Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank
A+ R A-

Dirjen Pajak Berlakukan Wajib Militer Bagi Karyawannya

26dirjen Pajak 2 1Dirjen Pajak (Foto: Istimewa)

itoday - Untuk menangkal perilaku 'menyimpang' pegawai pajak, Direktorat Jenderal Pajak akan menerapkan program setaraf wajib militer di lingkungannya mulai tahun ini.

Program yang bertema pengabdian bangsa ini bukan seperti program wajib militer, melainkan pendidikan 'bela negara' dengan materi pendidikan dan pelatihan lebih difokuskan kepada peningkatan wawasan kebangsaan.

"Hal ini sangat perlu, karena para pegawai pajak mengemban amanah yang sangat mulia untuk mengumpulkan penerimaan negara demi bangsa dan negara kita," tutur Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Ditjen Pajak, Dedi Rudaedi di Jakarta, Selasa (19/6).

Ia melanjutkan, program ini merupakan bagian dari penerapan reformasi birokrasi yang telah berlangsung selama ini. "Yang kita garap lebih banyak ke dalam, bagaimana Direktorat Jenderal Pajak punya integritas, dan jiwa patriotik," ungkapnya.

Selain itu, Dedi mengeluhkan jumlah pegawai pajak yang masih minim bila dibandingkan dengan jumlah wajib pajak dan wilayah cakupan yang luas yang selama ini menjadi kendala, bisa tertangani dengan program abdi bangsa ini.

"Orang pajak Jepang 56 ribu pegawai, padahal negaranya negara maju dan geografisnya lebih kecil. Indonesia 32 ribu pegawai. Kita perlu orang-orang yang luar biasa, punya integritas dan patriotik. Bagaimana meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan lain-lain," jelasnya.

Ia menjelaskan, program ini bukanlah program penempaan fisik layaknya wajib militer, namun lebih difokuskan pada pendidikan nilai-nilai patriotisme terhadap negara.

"Salah satunya itu yang akan kita lakukan. Orang pajak itu harus punya jiwa semangat militer karena kepentingan negara. Orang pajak harus seperti itu. Karena itu kepentingan dasar orang pajak miliki itu. Tidak salah kita lakukan itu. Bukan soal militeristik tapi memiliki jiwa nasional. Pendidikan diklat militer, kedisiplinan, kekompakan, dan sebagainya. Kedisiplinan penting,"tutur Dedi.

Rencananya, program ini akan mulai dilaksanakan tahun ini kepada pegawai pajak yang bekerja front liner dan akan dilakukan secara bertahap.

"Pendidikan mulai tahun ini. Wamil dua minggu. Mulai berlangsung a.s.a.p (as soon as possible). Fokusnya yang front liner. Kepada nilai pendisiplinan. Yang punya pendidikan itu," tuturnya.*

Banner

Register

*
*
*
*
*

* Field is required