Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank
A+ R A-

"Open Sky" ASEAN, Maskapai Indonesia Siaga Satu!

161706pOpen Sky, Memungkinkan Persaingan Maskapai Penerbangan Semakin Ketat (Foto: Istimewa)

itoday - Dua tahun lagi kebijakan ASEAN "Open Sky" akan berlaku, namun pertanyaan terhadap kesiapan maskapai penerbangan Indonesia masih dipertanyakan.

"Maskapai penerbangan Indonesia belum siap menghadapi Open Sky," menurut Dudi Sudibyo ketika dihubungi itoday, Rabu (8/2).

Menurut Dudi, “Open Sky” boleh saja diberlakukan di Indonesia, tetapi Pemerintah sebaiknya jangan membuka semuanya. Sebab banyak jalur penerbangan di Indonesia termasuk jalur gemuk dan berpotensi mendatangkan keuntungan, sedangkan di negara lain sebaliknya.

"Walau kebijakan "Open Sky" maskapai penerbangan Indonesia mendapatkan perlakuan yang sama, tetap saja ada ketimpangan," jelasnya.

Masalah jalur penerbangan bukan satu-satunya masalah yang merugikan Indonesia. Masalah lain dari “Open Sky” ini adalah kekuatan finasial dan kesiapan maskapai penerbangan nasional jka dibandingkan dengan maskapai negara lain.

Salah satu cara untuk meningkatkan daya saing maskapai penerbangan Indonesia dengan maskapai penerbangan asing, adalah dengan cara merger, menggabungkan dua atau lebih perusahaan penerbangan, sehingga lebih kuat. Sialnya, menurut Dudi pengusaha perusahaan penerbangan Indonesia lebih mementingkan gengsi.

"Pemilik modal gengsi, kalau harus merger dengan pesaingnya," pungkas pengamat penerbangan tersebut.*

Banner

Register

*
*
*
*
*

* Field is required