Tim MC ITS dan Kapal Rojo Segoro (Foto: Istimewa)
itoday - Tim Maritim Challange Institut Teknologi Sepuluh November (MC ITS), Surabaya berhasil mempecundangi tim Inggris Raya di kategori lomba Jackstay Transfer, yang diadakan pada lomba Atlantic Challenge 2012 di Irlandia.
Dalam kategori lomba tersebut, tiap tim beranggotakan 15 orang harus membawa barang dari kapal induk ke dermaga dengan menggunakan tiang dan tali. Karena itu, tiap tim dibagi menjadi dua kelompok, 13 orang menjadi awak kapal di laut, dan dua orang lainnya menjadi awak darat.
Humas MC ITS Fiqhi Dian Nasrullah menuturkan, penilaian pada kategori ini meliputi ketepatan, team work, keterampilan, dan tanggap kondisi. Tidak hanya itu, peserta juga berhadapan dengan penalti dan waktu.
Dalam lomba tersebut, kapal Rojo Segoro milik tim MC ITS berhadapan dengan tim Inggris Raya yang merupakan gabungan dari tim Wales, Skotlandia, dan Inggris.
"Banyak yang menjagokan tim Inggris Raya, dan berpendapat mereka akan meraih poin maksimal serta dengan mudah mengalahkan tim Indonesia. Apalagi dari segi fisik, tim Inggris Raya jauh lebih unggul,'' kata Fiqhi seperti dikutip dari ITS Online, Jumat (27/7).
Fiqhi menceritakan, awalnya tim Inggris Raya memimpin perlombaan. Sesaat setelah bel berbunyi, awak kedua kapal harus mendayung hingga ke pantai untuk mentransfer barang. Namun, keunggulan Inggris Raya tidaklah bertahan lama. Usai kapal berbelok, Rojo Segoro berhasil mengejar tim Inggris Raya dan mentransfer barang dengan baik, rapi dan tanpa pinalti.
Dukungan penonton yang berbalik ke tim Tanah Air pun menjadi pelecut untuk mencatatkan hasil maksimal. "Tim ITS berhasil tiba di garis finish 2,8 menit lebih cepat dari tim Inggris Raya," ujar Fiqhi.
Pembimbing tim MC, Prof. Ir. Daniel M Rosyid, PhD., MRINA, turut senang dengan kemenangan ini. ''Hasil yang cukup memuaskan,'' ujarnya.
Tidak heran, kemenangan Rojo Segoro atas Inggris Raya ini menempatkan tim MC ITS di peringkat enam. Rojo Segoro pun mengungguli Inggris, Amerika Serikat (AS), Italia, Finlandia, Kanada, dan Prancis. Dan menjadikan tim MC ITS sebagai kuda hitam dalam ajang lomba tahunan tersebut.*

