Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Stop Umbar Janji Palsu pada Anak Ini Akibatnya
28 August 2021
Stop Umbar Janji Palsu pada Anak, Ini Akibatnya
foto: ilustrasi (farah.id)


itoday - PERNAH nggak Bunda ingkar janji pada anak? Misalnya, bunda janji untuk membelikannya sesuatu saat mereka berhasil mengerjakan tugas. Namun karena si kecil tidak memintanya, Bunda berpikir tidak apa-apa tidak membelikannya. Toh mereka juga lupa.

Walaupun Bunda anggap hal ini sepele, tapi bisa menjadi sebuah kebiasaan yang berdampak buruk. Walaupun anak diam saja, namun akan ada efek dari perbuatan ini.

Anak Merasa Kecewa

Meskipun anak diam, dalam hati kecilnya mereka memendam kekecewaan. Diamnya mereka bukan karena lupa, bisa jadi si kecil enggan memintanya lagi.

Coba Bunda bayangkan, betapa sedihnya ketika mereka membayangkan akan bermain dengan "hadiah" yang akan diterimanya, tapi tidak jadi. Kalau hal ini terjadi berulang kali, betapa sedih dan kecewanya mereka.

Hilang Kepercayaan

Layaknya orang dewasa yang akan hilang rasa percayanya apabila berulang kali diingkari, hal yang sama terjadi pada anak. Si kecil akan menaruh rasa tidak percaya kepada Bunda.

Padahal, rasa percaya adalah kunci utama menjalin hubungan baik dengan anak. Jika rasa percaya itu sudah tidak ada, sulit bagi Bunda untuk mendidiknya lagi.

Meniru Ingkar

Ini yang paling menyedihkan, anak akan meniru apa yang Bunda lakukan, yaitu ingkar. Ingat Bun, anak adalah peniru ulung. Mereka akan berlaku sama seperti yang orangtuanya lakukan.

Orangtua adalah role model bagi buah hatinya. Bagaimana anak terbentuk saat besar nanti, adalah gambaran perilaku orangtuanya. Jadi jika Bunda terbiasa ingkar, tidak menutup kemungkinan anak juga akan mudah ingkar janji.

Kurangnya Rasa Hormat

Akibat lain dari kebiasaan ingkar janji orangtua terhadap anak adalah berkurangnya rasa hormat. Karena anak akan beranggapan, orangtua sudah tidak bisa lagi memenuhi janji-janjinya.

Memenuhi janji adalah bentuk integritas kepada orang lain. Maka dari itu, penting untuk menepati janji kita kepada anak.

Merasa Tidak Menjadi Prioritas

Sejatinya anak adalah segalanya bagi orangtua. Apapun kebutuhan dan keinginannya, sebisa mungkin dipenuhi, sepanjang orangtua masih mampu.

Namun ketika mereka merasa selalu diingkari, akan timbul perasaan bahwa mereka bukanlah prioritas, bukan lagi hal penting dalam kehidupan Bunda.

Bunda, ada baiknya sebisa mungkin memenuhi janji pada anak. Kalaupun ada sesuatu hal yang membuat bunda tidak dapat memenuhi janji, jelaskan saja apa alasannya.

Mulailah dengan meminta maaf, jangan gengsi! Buatlah janji baru dan kali ini sebaiknya benar-benar ditepati.

sumber: yunilawati-farah.id
Manfaat Membaca Ayat Kursi yang Bisa Diajarkan ke Anak
27 August 2021
Manfaat Membaca Ayat Kursi yang Bisa Diajarkan ke Anak
foto: ilustrasi (shutterstock)


itoday - Berdoa menjadi salah satu cara berkomunikasi kepada Sang Pencipta, Allah SWT. Dengan berdoa, Anda, anak, atau anggota keluarga lain bisa memohon atau meminta pertolongan kepada Yang Maha Kuasa tentang hal-hal sulit yang kini tengah dilalui.

Di Al-Quran sendiri, ada banyak doa yang dapat Anda panjatkan, misalnya saja ayat kursi.

Ya Moms, ayat kursi merupakan ayat ke-255 dari surat Al-Baqarah yang ada di Al-Quran. Anda maupun anak bisa membaca ayat kursi setiap saat. Meski begitu, rupanya ada waktu utama yang dianjurkan untuk membaca ayat kursi sesuai hadis Rasulullah SAW, yakni setelah melaksanakan salat lima waktu, setiap pagi dan sore hari, serta sebelum tidur.

Manfaat Membaca Ayat Kursi untuk Anak

Dilansir Seekers Guidance, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah berkata bahwa "segala sesuatu memiliki keindahannya, dan keindahan Al-Quran adalah Surah Al-Baqarah. Di dalamnya ada sebuah ayat yang merupakan ayat terbesar dari Al-Quran: Ayat Kursi (HR. Tirmidzi)."

Ya Moms, keutamaan ayat kursi memang sungguh luar biasa senantiasa dibaca setiap saat. Adapun beragam manfaat yang dapat diperoleh bila Anda, anak, atau anggota keluarga membaca ayat kursi adalah sebagai berikut:

-Dimudahkan segala urusan
-Dibukakan pintu rezeki
-Mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
-Mendapatkan perlindungan saat melakukan perjalanan.
-Dimudahkan sakaratul mautnya.
-Dijauhkan dari segala keburukan atau kejahatan.
-Pahala mati syahid.

Nah, Moms, itulah beberapa manfaat bila kita membaca ayat kursi. Jadi, yuk, ajak anak untuk membaca ayat kursi, terutama di waktu -waktu seperti yang sudah disebutkan di atas.

sumber: kumparan.com
Andien AisyahDonna Agnesia Raih Stunting Humanitarian Awards dari 1000 Days Fund
26 August 2021
Andien Aisyah-Donna Agnesia Raih Stunting Humanitarian Awards dari 1000 Days Fund
foto: Donna Agnesia (tabloidbintang.com)


itoday - Memberantas stunting atau kondisi gagal tumbuh kembang anak di bawah dua tahun terus digencarkan berbagai pihak. Sayangnya selama pandemi Covid-19, upaya pemberantasan stunting di Indonesia tidak berjalan secara optimal karena berbagai hambatan.

Namun meski terhambat bukan berarti berhenti, seperti yang ditunjukkan para penerima penghargaan Stunting Humanitarian Awards dari 1000 Days Fund. Dalam rangka memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia, organisasi non-profit yang fokus dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia tersebut menganugerahi Stunting Humanitarian Awards kepada Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, Aktris dan Pegiat Sosial Andien Aisyah, Donna Agnesia, Dokter Spesialis Gizi Klinik Arti Indira, Roche Indonesia Access, Communications & Health System Value Strategy Chapter Lead Lucia Erniawati, Chief CSR Officer of Media Group Lisa Luhur, serta Editor The Jakarta Post Marcel Thee.

“Selama pandemi COVID-19, lebih dari 80% upaya pemberantasan stunting di Indonesia tidak beroperasi secara optimal dikarenakan berbagai hambatan. Hal ini mengancam peningkatan angka stunting. Meski demikian, para penerima penghargaan Stunting Humanitarian Awards dari berbagai sektor ini tetap menunjukan semangat dan dedikasi tinggi untuk bersinergi dalam upaya pencegahan stunting dalam bidang mereka masing-masing. Hal ini mendorong 1000 Days Fund untuk mengapresiasi semangat kemanusiaan tersebut melalui Stunting Humanitarian Awards ini,” ujar Ketua Yayasan 1000 Days Fund Jessica Arawinda.

1 dari 3 anak Indonesia masih mengalami stunting atau kondisi gagal tumbuh kembang anak di bawah dua tahun, yang menyebabkan anak kurang cerdas dan lebih rentan terhadap berbagai penyakit, rentan meninggalkan sekolah, sulit bersaing dalam mencari pekerjaan, dan kemudian rentan terjebak dalam lingkaran kemiskinan. “Stunting adalah isu kemanusiaan. Mencegah stunting berarti memberikan kesempatan awal kehidupan yang sama untuk semua anak dan membantu pemutusan rantai kemiskinan,” ujar Jessica.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengemukakan bahwa pihaknya mengapresiasi berbagai inisiatif pencegahan stunting oleh berbagai pihak.

“Awards ini menjadi penyemangat agar ke depannya, BKKBN bersama seluruh pihak yang terlibat dalam pencegahan stunting, termasuk 1000 Days Fund, bisa terus beriringan melakukan kampanye percepatan penanganan stunting melalui dua serangan: BKKBN melalui ‘serangan udara’ melalui promosi below, through and above dan 1000 days fund melalui ‘serangan darat’ langsung. Mari bersama kita terus dorong agar masyarakat luas bisa paham soal stunting, dan kata stunting tidak menjadi sesuatu yang terdengar asing, tetapi sesuatu yang dikenali dan dipahami bagaimana cara pencegahannya oleh semua orang.”

Sementara itu, penerima penghargaan dari Roche Indonesia, Lucia Erniawati menyampaikan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pemberantasan stunting.

“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan 1000 Days Fund dalam misi memberantas stunting. Melalui Impact Stunting Center of Excellence (ISCE) yang kami bangun bersama, kami harap lebih banyak pelatihan dan inovasi yang bisa diimplementasikan untuk menekan angka stunting. Tim 1000 Days Fund telah melakukan banyak hal luar biasa untuk menyelamatkan generasi masa depan bangsa. Meski demikian, masih banyak yang harus dilakukan. Karena itu, saya ingin mengajak lebih banyak pemangku kepentingan untuk ikut berpartisipasi dalam upaya memberantas stunting, dengan aksi sekecil apapun, dan memberikan dampak positif untuk masa depan anak Indonesia.”

Sejak didirikan pada tahun 2018, 1000 Days Fund melakukan berbagai upaya untuk menciptakan, uji coba dan mengaplikasikan solusi inovatif, berbiaya efektif untuk mengakhiri stunting di Indonesia, salah satunya melalui pendistribusian poster tinggi badan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi stunting pada anak dan memuat informasi dasar mengenai stunting dan langkah-langkah pencegahannya.

Bekerja sama dengan pemerintah lokal, BKKBN, serta perusahaan seperti Roche Indonesia, selama 3 tahun terakhir 1000 Days Fund berhasil mencegah 10,373 kasus stunting, mendistribusikan 76,866 poster tinggi badan di 25 pulau, dan melatih lebih dari 1,000 kader kesehatan, yang dengan pengetahuan dan pengalaman baru, bisa menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup generasi masa depan.

sumber: fimela.com
Studi Iklan Rokok Masih Targetkan AnakAnak
25 August 2021
Studi: Iklan Rokok Masih Targetkan Anak-Anak
foto: ilustrasi Kawasan Dilarang Merokok (republika)


itoday - Lentera Anak melakukan penelitian terkait iklan rokok terhadap 533 responden anak secara daring, 180 diantaranya dilakukan secara langsung. Program Manager Yayasan Lentera Anak, Nahla Jovial Nisa mengatakan terdapat hubungan antara rokok yang diiklankan dan yang dibeli anak.

"Ada hubungan antara rokok yang dipilih dengan iklan yang diingat. Hasil uji statistik membuktikan adanya hubungan bermakna antara merk rokok dan dipilih dengan industri yang mengeluarkan rokok yang diingat," kata Nahla, dalam webinar yang diselenggarakan oleh Lentera Anak, Selasa (24/8).

Berdasarkan survei yang dilakukan, 64 persen anak adalah pelajar di sekolah. Nahla mengatakan, dirinya juga bertanya mengenai slogan-slogan yang berhubungan dengan rokok kepada para respondennya. Pertanyaan itu menunjukkan bahwa banyak rokok yang dibeli responden karena terpengaruh iklan.

Hampir 100 persen responden, atau 99,4 persen pernah melihat iklan rokok. Persentase iklan rokok yang paling banyak dilihat responden, sejalan dengan merk rokok yang dikonsumsi oleh mereka.

Berdasarkan penelitian ini, Nahla mengatakan saat ini anak-anak Indonesia masih ditargetkan melalui iklan rokok. "Ternyata, banyak anak-anak memilih merk rokok dari satu industri, dimana industri itu juga mendanai, memberikan CSR untuk penghapusan pekerja anak," kata dia.

Hasil kajian ini merekomendasikan perlunya sinergi pemerintah, lembaga non-pemerintah, masyarakat, dan komunitas internasional untuk menghentikan eksploitasi industri rokok. Khususnya segala kegiatan yang menargetkan anak-anak, seperti iklan, promosi, dan sponsor rokok.

sumber: republika.co.id
Orangtua Perlu Waspada Baby Walker Bisa Mengancam Keselamatan Anak
24 August 2021
Orangtua Perlu Waspada, Baby Walker Bisa Mengancam Keselamatan Anak
foto: ilustrasi baby walker (ist)


itoday - Masing-masing anak memiliki waktu yang berbeda untuk akhirnya mulai bisa berjalan. Umumnya, bayi bisa berjalan saat berusia 12-18 bulan.

Tak jarang orangtua menggunakan alat bantu jalan seperti baby walker. Ini adalah jenis perlengkapan bayi yang memiliki rangka beroda dengan kursi yang di bagian tengah, terkadang dengan ikat pinggang untuk menjaga bayi tetap di tempatnya, yang memungkinkan bayi mencoba berjalan menggunakan kaki mereka.

Meski dipercaya dapat membantu bayi berjalan, namun penggunaan baby walker ini sangat tidak direkomendasikan oleh ahli.

Dilansir dari Boldsky, para ahli menganggap bahwa baby walker adalah salah satu perlengkapan bayi terkenal yang telah mengakibatkan beberapa masalah terkait bahaya kesehatan dan keselamatan pada anak-anak.

Baby walker cenderung menyeret bayi untuk berjalan, meskipun mereka belum sepenuhnya siap untuk melakukannya. Karena bayi tidak memiliki kendali penuh atas langkah kakinya, saat berada di baby walker, kemungkinan mereka menabrak benda berbahaya sangat tinggi.

Bayi dengan alat bantu jalan seperti ini tinggi kemungkinannya jatuh dari tangga, patah tulang atau mengalami cedera fisik.

Jika Anda sebagai orangtua bersikeras untuk menggunakan alat bantu jalan, gunakan alat bantu jalan yang tidak akan menghalangi perkembangan anak. Seperti alat bantu jalan yang dirancang dengan cara di mana seorang anak dapat memegangnya dari belakang dan mendorongnya sambil berjalan, ini yang akan dapat dilakukan oleh seorang anak ketika dia dapat berdiri di atas kakinya dan sudah siap untuk berjalan.

Namun, pastikan bahwa orang dewasa selalu mengawasi anak Anda apa pun jenis perlengkapan bayi yang digunakan.

Sebagai orangtua, tugas yang paling utama adalah menjaga bayi tetap aman. Jadi, sangat disarankan agar orangtua berhenti membeli baby walker, terlepas dari seberapa canggih atau mahal alat tersebut.

Biarkan bayi mencapai tonggak perjalanannya saat dia siap. Jangan mencoba memaksa mereka berjalan dengan menggunakan baby walker.

sumber: suara.com
4 Cara Asuh Orang Tua yang Malah Menghambat Kreativitas Anak Hindari
23 August 2021
4 Cara Asuh Orang Tua yang Malah Menghambat Kreativitas Anak, Hindari!
foto: Ilustrasi (suara.com)


itoday - Kreativitas sangatlah penting, apalagi kalau sudah terjun ke dunia kerja. Orang yang kreatif, sangat dicari perusahaan karena biasanya berorientasi pada solusi. Dan kreativitas ini bisa dilatih sejak dini.

Sayangnya, justru karena cara asuh orang tua yang salah, bisa mematikan atau menghambat kreativitas anak, sehingga ketika dia besar, sulit untuk mengambil inisiatif. Karena itu, yuk, hindari beberapa cara asuh salah berikut ini!

1. Berlebihan memuji anak

Memuji anak bisa mendongkrak rasa percaya dirinya. Akan tetapi jika diberikan dalam porsi berlebihan, justru malah bisa mematikan kreativitas anak.

Anak jadinya hanya akan terdorong melakukan sesuatu jika dipuji. Dan mereka jadi berorientasi pada hasil, tapi gak menghargai proses usahanya.

2. Otoriter

Pengasuhan orang tua yang otoriter, juga bisa mematikan kreativitas anak. Anak terbiasa disuruh-suruh atau selalu menuruti keinginan orang tuanya, sehingga tak terlatih untuk mengandalkan daya pikirnya sendiri.

Cobalah untuk lebih memberi kebebasan pada anak. Biarkan dia memilih, dan jelaskan konsekuensi dari masing-masing pilihannya. Pengasuhan demikian, akan melatih anak untuk berpikir, mana yang kira-kira paling baik untuk dirinya.

3. Menuntut anak untuk sempurna

Hati-hati, lho, kendati maksudmu baik, supaya anak berprestasi, tapi menuntut hasil yang sempurna dari anak, malah bisa membuat mereka tertekan. Anak jadi takut untuk bereksplorasi atau mencoba-coba, karena orang tuanya selalu menuntut hasil yang bagus.

Hal tersebut membuat anak jadi gak kreatif. Selalu bermain di sisi aman saja.

4. Selalu menolak permintaan anak

Selalu mengiyakan permintaan anak memang gak baik. Anak jadi manja dan tak bisa memaknai hasil usaha atau kerja keras.

Akan tetapi, selalu menolak permintaan anak, ataupun ide-idenya, bisa mematikan kreativitas anak. Anak jadi malas berpikir, karena hasil pemikirannya selalu dibantah oleh orang tua. Akhirnya sikap ini terbawa sampai dia besar. Malas mikir!

Semua orang tua memang ingin memilih yang terbaik untuk anaknya. Sayangnya, sifat orang tua yang begitu menuntut anak, malah akan menjerumuskan anak jadi gak kreatif. Untuk itu, sebagai orang tua yang baik, hendaknya lebih bijak lagi dalam bersikap, agar tak sampai membawa pengaruh buruk bagi anak.

sumber: riva khodijah (suara)

Terpopuler