Artega GT Roadster (Foto: Istimewa)
itoday - Dua pabrikan mobil sport asal Jerman dan Italia mengajukan pailit. Hal tersebut terjadi karena hantaman krisis ekonomi yang terjadi di Eropa.
De Tomaso misalnya, pabrikan asal Italia ini telah lama berjuang dengan mencari investor baru, De Tomaso akhirnya gagal mendapatkan kesepakatan dengan pembeli asal China. Akibatnya aktivitas keuangan perusahaan pun harus terhenti dan dinyatakan bangkrut.
Diketahui, pada 2009 lalu, mantan Direktur Eksekutif Fiat, Gian Mario Rossignolo, membeli nama De Tomaso setelah beberapa tahun perusahaan mengalami kebangkrutan.
Rossignolo dan beberapa investor lainnya berencana meluncurkan tiga model baru De Tomaso. Tapi sayangnya langkah itu tidak berjalan mulus, dan perusahaan tidak juga mendapatkan keuntungan.
De Tomaso sendiri beberapa kali berhasil membuat mobil sport seperti, varian sport Pantera yang diproduksi 1971-1996. Model ini memiliki sasis baja monocoque dengan mesin 5,7 liter Ford Cleveland V-8, dengan daya 330-tenaga kuda.
Nasib serupa juga dialami Artega, produsen mobil sport asal Jerman yang mengajukan pailit lantaran tidak bisa mencari investor baru. Rencana penjualan perusahaan ke investor Asia pun kandas dilakukan pada menit-menit terakhir.
Berbeda dengan De Tomaso, pengajuan pailit ini bukan kali pertama Artega mengalami kesulitan keuangan karena gagal mendapatkan investor baru. Pada 2010, perusahaan ini juga sempat ingin dibeli oleh investor Meksiko, tapi gagal di menit-menit terakhir.
Artega sendiri memiliki dua produk, yakni Artega GT yang merupakan mobil sport dengan 300 tenaga kuda dan mobil sport listrik bernama Artega SE yang memiliki kekuatan 380 tenaga kuda.*

