itoday - Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya melakukan gebrakan di bidang maritim melalui kerjasama dengan Jerman dalam pembangunan kapal. Yang dikembangkan pun bukan kapal sembarangan. Kapal tersebut akan mampu mengangkut penumpang dalam jumlah banyak. Tidak hanya itu, ITS juga akan membuat kapal pengangkut bahan energi.
Pembantu Rektor (PR) I ITS Prof. Dr. Ing. Ir. Herman Sasongko menjelaskan, galangan kapal nasional juga terlibat dalam proyek tersebut. Menurutnya, pertemuan ITS dengan pihak Jerman baru-baru ini juga akan membahas sistem transportasi laut dan darat di Indonesia, hingga teknologi maritim di Indonesia.
''Rencananya kerjasama tersebut akan terus ditindaklanjuti hingga dapat dibuat industri kapal dan dapat diproduksi secara massal,'' ujar Herman, dikutip dari situs ITS, Kamis (26/7).
Herman juga menjelaskan, kerjasama dengan Jerman juga akan membahas permasalahan Indonesia di bidang transportasi dan logistik.
"Kita masih memiliki banyak masalah di dua bidang ini. Padahal, dua bidang itu merupakan hal yang penting untuk menopang pertumbuhan industri," imbuh dosen Jurusan Teknik Mesin ini.
Dalam pertemuan tersebut juga disinggung program Fast Track ITS. Herman yang mewakili ITS berharap, pihak Jerman dapat mendukung keberadaan para mahasiswanya yang menerima beasiswa Fast Track. "Misalnya dengan kemudahan dengan berbagai kebijakan yang ada," katanya.
Pihak Kedutaan Jerman pun memberi tanggapan baik dengan berjanji akan membantu menangani hal tersebut. Tidak hanya itu, Dirjen Perhubungan Jerman Jen Muecke, Mbd., pun melontarkan pujian dengan menyebutkan ITS telah dan diharapkan bisa terus mencetak insinyur-insinyu handal.
"ITS telah menghasilkan banyak lulusan berkualitas yang mumpuni untuk bekerja di bidang yang mereka kuasai," ujar Jen.*
Gandeng Jerman, ITS Bangun Kapal Angkut
Peristiwa Lainnya:


