Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank
A+ R A-

Rubah AD/ART, Pertamina Bisa Jual Listrik

Pertamina01Kantor Pusat Pertamina (Foto: IStimewa)

itoday - Pertamina akan mengembangkan energi terbarukan (EBT) dalam jangka panjang, salah satunya dengan mengembangkan energi panas bumi untuk dijadikan listrik. Hal tersebut ditandai dengan disetujuinya perubahan AD/ART Pertamina, dari perusahaan migas menjadi perusahaan energi oleh Dewan Komisaris PT. Pertamina (Persero).

"Pertamina saat ini bukan hanya fokus dalam minyak dan gas lagi, nanti dimungkinkan geothermal menjual listrik," kata Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, Ali Mundakir saat ditemui di Kementerian BUMN Jakarta, Kamis 26 Juli 2012.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Pertamina (19/7) lalu, disetujui perubahan AD/ART Pertamina dari perusahaan migas menjadi perusahaan energi. Direktur Pengembangan Investasi dan Manajemen Risiko M. Afdal Bahaudin waktu itu menjelaskan perubahan AD/ART tersebut untuk memudahkan ekspansi Pertamina.

Menurut Ali, setelah perubahan AD/ART, Pertamina melalui Pertamina Geothermal Energy (PGE) dapat menjual listrik dengan memanfaatkan panas bumi. Selain itu, Pertamina dapat memanfaatkan ekses power di setiap kilang Pertamina yang kelebihan kapasitas untuk diubah menjadi listrik.

"Jika kita kelebihan gas, bisa kita bangun pembangkit di situ lalu listriknya dijual bagi siapa saja yang membutuhkan," katanya.

Selain itu, Pertamina juga akan membentuk organisasi baru di bawah direktur Gas, dimana akan ada struktur baru yang khusus menangani listrik yaitu divisi gas and power yang akan dipimpin oleh Senior Vice President. Nantinya divisi tersebut akan khusus menangani energi baru terbarukan Pertamina.

Tidak hanya panas bumi, Pertamina juga akan mengembangkan solar cell, atau energi matahari. Untuk itu Pertamina akan bekerjasama dengan PT LEN Industri untuk merealisasikan industri solar photovoltaic (PV) terintegrasi, sebagai wujud komitmen perusahaan untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional yang sejalan dengan visi perusahaan sebagai World Class Energy Company.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan dapat memacu pertumbuhan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya di Tanah Air yang kini hanya mencapai sekitar 17 MWp (megawatt peak) atau 0,05 persen dari total pembangkitan listrik yang ada.

Padahal berdasarkan Perpres No.5/2006, pemerintah mencanangkan 0,2—0,3 persen dalam bauran energi nasional pada 2025 berasal dari tenaga surya atau setara dengan 1.000 MWp yang artinya perlu penambahan 65 MWp per tahun.*

Banner

Register

*
*
*
*
*

* Field is required