itoday - Setiap lebaran tiba, kerap yang paling pertama terpikir dalam benak adalah baju baru untuk berlebaran. Untuk yang lelaki, yang terpikir adalah membeli baju koko, bila diperlukan lengkap dengan sajadah, kopiah dan sarungnya. Bagi yang perempuan, baju muslim dan mukena.
Saat menjelang lebaran tiba, pusat perbelanjaan, atau toko-toko pakaian, berlomba-lomba menawarkan potongan harga gede-gedean. Diskon yang kadang membuat nafsu belanja menggelegak. Bila tak bijak berbelanja, baru sadar bila dana di kantong cepat kempis.
Corporate Affairs Citi Indonesia, Mona Monika, menyarankan, belanja baju lebaran haruslah dengan bijak. Tidak menuruti nafsu belanja, apalagi karena tergiur diskon gede-gedean.
Monika pun membagikan beberapa tips berbelanja baju lebaran, agar tak kebablasan. Tips belanja dia yang pertama, siapkan anggaran belanja jauh-jauh hari. Bahkan ada baiknya anggaran belanja baju Lebaran disiapkan jauh-jauh hari pula.
"Dengan menyisihkan sekitar 5-10 persen pendapatan setiap bulannya," ujarnya, di Jakarta, Jumat (3/8).
Kata dia, bila merasa sebagai orang yang lumayan boros, ada baiknya untuk membawa kartu ATM atau kredit seperlunya. Dan, buatlah daftar belanja. Ia menyarankan agar daftar belanja baju harus dibuat sebelum berangkat ke pusat perbelanjaan.
"Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa keperluan utama tersebut dapat terpenuhi sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan," katanya.
Ia pun mengingatkan, agar jangan mudah tergiur dengan kata “diskon”. Karena kerapkali diskon sering membuat orang berpikir bahwa dirinya dapat berhemat. Tapi banyak orang tertipu dengan kata diskon, lalu membeli barang yang sebenarnya tidak begitu diinginkan.
"Atau diperlukan," ujarnya.
Tips kedua, bijak dalam memutuskan membeli. Kata Monika, sebelum memutuskan membeli baju, ada baiknya untuk mengecek harga atau pakaian sejenis di tempat lain. Dengan begitu, ada peluang untuk mendapatkan harga terbaik dan tidak menyesal.
"Hal ini penting untuk dilakukan karena berdampak langsung pada keuangan," papar Monika.
Tips yang ketiga dari Monika, membeli baju yang sesuai. Menurut dia, ada kalanya seseorang membeli baju dengan ukuran yang lebih kecil hanya karena alasan habis stok dan model yang sedang tenar. Kata dia, itu keliru karena bisa-bisa baju tersebut hanya digunakan sesekali saja.
"Dan tidak dapat digunakan lagi di masa depan. Ada baiknya untuk membeli baju dengan model yang tahan lama dan sesuai dengan ukuran tubuh. Sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama," katanya.
Karena, kata dia, dengan membeli pakaian yang dapat digunakan di masa depan juga merupakan sebuah investasi. "Selamat berbelanja baju lebaran," pungkasnya.
Laporan: Agus Supriyatna


