Buku Pelajaran Kurikulum Baru SD Hanya Sekali Pakai

By :   Read 46 times

Ilustrasi (IST)

itoday- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah memastikan bahwa buku teks pelajaran kurikulum 2013 untuk jenjang SD hanya berlaku sekali pakai, untuk tahun berikutnya pemerintah akan mencetak buku baru.

“Karena buku itu diberikan kepada masing-masing siswa, maka pemerintah akan mencetak buku baru untuk tahun berikutnya, karena sudah dicorat-coret,” kata Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemdikbud, Ramon Mohandas, seperti dikutip dari suara merdeka, Kamis (6/6).

Tidak tertutup kemungkinan ada perubahan materi bahan ajar untuk tahun berikutnya. Karena, sejalan dengan implementasi kurikulum baru, pihaknya masih terbuka untuk menerima kritik dan saran untuk perbaikan kurikulum tersebut.

Karena pemerintah mengimplementasikan kurikulum 2013 secara bertahap dan terbatas, maka buku yanh dicetak dan disiapkan sesuai dengan jumlah guru dan siswa yang menjadi sasaran untuk tahun ini. Buku-buku tersebut diberikan secara gratis, dengan demikian, tidak akan membebankan biaya pembelian buku pelajaran kepada orangtua siswa.

“Orangtua tidak akan dibebani, ini diberikan secara gratis,” tegas mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Den Haag itu.

Untuk kelas I SD akan ada sepuluh buku, yang terdiri dari delapan buku sesuai tema dan buku agama. Sedangkan untuk kelas IV SD, disiapkan sembilan buku tema. Namun, untuk saat ini pihaknya baru akan menyiapkan lima buku saja, yang akan digunakan untuk semester pertama.

Adapun buku untuk jenjang SMP meliputi agama, PKN, Bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya, prakarya, bahasa Inggris, serta pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan. Sementara untuk jenjang SMA ada sembilan mata pelajaran yang wajib, tetapi yang dicetak baru tiga mata pelajaran yaitu sejarah, bahasa Indonesia, dan matematika.

Lebih lanjut dijelaskan evaluasi peserta didik akan dilakukan dengan menilai portofolio. Penilaian dan pengukuran akan dilakukan secara otentik atas apa yang siswa lakukan dan dinilain secara kualitatif.

Tahun ini, implementasi kurikulum 2013 dilakukan terbatas, untuk jenjang SD diterapkan di sebanyak 2.598 sekolah untuk kelas I dan IV, sedangkan untuk SMP di kelas VII sebanyak 1.436 sekolah. Sementara pada jenjang SMA di 1.270 sekolah dan SMK di 1.021 sekolah untuk kelas X. “Tahun ketiga terimplementasi di semua jenjang,” tegasnya.

Komentar

*

*