapatan suka dengan roti tawar Guriyana. Bau harum dan cita rasanya tidak berubah, dari dulu hingga sekarang selalu dipertahankan. Baik proses pembuatan hingga menjajakan roti dengan gerobak di jalanan.

Generasi demi generasi dilalui perusahaan roti Guriyana. Persaingan berbagai jenis dan merek rotipun tak terelakkan.

Lokasi pabrik roti ini berada di Jalan Kayu Manis IX nomor 46, Matraman, Jakarta Timur. Didirikan oleh Muhamad Subari hingga kini tak pernah berpindah tempat produksi. Di tempat inilah seluruh kegiatan produksi berlangsung. Mulai dari membuat adonan hingga tahap pengemasan.

Sekilas memang tampak sederhana saja. Namun untuk menghasilkan tekstur roti tawar yang pas butuh keahlian khusus dan jam terbang tinggi. Kini mengaduk adonan roti dibantu mesin mixer. Berbeda dahulu yang semuanya dilakukan secara manual.

Tepung roti, gula, mentega, ragi roti hingga susu diaduk rata. Tentu saja takarannya harus sesuai dengan ketentuan agar cita rasanya tetap dipertahankan. Adonan yang sudah tercampur kemudian diangkat untuk ditimbang sebelum masuk ke cetakan.

Berat adonan disesuaikan dengan kubus-kubus cetakan roti tawar. Mengisi cetakannya tidak sampai penuh. Pasalnya dengan adanya ragi roti, adonan roti akan mengembang. Memenuhi bahkan melebihi tinggi cetakan. Oven besar ini akan menampung puluhan roti tawar dalam sekali panggang.

Para pekerja memeriksa kematangan roti tawar secara berkala. Kulit roti yang mulai kecokelatan menandakan roti tawar sudah matang. Saatnya dikeluarkan dari oven untuk didinginkan. Semerbak bau harumnya begitu menggoda, membuat perut keroncongan meronta untuk menyantap lezatnya roti Guriyana.

Kulit roti yang cokelat memang terlihat keras, disinilah tahap menguliti roti dilakukan. Tujuannya ialah agar cita rasa roti yang lembut dapat terasa sejak gigitan pertama. Lapisan terluar yang keras dan berwarna cokelat diiris tipis-tipis. Hingga menyisakan bagian roti yang berwarna putih bersih. Pasalnya, beberapa pelanggan tidak suka dengan karakteristik luar roti tawar yang keras setelah keluar dari panggangan.

Namun tidak semua roti tawar dihilangkan kulit kerasnya. Model dan varian disediakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang bermacam-macam. Roti tawar kemudian diiris tipis dengan pisau panjang khusus roti. Rotipun siap dijejer pada etalase gerobak.

Gerobak-gerobak sederhana inilah yang akan mengantarkan roti tawar ke depan rumah. Gang-gang sempit, hingga jalanan perkotaan menjadi tujuan para penjual keliling roti tawar Guriyana. Lokasi berjualanya meliputi Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Saat ini roti tawar Guriyana dijual dengan harga Rp 10 ribu. Sedangkan roti manis dengan isian selainya dijual Rp 5 ribu saja. Roti tawar selalu menjadi roti unggulan Guriyana sejak berdiri hingga kini.

Berbagai persaingan dan penyesuaian harga selalu dialami pabrik roti Guriyana. Namun roti Guriyana selalu mampu menyesuaikan pasang surut. Demi mempertahankan cita rasa yang sama selama hampir setengan abad lamanya.

sumber: merdeka
Kuliner Cita Rasa Harum Menggoda Roti Tawar Guriyana, Langganan Anak Era 90an

Terpopuler