itoday - Lantaran berdiri di tanah yang sedang bersengketa, sebanyak 162 siswa SDN Toket Laok II, Kecamatan Bangkalan, Madura, Senin (18/6), terlantar karena sekolah mereka disegel seorang warga yang mengaku sebagai pemilik lahan sekolah itu.
"Kami terpaksa menyegel sekolah ini karena sampai saat ini pihak dinas pendidikan belum melunasi kekurangan uang tanah sekolah ini," kata Nizar Hidayat, warga yang menyegel lembaga pendidikan itu menggunakan palang bambu.
Nizar menjelaskan, pada 1988, Dinas Pendidikan Bangkalan (Disdik Bangkalan) membeli tanah seluas 1.000 meter persegi miliknya untuk ditempati SDN Toket Laok II. Namun, pembayaran tanah masih kurang Rp 5 juta.
"Nah, sampai saat ini Disdik belum melunasi kekurangan uang tersebut, sedangkan sekolahnya baru saja dibangun," ucap Nizar.
Pria berumur 38 tahun ini mengaku sebenarnya tidak ingin melakukan tindakan yang mengakibatkan proses kegiatan belajar-mengajar itu terganggu. Namun karena Disdik Bangkalan tidak juga melunasi kekurangan meski sudah beberapa kali ditagih, dia terpaksa melakukan aksi penyegelan.
Sementara itu, para siswa terlihat hanya duduk di bawah pepohonan di sekitar sekolah. Tidak ada dari para guru yang berani membuka segel ruang kelas yang dipasang pemilik lahan karena takut diamuk warga setempat.
Dilain pihak, Kepala SDN Toket Laok II Wahyudi Basuki mengaku tidak tahu menahu terkait utang-piutang pembayaran tanah tersebut. "Saya tidak tahu atas persoalan ini," ucap Wahyudi.
Salah seorang siswa kelas V di SDN Toket Laok II Maulidiyah berharap, sengketa lahan segera diselesaikan. "Kalau segelnya tidak dibuka, tentu kami tidak akan bisa belajar di ruang kelas," ucap Maulidiyah.
Nizar Hidayat sendiri akan tetap menyegel sekolah jika Disdik Bangkalan belum melunasi kekurangan uang tanah. "Sampai kapan pun segel sekolah itu tidak akan saya buka sebelum Disdik membayar kekurangan uang tanah senilai Rp 5 juta itu," ungkapnya.*
Tanah Belum Lunas, SDN Toket Disegel
Peristiwa Lainnya:


