Menteri BUMN, Dahlan Iskan (Foto: Istimewa)
itoday - Indonesia berpeluang besar menjadi negara modern dengan dukungan lebih dari 100 juta penduduk ekonomi kelas menengah. Namun, kesempatan itu bisa lenyap jika tidak didukung dengan sistem birokrasi yang baik.
"Kalau birokrasi dan masyarakat tidak bisa merubah ini semua maka Indonesia akan gagal menjadi negara modern," kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan saat ditemui dikantor Kementerian BUMN Jakarta Kamis (19/7).
Pendapat Dahlan bukan tanpa alasan, sebab orang kelas menengah keatas memiliki ciri-ciri pikiran untuk serba cepat, tidak mau menderita dan vokal atau jika berbicara keras sekali dengan menggunakan semua media.
Dengan adanya kelebihan tersebut, maka secara otomatis dapat memberikan dorongan yang kuat kepada siapapun, apakah pemerintah, menteri atau pihak manapun.
"Pilihannya ada dua. Kelas menengah ikut birokrasi atau birokrasi ikut kelas menengah. Oleh karena itu pilihannya tinggal satu, birokrasi yang berubah atau tidak. Kalau ini tidak segera dirubah, ini berbahaya bagi masa depan Indonesia," ujar Dahlan.
Dengan dukungan kelas ekonomi menengah ke atas, mantan Dirut PLN ini optimistis Indonesia berpotensi menjadi negara modern ke depannya. Bahkan dari sisi keuangan atau SAL (sisa anggaran lebih) yang mencapai 51 persen, Indonesia sudah membuktikan yang terbaik di tingkat ASEAN.
Harapan Dahlan mengenai Indonesia menjadi negara modern bisa saja menjadi kenyataan. Sebab dari data Bank Dunia, dari sekira 230 juta penduduk Indonesia 100 juta diantaranya adalah penduduk dengan golongan ekonomi menengah keatas. Ini menandakan Indonesia berpenduduk dengan pemikiran yang lebih maju.*

