Universitas Leuven (Foto: Istimewa)
itoday - Katholieke Universiteit Leuven (K.U. Leuven), Belgia, salah satu universitas terbesar, tertua, dengan peringkat tertinggi di Eropa, menawarkan kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk menimba ilmu di negara tersebut.
Leuven menawarkan program akademis dalam bahasa Inggris, dengan didukung riset multidisplin berkualitas tinggi di universitas dan di rumah sakit universitas.
Saat ini tercatat sekitar enam ribu peneliti asal 120 negara yang berpartisipasi dalam riset K.U. Leuven. Tawaran tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Duta Besar RI untuk Belgia, Arif Havas Oegroseno dengan Rektor Universitas K.U. Leuven Prof. Mark Waer.
Menurut data K.U. Leuven per 16 Agustus 2011, tercatat 43Â mahasiswa asal Indonesia yang tengah menuntut ilmu di sana. Sebagai perbandingan, 496 mahasiswa asal Cina dan 307 mahasiswa asal India.
Sementara itu, dari 5.530 orang mahasiswa internasional di K.U. Leuven pada 1 Februari 2011, 2.748 di antaranya berasal dari negara Uni Eropa.
Sistem pembiayaan bersama pemerintah bagi pendidikan tinggi di wilayah Flanders, tuition fees bagi pelajar non-Belgia untuk program S1 dan program Master hanya 578,70 Euro (sekitar Rp. 6,8 juta) per tahun ajaran.
Tuition fees bagi pelajar program Advanced Master atau Specialized Master berkisar dari seribu Euro (sekitar Rp. 11,9 juta) hingga 8.000 Euro (sekitar Rp. 95,2 juta) per tahun ajaran.
Pilihan program yang dapat diambil di K.U. Leuven adalah, Nanoscience, Chemical Engineering, Molecular Biology, Water Resources Engineering, dan Food Technology.
Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui situs web K.U Leuven, www.kuleuven.be.*
reporter: Azka

