itoday - Lima ladang minyak ditawarkan Pemerintah Irak kepada Pertamina untuk dioperasikan perusahaan minyak nasional tersebut. Namun karena terbatasnya modal, Pertamina tidak akan menggarap semuanya. Pertamina hanya akan mengambil lapangan yang sudah produksi.
"Kita mengharapkan tidak seluruh (lapangan minyak yang ditawarkan), strategi kita berangkat ke lapangan produksi hanya mengambil produksi, dimana operatornya juga bukan Pertamina. Misalnya disini ada beberapa disesuaikan dengan dana yang kita punya," Menurut Direktur Hulu Pertamina Muhammad Husein di Kantor Pertamina Pusat, Selasa (26/6).
Namun demikian, pada dasarnya Pertamina ingin seluruh lapangan yang ditawarkan, namun terkendala dana. "Maunya sih kita beli semua, tetapi uangnnya," ujar Husein.
Rencana Pertamina mengoperasikan ladang minyak di Irak dikarenakan ladang minyak yang ditawarkan Irak sudah berhenti beroperasi.
"Kalau dananya sendiri kita belum ada persiapan, tapi kita memang sudah punya anggaran yang tidak dikhususkan untuk apa, jadi bisa digunakan," ungkapnya.
Namun demikian rencana masuknya Pertamina ke Irak ini tetap mendapatkan dukungnan dari pemerintah. "Rencana investasi di Irak ini memang Bussines to Bussines (B to B), namun kami juga meminta dukungan Pertamina lebih kuat lagi, karena seperti perusahaan minyak di dunia, itu tidak ada yang kuat tanpa ada dukungan dari pemerintah, maka nanti pendekatannya kepada G to G," jelasnya.
Diungkapkan Husein, saat ini Pertamina juga sudah mempunyai satu blok minyak di Irak yakni Block 3WD (West Dessert). "Blok tersebut 100 persen milik Pertamina, namun masih dalam tahap eksplorasi. Saat ada gejolak politik di Irak terpaksa operasi dihentikan," katanya
Apa yang terjadi di Irak juga terjadi di dua lapangan minyak di Libya, akibat ada gejolak sosial di negara tersebut operasi dihentikan sementara waktu.*
Pertamina Akan Operasikan Ladang Minyak di Irak
Peristiwa Lainnya:


