Salah Satu Pesawat Merpati Nusantara Airlines (Foto: Istimewa)
itoday - Pemerintah membantah isu mengenai merger PT Merpati Nusantara Airlines dengan perusahaan BUMN sejenis atau mencarikan investor baru.
"Ke depan enggalah dimerger, kan beban lamanya Merpati luar biasa. Nanti kalau di merger kasian yang menerima beban itu," kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Kamis (19/7).
Dengan beban masa lalu yang sangat besar menurut Dahlan, si investor tidak akan mau menanggung dengan beban utang yang begitu besar. Namun begitu, meski tidak dilakukan merger atau investor baru dirinya optimis kinerja Merpati kedepannya akan semakin membaik. Hal itu seiring dengan pembenahan yang dilakukan oleh manajemen perseroan.
"Merger, atau investor baru engga dulu. Memang ada yang mau investor dengan beban utang segitu," ujar Dahlan.
Dengan adanya kerjasama dengan perusahaan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) khususnya dalam penyediaan pesawat terbang, hal itu akan mendorong kedua perusahaan untuk maju secara bersamaan.
"Sepanjang sudah siap dibuat didalam negeri, sebaiknya didalam negeri. Oleh karena itu kita akan minta direksi garuda untuk melihat skema dalam kerjasama ini mungkin tidak dilakukan didalam negeri. Karena ini adalah momentum bagi PT DI untuk maju," tegasnya
Sementara terkait dana dana pinjaman negara (PMN), Dahlan menegaskan bahwa PMN senilai Rp 200 miliar yang beberapa waktu dicairkan adalah yang terakhir. Mantan Dirut PLN ini tidak mau ada PMN Berikutnya.*
Pemerintah Bantah Isu Penjualan dan Merger Merpati
Peristiwa Lainnya:

