Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Berita Terkini Toni Kroos Resmi Pensiun dari Timnas Jerman
02 July 2021
Berita Terkini: Toni Kroos Resmi Pensiun dari Timnas Jerman
foto: Toni Kroos (AP Photo)

itoday - Toni Kroos akhirnya memutuskan untuk pensiun dari tim nasional Jerman seusai berlaga di Euro 2020. Pemain berusia 31 tahun itu pensiun setelah 11 tahun membela Der Panzer.

Gelandang Real Madrid itu menjadi bagian dari tim asuhan Joachim Low yang tersingkir dari Euro 2020. Mereka kalah 0-2 dari timnas Inggris di babak 16 besar, Mantan pemain Bayern Munchen itu merasa inilah saat yang tepat untuk mundur.

Kroos memiliki karier internasional yang luar biasa. Ia memainkan peran penting dalam kejayaan Jerman di Piala Dunia Brasil pada 2014. "Saya telah bermain untuk Jerman sebanyak 106 kali," kata Kroos dikutip dari Marca, Jumat 2 Juli 2021. "Tidak akan ada momen lain."

Kroos melakukan debut seniornya di Jerman pada 2010 melawan timnas Argentina, tim yang mereka kalahkan untuk memenangkan Piala Dunia 2014. Sejak saat itu, posisinya di lini tengah tak tergantikan di skuad Jerman.

Kroos saat ini memiliki satu caps lebih banyak dari pemenang Piala Dunia 1990 Jurgen Kohler (105). Namun, ia tetap dua caps di belakang mantan bos tim nasional Jerman Jurgen Klinsmann (108).

Untuk timnas Jerman, Kroos telah mencetak 17 gol. Gol fenomenalnya terjadi melalui tendangan bebas saat melawan Swedia di Piala Dunia 2018. Gol itu menjadi Goal of the Tournament.

Dengan keputusan ini, Toni Kroos menyusul Joachim Low yang sudah lebih dulu menyatakan pensiun sebagai pelatih timnas Jerman. Low dikabarkan akan digantikan mantan pelatih Bayern Munchen Hansi Flick.

sumber: tempo
Khabib Nurmagomedov Andaikan Jadi Atlet MMA seperti di Penjara
01 July 2021
Khabib Nurmagomedov Andaikan Jadi Atlet MMA seperti di Penjara
foto: Khabib Nurmagomedov (ist)

itoday - Mantan petarung UFC, Khabib Nurmagomedov, merasa terperangkap di penjara ketika menjadi atlet MMA.

Khabib Nurmagomedov sudah memutuskan pensiun sebagai petarung MMA sejak Oktober 2020 lalu.

Keputusan Khabib Nurmagomedov mengundurkan diri sebagai petarung MMA diucapkan setelah menghabisi Justin Gaethje pada UFC 254.

Kini, The Eagle sepertinya sudah tidak ingin kembali memasuki oktagon.

Berbicara kepada UFC Rusia, Nurmagomedov merasa berada di tahanan ketika masih aktif menjadi atlet.

Dia saat ini senang setelah membebaskan diri dari penjara setelah memutuskan pensiun.

Nurmagomedov pun beralasan bahwa kehidupan atlet dituntut untuk selalu berkembang dan tidak boleh melupakan latihan.

sumber: bolasport
Perang Dingin dengan Pemain Muslim Jerman Joachim Low Minta Maaf Kelar Piala Eropa 2020
01 July 2021
Perang Dingin dengan Pemain Muslim Jerman, Joachim Low Minta Maaf Kelar Piala Eropa 2020
foto: Mesut Ozil dan Joachim Low (okezone)

itoday - Joachim Low resmi meninggalkan Tim Nasional (Timnas) Jerman, setelah sang negara tersingkir di babak 16 besar Piala Eropa 2020. Setelah meninggalkan Timnas Jerman, langkah pertama yang dilakukan Joachim Low adalah mencoba berdamai dengan mantan anak asuhnya yang beragama Islam, Mesut Ozil.

Sebagaimana diketahui, perseteruan antara Low dan Mesut Ozil sempat memuncak saat mantan pemain Arsenal itu memutuskan mundur dari Timnas Jerman pada 2018. Pemain Fenerbahce tersebut memilih pensiun karena merasa terhina oleh Federasi Sepakbola Jerman (DFB) setelah dirinya berfoto dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Sayangnya keputusan Mesut Ozil untuk pensiun membuat Low kecewa. Sebab, pemain berusia 32 tahun itu meninggalkan Timnas Jerman tanpa berkonsultasi secara langsung dengan Low.

Bahkan hingga saat ini, ia tidak mendapat penjelasan secara langsung dari Ozil terkait permasalahan tersebut. Tak pelak, kekecewaan Low terhadap pemain berposisi gelandang serang itu masih membekas.

“Mesut (Ozil) meninggalkan Tim Nasional tanpa berkonsultasi dengan saya sebelumnya dan itu merupakan kekecewaan besar bagi saya," ungkap Low, dikutip dari Goal Internasional, Kamis (1/7/2021).

BACA JUGA: Timnas Jerman Loyo 7 Tahun Terakhir, Tanda Joachim Low Tak Bisa Apa-Apa Tanpa Hansi Flick?

Namun, kini hal positif muncul dari pikiran Low. Ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Ozil yang tak kunjung menemui titik terang. Karena itu, setelah meninggalkan Timnas Jerman pada 12 Juli 2021 nanti, ia berharap bisa bertemu dan menuntaskan pertikaian yang terjadi di antara mereka.

"Akan tiba saatnya kita akan berbicara atau bertemu lagi. Pada titik tertentu, akan tiba saatnya kita akan membicarakan sesuatu dan mengesampingkan semuanya,” tutur pelatih berusia 61 tahun tersebut.

“Kenangan ini kemudian juga akan menjadi positif bagi kami. Dia (Ozil) adalah pemain yang sangat penting dengan keterampilan yang hebat,” imbuh Low.

Perpaduan Ozil dan Low sempat menghasilkan prestasi luar biasa bagi Timnas Jerman. Perpaduan keduanya membuat Jerman juara Piala Dunia 2014 setelah di final menang 1-0 atas Argentina.

Sementara itu, Low sendiri gagal mengakhiri kariernya di Timnas Jerman dengan baik. Pada turnamen terakhirnya di Piala Eropa 2020, Low gagal membawa Der Panzer melangkah jauh dan terhenti di babak 16 besar usai menyerah 0-2 dari Inggris.

Setelah ini, Low pun akan menyerahkan tongkat estafet kepelatihan Timnas Jerman kepada mantan pelatih Bayern Munich yakni Hansi Flick. Uniknya, Hansi Flick merupakan asisten Joachim Low saat membawa Jerman juara Piala Dunia 2014.

sumber: okezone
Indonesia Masih Punya Kans Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
30 June 2021
Indonesia Masih Punya Kans Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032
foto:logo olimpiade (ist)

itoday - Anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC), Erick Thohir, memberikan komentar mengenai kans Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032. Dia mengatakan bahwa Indonesia bisa menjadi opsi kedua tuan rumah Olimpiade 2032 jika Brisbane urung terpilih jadi tuan rumah.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir menanggapi keputusan Dewan Eksekutif IOC yang mengusulkan Brisbane sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, setelah direkomendasikan Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan.

Namun menurut Erick, itu hanya sebatas usulan karena keputusan mutlak baru dapat dipastikan jika Brisbane menang dalam pemungutan suara oleh anggota IOC di Tokyo pada 21 Juli nanti. Erick merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang mempunyai hak suara dalam proses pemilihan itu.

“Bukan tidak mungkin nanti seperti Asian Games ketika Vietnam mundur dan itu salah satu kemungkinan. Maka saya sampaikan ke Bapak Okto (Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia) bahwa kita harus tetap menjadi wing-nya dan harus terus agresif,” kataErick yang yang juga menjabat Menteri BUMN itu dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Selasa.

“Dan kita mempunyai potensi... Kita juga bisa menjadi opsi untuk (tuan rumah) yang berikutnya kalau kita bisa menjadi second preferred bidder. Jadi ini yang harus kita lakukan,” tambah dia.

Indonesia saat ini sudah masuk dalam tahap continuous dialogue atau dialog lanjutan dalam perjalanannya mendapatkan status tuan rumah Olimpiade 2032 bersama dengan Unifikasi Korea.

Proses perjalanan Indonesia dalam bidding, lanjut Erick, bisa saja naik level dari continuous dialogue menjadi targeted dialogue hingga preferred host apabila Indonesia sukses menyelenggarakan event dan kejuaraan internasional yang dijadwalkan digelar di Tanah Air, seperti FIBA Asia Cup 2021, FIBA World Cup 2023 dan FIFA World Cup U-20 2023.

Jika Brisbane tidak terpilih dalam voting Sesi IOC, Komisi Tuan Rumah Olimpiade akan melanjutkan pencalonan kandidat lain dengan proses yang sama.

Selain Brisbane dan Indonesia, setidaknya ada empat kandidat lain yang juga membidik menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, yaitu Jerman, Hungaria, Qatar dan Unifikasi Korea.

sumber: okezone
Kesulitan Balapan di MotoGP 2021 Ini Alasan Valentino Rossi
30 June 2021
Kesulitan Balapan di MotoGP 2021, Ini Alasan Valentino Rossi
foto:Valentino Rossi (ist)

itoday - Pembalap Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi, kesulitan dalam beberapa musim terakhir ini. Menurutnya, terjadi banyak perubahan pada motor di era balap modern.

Rossi adalah satu-satunya pembalap, yang pernah merasakan kelas 500cc, dan masih balapan di MotoGP 2021. Dia pernah berjaya di masa lalu, tetapi perubahan membuatnya kesulitan.

Menurut Rossi, ada perbedaan antara balapan saat ini dengan di masa lalu. Rossi menilai itu dikarenakan perubahan pada motor MotoGP yang sangat menuntut fisik sekarang.

Rossi menyatakan motor MotoGP sekarang memiliki sistem aerodinamis yang membuat akselerasi lebih baik dan pengereman dilakukan selambat mungkin. Bagi Rossi, itu membuat para pembalap mengeluarkan tenaga lebih besar.

Namun, Rossi yakin perbedaan terbesar terjadi karena evolusi ban, rem, dan perangkat elektronik. Beberapa pembalap, termasuk Rossi, kesulitan dengan perubahan pada MotoGP.

"Gayanya telah berubah dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam hal posisi di sadel. Semua orang banyak menjulurkan kepala dan bahu mereka saat menikung," kata The Doctor -julukan Rossi, dikutip dari Tuttomotoriweb, Rabu (30/6/2021).

“Motor MotoGP hari ini sangat menuntut secara fisik. Mereka memungkinkan Anda untuk mengerem selambat mungkin dan memasuki tikungan dengan cepat. Ini juga telah mengubah cara beradaptasi dengan lintasan,” tuturnya.

"Tentu saja, aerodinamis memungkinkan akselerasi lebih baik dan pengereman lebih lambat. Dengan solusi ini, motor menjadi lebih berat saat berubah arah, lebih banyak kekuatan yang dibutuhkan. Akan tetapi, saya percaya perbedaan terbesar adalah karena evolusi ban, rem, dan elektronik,” ucap pembalap Italia itu.

Dengan segala pengalamannya, Rossi masih kesulitan untuk berprestasi dalam balapan modern. Rossi bahkan terpuruk pada musim 2021.

Ketimbang bangkit, Rossi justru makin dekat dengan masa pensiun. Pembalap 42 tahun itu akan memutuskan kelanjutan karier balapnya pada musim panas 2021.

sumber: okezone
Ballon dOr Power Ranking Juni 2021 Lionel Messi Peringkat ke5 Ronaldo
29 June 2021
Ballon d'Or Power Ranking Juni 2021: Lionel Messi Peringkat ke-5, Ronaldo?
foto:Christiano Ronaldo (AP photo)

itoday - Ballon d'Or masih menjadi penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola. Setelah ditiadakan pada 2020 lalu, siapa yang paling pantas mendapat gelar Ballon dOr 2021?

Ballon d'Or edisi 2020 ditiadakan karena pandemi COVID-19. Ada beberapa alasan di balik tidak digelarnya Ballon d'Or musim lalu. Salah satunya adalah adanya jeda dan perubahan format kompetisi.

Namun, Ballon d'Or dipastikan digelar lagi pada 2021. Bakal ada persaingan sangat ketat pada edisi kali ini. Sebab, tidak ada pemain yang tampil sangat dominan di level domestik dan Eropa sekaligus.

Dikutip dari Sportskeeda, berikut adalah daftar urutan Ballon d'Or Power Rankings edisi Juni 2021 selengkapnya:

10. Bruno Fernandes - Portugal/Manchester United

Peluang Fernandes mendapatkan Ballon d'Or tergolong kecil. Sebab, sang pemain gagal tampil impresif di Euro 2020. Padahal, pada level individu, Fernandes tampil bagus bersama United.

Fernandes mencetak 28 gol dan 17 assist untuk United di semua ajang pada musim 2020/2021. Hanya saja, dia tidak membuat satu pun gol maupun assist di Euro 2020.

9. Ruben Dias - Portugal/Manchester City

Ruben Dias meraih gelar Player of the Year di Premier League musim 2020/2021. Ruben Dias tampil sangat bagus dan membawa Man City meraih gelar Premier League. Dia juga membawa Man City ke final Liga Champions.

Hhanya saja, sama seperti kasus Bruno Fernandes, performa buruk di Euro 2020 jadi kendala bagi Ruben Dias untuk meraih Ballon d'Or. Dias hanya berada di urutan ke-9 peraih gelar ini.

8. Erling Haaland - Norwegia/Borussia Dortmund

Haaland hanya menjadi penonton di Euro 2020. Kondisi ini membuat Haaland gagal memperbesar peluang meraih gelar Ballon d'Or edisi 2021 ini.

Haaland sendiri tampil sangat bagus di level klub. Pemain 20 tahun mampu menjadi mesin gol bagi Dortmund. Haaland menjadi top skor Liga Champions. Selama musim 2020/2021, Haaland mencetak 41 gol dan 12 assist di semua ajang bersama Dortmund.

7. Harry Kane - Inggris/Tottenham

Musim buruk yang dilewati Tottenham tidak membuat sinar Harry Kane redup. Kante menjadi top skor Premier League sekaligus pemain paling berbahaya di Premier League musim 2020/2021. Kane mencetak 33 gol dan membuat 17 assist.

Peluang Kane meraih gelar Ballon d'Or akan tergantung pada kiprah di Euro 2020. Jika mampu tampil menentukan di laga sisa, Kane bisa jadi punya peluang. Akan tetapi, jika tampil buruk seperti di fase grup, Kante harus melupakan Ballon d'Or.

6. Kevin De Bruyne - Belgia/Manchester City

De Bruyne punya peluang besar untuk meraih gelar Ballon d'Or edisi 2021. Sebab, dia tampil sangat bagus bersama Man City. De Bruyne mencetak 12 gol dan membuat 18 assist dari 40 laga bersama Man City di semua ajang.

Hingga babak 16 Besar Euro 2020, De Bruyne telah mencetak satu gol dan membuat dua assist. Jika De Bruyne mampu membawa Belgia meraih gelar juara Euro 2020, bukan tidak mungkin gelar Ballon d'Or jadi miliknya.

5. Lionel Messi - Argentina/Barcelona

Lionel Messi belum kehilangan sentuhan emasnya. Pemain 34 tahun itu mencetak 38 gol dan membuat 14 assist pada musim 2020/2021 bersama Barcelona. Messi juga membawa Barcelona meraih gelar Copa del Rey.

Peluang Messi meraih gelar Ballon d'Or cukup besar. Namun, ada satu faktor yang sangat menentukan yakni juara Copa America 2021. Jika mampu meraih gelar itu bersama timnas Argentina, peluang Messi meraih Ballon d'Or terbuka lebar.

4. Cristiano Ronaldo - Portugal/Juventus

Untuk sementara, Ronaldo berada di depan Lionel Messi. Sebab, walau Portugal gagal mempertahankan gelar juara di Euro, Ronaldo tetap tampil bagus. Ronaldo mencetak lima gol dan menjadi top skor sepanjang masa Euro.

Ronaldo menjadi top skor Serie A musim 2020/2021 dengan 30 gol dan membawa Juventus meraih gelar Coppa Italia. Total gol yang dicetak Ronaldo bersama Juventus sepanjang musim 2020/2021 mencapai 36 gol.

3. Kylian Mbappe - Prancis/PSG

Mbappe menjadi penantang serius dalam perebutan gelar Ballon d'Or edisi 2021. Sebab, pemain 22 tahun tampil mempesona bersama PSG sepanjang musim 2020/2021. Mbappe mencetak 42 gol dan 11 assist dari 47 laga musim ini bersama PSG.

Hanya saja, Mbappe gagal tampil bagus di Euro 2020. Mbappe gagal mencetak satu pun gol di Euro 2020. Mbappe juga gagal membawa Le Blues menjadi juara karena terhenti pada babak 16 Besar.

2. N'Golo Kante - Prancis/Chelsea

Kante, seperti Mbappe, gagal membawa Prancis menjadi juara Euro 2020. Meskipun begitu, Kante diprediksi masih punya peluang lebih besar untuk mendapatkan gelar Ballon d'Or 2021.

Kante tampil gemilang bersama Chelsea. Gelandang 30 tahun itu menjadi aktor penting Chelsea saat menjadi juara Liga Champions. Walau tidak banyak mencetak gol dan assist, Kante punya kontribusi besar bagi The Blues.

1. Robert Lewandowski - Polandia/Bayern Munchen

Lewandowski harus meraih gelar Ballon d'Or pada 2020 lalu. Sebab, Lewandowski tampil sangat bagus dan menyapu bersih semua gelar juara bersama Bayern Munchen. Namun, Ballon d'Or ditiadakan.

Lewandowski tetap tampil bagus pada musim 2020/2021, walau tidak meraih gelar sebanyak musim lalu. Lewandowski adalah peraih gelar European Golden Shoe dengan 41 golnya. Lewandowski juga jadi penyerang tersubur Bundesliga dalam satu musim.

Namun, kegagalan Polandia di Euro 2020 bisa jadi penghalang bagi Lewandowski untuk meraih Ballon d'Or.

sumber: bola.net