Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank
A+ R A-

Pria Metroseksual Berpotensi Jadi Gay

Pria KulitIlustrasi (Foto: Istimewa)
itoday
- Pergaulan ternyata dapat membentuk watak seseorang. Hal itu menjadi kesimpulan penelitian yang dilakukan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Hasil penelitian yang tertuang dalam skripsi berjudul "Hubungan Gaya Hidup Metroseksual dengan Kecenderungan Menjadi Gay" ditulis Masrur Yusuf selama enam bulan. Banyak pengalaman menarik yang dialami mahasiswa Psikologi tersebut selama meneliti kehidupan kaum metroseksual tersebut.

"Salah satunya,ada responden yang minta hadiah ciuman karena sudah bersedia diteliti," ujarnya.

Untuk mendapatkan kesimpulan tersebut, Masrur meminta 50 responden menjadi subyek penelitiannya dengan menjawab seratus pertanyaan di dalam angket buatannya.

Hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata ada korelasi positif antara gaya hidup seorang metroseksual dengan kecenderungan menjadi gay. Menariknya, mereka bukanlah berasal dari kalangan sembarangan. Kebanyakan berasal dari kalangan jetset dengan kisaran usia antara 30-45 tahun.

"Pria atau kaum metroseksual itu memiliki gaya hidup yang narsis, hedonis, dan dandis. Mereka memang dari kalangan yang berduit. Bagi mereka, sudah tidak ada lagi batasan yang membedakan pria dan wanita. Pria ataupun wanita sama saja," jelas mahasiswa yang akrab dipanggil Arul ini.

Selama penelitian, Arul harus berjibaku dengan segala godaan yang diterimanya. Bahkan, ia mengaku godaan tersebut hampir membuatnya terlena saat menggali data. Untuk mendapatkan data yang valid, dia harus rajin datang ke mall, gay bar, butik pria, dan tempat-tempat tertentu lainnya.

"Dari 50 responden yang mengisi angket, lebih dari separuhnya meminta "imbalan". Ini yang membuat saya harus pintar-pintar meyakinkan kepada mereka untuk mengisi angket dengan jujur dan benar," ungkap mahasiswa kelahiran Gresik, 26 Agustus 1988.

Kesulitan dalam meneliti kasus ini sudah bisa dilihat sejak awal. Teman-temannya tidak berani mengambil judul tersebut. Dengan kesulitan itu, Arul mengaku sangat tertantang menyelesaikannya. Dengan modal berani dan jalan dari teman-temannya, akhirnya bisa menyelesaikan penelitian tersebut.

"Kebetulan saya memiliki teman yang merupakan kaum metroseksual. Dari dulu saya memang secara pribadi tertarik dengan kehidupan mereka yang cukup unik. Jadi ini akhirnya memudahkan saya untuk melakukan penelitian," paparnya.

Hasil jerih payahnya pun mulai terlihat dengan nilai IPK 3,38 saat kelulusannya. Arul berharap hasil penelitian yang dilakukan bisa menjadi pengetahuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Pasalnya, persoalan metroseksual akan berakibat buruk kepada kehidupan.

Untuk itu Arul menghimbau masyarakat agar jangan sampai terjerumus dalam pergaulan yang salah, apalagi terlalu dalam masuk "jurang" kehidupan metroseksual dan terlibat secara langsung kehidupan kaum gay.

Sebab, jika terlalu masuk dalam kehidupan kaum gay maka akan sulit untuk mengembalikan sebagai kehidupan sebelumnya. Namun, jika ingin mengetahui proses kehidupannya tidak akan menjadi masalah yang besar.*

Banner

Register

*
*
*
*
*

* Field is required