Maket Jembatan Selat Sunda (ist)
itoday - Rencana pembangunan jembatan Selat Sunda akan dibahas kembali untuk kesekian kalinya hari ini, Rabu (18/Juli/2012). Bedanya, rapat hari ini akan membahas skema final proyek pembangunan jembatan terpanjang di Indonesia ini.
Rapat dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dan diikuti oleh sejumlah menteri terkait antara lain Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Topik pembahasan rapat itu, di antaranya terkait revisi Perpres No 86 Tahun 2011Â tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda yang diminta Menteri Keuangan.
Seperti diketahui sebelumnya, ada beberapa alternatif terkait pembangunan proyek jembatan sepanjang 27,4 kilometer ini, baik yang disampaiakan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, maupun Menteri Keungan Agus Martowardojo.
Bahkan Menteri Keuangan sempat mengirim surat ke Menteri Pekerjaan Umum soal proyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Isi surat itu soal usulannya agar biaya studi kelayakan (feasibility study/FS) dan desain dasar Jembatan Selat Sunda harus dibiayai negara melalui APBN bukan melalui pemrakarsa atau investor swasta JSS.
Jembatan Selat Sunda direncanakan mulai pembangunannya pada 2014 dan beroperasi pada 2025. Bappenas menaksir biaya pembangunannya mencapai US$ 25 miliar atau sekitar Rp 225 triliun. Tapi biaya sesungguhnya baru akan diketahui setelah ada hasil studi kelayakan.*

