Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank
A+ R A-

PT. KAI: Jangan Naik KRL Kalau Tolak Kenaikan Harga Tiket

1824e076015ca4d3438769fe238a4cf3KRL Yang Dimiliki PT. KAI (Foto: Istimewa)

itoday - Penumpang yang tidak setuju dengan kenaikan harga tiket commuter line disarankan agar tidak naik kereta oleh Direktur Pemasaran PT. KAI, Sulistyo Limbo. Sebab menurutnya, ada harga ada rupa.

"Kita akan perbaiki terus (AC dan jadwal kereta). Boleh kalau dia bayarnya lebih, ini KRL Mania-nya minta fasilitas. Nah dia bayarnya berapa, ada uang ada harga. Kalau nggak setuju jangan naik kereta. Karena kita masih butuh perbaikan," ujar Sulistyo di sela-sela Seminar Peningkatan Sistem Persinyalan Perkeretaapian di Jabodetabek di Gedung LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/7).

Menurut Sulistyo, dengan kenaikan tiket commuter line Rp 2.000 bulan Oktober nanti, memudahkan pihaknya meningkatkan kebersihan, petugas keamanan dan petugas pendukung lainnnya. Jika tiket tidak naik, ia meminta pemerintah untuk mensubdisi tiket Commuter Line.

"Karena kita memang butuh kenaikan itu. Kalau untuk ekonomi nggak boleh naik, kan itu ditentukan oleh pemerintah. Saran saya disubsidi pemerintah agar Commuter Line bisa lebih murah," tuturnya.

Ia juga meminta KRL Mania -- komunitas pelanggan KRL -- membandingkan jumlah kereta yang beroperasi saat ini dengan tiga tahun lalu.

"KRL itu rugi. Pokoknya kita mampunya seperti itu. Tapi kalau nggak cocok, jangan dipaksain naik KRL. Diserahkan semuanya ke penumpang. Kita tahu sendiri ada kenaikan, kalau nggak cocok jangan naik," tuturnya.

Berikut tarif KRL Commuter Line yang akan diberlakukan mulai (1/9):

- Rp 9.000,- untuk Relasi Bogor-Jakarta/Jatinegara
- RP 8.000,- untuk Relasi Depok-Bogor
- Rp 8.000,- untuk Relasi Depok-Jakarta/Jatinegara
- Rp 8.500,- untuk Relasi Bekasi-Jakarta/Stasiun Transit
- Rp 8.000,- untuk Relasi Parung Panjang/Serpong-Tanah

Abang/Stasiun Transit
- Rp 7.500,- untuk Relasi Tangerang-Duri/Stasiun Transit.*

Banner

Register

*
*
*
*
*

* Field is required