Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank
A+ R A-

KH Azhar Basyir, Tokoh Muhammadiyah Ahli Kitab Kuning

16eccecc227f3e13f3e84c80ac3824e1KH Ahmad Azhar Basyir (IST)
itoday - Ada anggapan bahwa pengurus Muhammadiyah tidak pandai membaca kitab kuning. Pandangan ini terbantahkan dengan sosok Ketua Umum PP Muhammadiyah (1990-1995) yaitu KH Ahmad Azhar Basyir.

Kemampuan Kyai Azhar Basyir membaca literatur Islam klasik itu karena pernah menempuh pendidikan agama di Irak dan Mesir.

Keberadaan Kyai Azhar Basyir sebagai ketua Umum PP Muhammadiyah memunculkan guyonan Menteri Agama waktu itu Munawir Sjadzali. Saat itu, Munawir mengatakan, Kyai Azhar Basyir itu orang NU yang ada di Muhammadiyah.

Guyonan Munawir Sjadzali itu bukan tanpa alasan, selain Kyai Azhar menguasai ilmu-ilmu klasik keagaamaan sebagaimana orang nahdliyin, dalam kesehariannya beliau selalu menggunakan peci.

Gus Dur yang pada waktu itu, Ketua Umum PBNU itu menimpali bahwa dirinya yang jarang menggunakan peci sebagai orang Muhammadiyah yang ada di NU. Gus Dur juga mengakui kealiman Kyai Azhar Basyir dalam persoalan fiqih.

Dalam Buku Ensiklopedi Tokoh Muhammadiyah dan Muhammadiyah online, diceritakan, Ahmad Azhar Basyir adalah putra pertama dari enam bersaudara dari semua putra Kiai haji Muhammad Basyir Mahfudz dengan Nyai Haji Siti Djilalah Binti Haji Saleh dari Karangkajen dan dengan Nyai Siti Khamdiyah binti Haji Mohammad Noer yang berdarah Kiai Penghulu Landraad dari Banjarnegara.

Putra dari Nyai Haji Siti Djilalah sejumlah empat orang; yang tertua Ahmad Azhar Basyir, Junanah, Saadah, dan Fauzan.

Sedangkan dengan Nyai Khamdiyah berjumlah dua orang putra, yaitu Ahmad Mujahid Basyir dan Mas’ud Fauzi Basyir. Kakeknya Ahmad Azhar Basyir, yaitu Kiai Mahfudz, adalah saudara Kiai Fakih, ayahanda dari Kiai Haji Ahmad Badawi yang juga pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Pada tahun 1957 Kyai Azhar Basyir mendapat tugas belajar di Universitas Baghdad Irak, yang kemudian tidak diselesaikannya, karena pindah ke Universitas Darul Ulum Mesir hingga mencapai gelar master tahun 1968. Tesis yang ditulisnya bertemakan Nizam Al-Mirats fi Indonesia, bainal `Urf wa-al-syari`ah al-Islamiyah (sistim warisan di Indonesia, menurut hukum adat dan Islam).

Kyai Azhar Basyir memangku jabatan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah tidak sampai pada akhir masa kepengurusannya, karena ia pun harus segera dipanggil menghadap Allah.

Ia wafat di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sarjito setelah dirawat di PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Ia meninggal pada tanggal 28 Juni 1994 dalam usia 66 tahun. Ia dimakamkan di Pemakaman Umum Karangkajen Yogyakarta. (Berbagai Sumber)

Banner

Register

*
*
*
*
*

* Field is required