Kemendikbud Tambah Penerima Bantuan Siswa Miskin

By :   Read 67 times

M Nuh (IST)

itoday- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengambil kebijakan untuk menambah jumlah penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM), yang dialokasikan dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013. Hal itu juga merupakan wujud kompensasi atas rencana kenaikan harga BBM.

Rencana tersebut disambut baik oleh Komisi X DPR RI. Namun, Kemdikbud diingatkan untuk dapat menjamin keakuratan data penerima BSM, sehingga program tersebut dapat tepat sasaran.

“Problem kita itu ada di data. Karena di Kementerian Sosial ada program keluarga harapan yang target dan basisnya juga dari keluarga miskin,” kata anggota Komisi X dari Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding saat raker dengan Kemdikbud, di Gedung DPR, kamis (30/5).

Keseriusan pemerintah untuk menghimpun data menjadi poin penting agar program tersebut dapat berjalan efektif. “Transparansi data itu harus diperhatikan serius. Bagaimana pemerintah bisa menjamin bahwa tidak terjadi tumpang tindih,” ungkapnya.

Dalam RAPBN-P 2013, Kemdikbud mengusulkan anggaran sebesar Rp 7,4 triliun. Jumlah tersebut akan dialokaskan untuk memperluas cakupan program BSM, dari 5,9 juta siswa menjadi 12,6 juta siswa.

Tidak hanya itu, unit cost juga bertambah. Untuk SD dari Rp 360.000 per siswa per tahun menjadi Rp 450.000 per siswa per tahun. SMP dari Rp 560.000 menjadi Rp 750.000, sedangkan untuk SMA/SMK tetap Rp 1 juta per siswa per tahun.

Data yang akan digunakan Kemdikbud mulai tahun ini tidak lagi berbasis sekolah, melainkan data berbasis keluarga atau rumah tangga kurang mampu yang dihimpun oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), di bawah Sekretariat Wakil Presiden.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, dengan bertambahnya cakupan tersebut maka penerima BSM tidak hanya berasal dari kelurga miskin, namun keluarga yang masuk dalam kategori hampir miskin.

“Kategori miskin dan hampir miskin itu hampir tidak ada bedanya. Karena itu, cakupannya kita naikkan, sehingga daerah ambang abu-abu lebih aman. Semua yang miskin dapat dan yang hampir miskin juga kita pastikan dapat,” ujar Nuh.

Selain penambahan unit cost, pihaknya juga mengusulkan penambahan uang sebesar Rp 200.000 pada masing-masing penerima BMS untuk mengurangi beban pembiayaan pendidikan dan sebagai kompensasi rencana kenaikan BBM. “Tapi, ini sifatnya tidak langgeng, hanya untuk tahun ini. Unit cost BSM itu harus langgeng dan dipastikan berkelanjutan,” ujarnya


Mau beli/jual Barang dengan harga OK ?? klik disini!!!

Komentar

*

*

Mau beli/jual, gadget/SP/hp harga murah ?? klik disini!!!