Ini Dia, Bukti Kebohongan Eyang Subur yang Hipnotis Adi Bing Slamet

By :   Read 38 times

Adi Bing Slamet (ist)

itoday – Paranormal yang sering digunakan artis dan selebritis di Indonesia hampir semuanya melibatkan makelar paranormal. Antara paranormal dan makelar bahkan telah menyetujui sejumlah kesepakatan.

Penegasan itu disampaikan praktisi metafisika Ki Gendeng Pamungkas kepada itoday (15/03) menanggapi pengakuan artis Adi Bing Slamet yang telah diperdaya dukun berinisial “S”. “Artis yang  datang ke paranormal itu ada makelarnya. Jadi antara paranormal dan calonya itu kerjasama. Semua itu  bohong. Saya bisa tegaskan paranormal yang ada iklannya dan ada calonya itu tukang tipu semua,” ungkap Ki Gendeng.  

Ki Gendeng juga menyatakan, pengakuan dukun S yang mengaku menguasai seluruh paranormal di Indonesia adalah kebohongan. “Saya sendiri tidak kenal dengan dukun ‘S’. Saya merasa tidak  di bawah pengaruh dukun S. Saya di bawah pengaruh Sang Pencipta dan ibu saya saja,” tegas Ki Gendeng.

“Kasus Adi Bing Slamet itu bukan santet, tetapi masuk kategori terpengaruh hipnotis. Kalau santet, Adi sudah mati atau sakit,” tegas Ki Gendeng.

Lebih jauh Ki Gendeng mengungkapkan, bahwa tidak ada artis yang datang meminta bantuan kepada Ki Gendeng. “Saya tidak buka iklan paranormal. Tidak ada  artis yang mendatangi saya. Yang datang ke saya itu kepala daerah dan kepala negara. Kebanyakan yang datang ke saya akademisi, bertanya soal dunia kebatinan. Mereka sharing spiritual dan tidak ada seperti dukun S,” pungkas Ki Gendeng.

Diberitakan sebelumnya, Adi Bing Slamet mengungkapkan bahwa tidak hanya dirinya yang berada di bawah pengaruh magis dukun Subur, atau Eyang Subur. Adi menyebut nama-nama artis seperti pelawak Unang ‘Bagito’, Septian Dwi Cahyo, pelawak Nurbuat dan Rohana, H Bokir, dan istri Dono Warkop. Bahkan kata Adi, Unang saat ini masih di bawah pengaruh dari Eyang Subur.

Menurut Adi, Eyang Subur diperkirakan berusia sekitar 67 tahun. Adi juga menyadari bahwa ajaran Eyang Subur tidak ada satu pun yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

Reporter: Achsin

Komentar

*

*