Seorang anggota Kopassus yang berhasil mencapai dasar lembah, sedang mengambil
itoday - Pasukan elit Angkatan Darat, Komando Pasukan Khusus (KOPASSUS) dibawah pimpinan Letnan Kolonel Taufiq Shobri patut berbangga diri dan tenang, karena benda yang paling dicari untuk mengungkap tragedi jatuhnya Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) di Gunung Salak, Bogor, berhasil ditemukan.
Apalagi, Kopassus harus berusaha ekstra keras menempuh medan ekstrim untuk mengevakuasi black box tersebut.
"Kami sudah merasa lega, sekian hari melakukan pencarian bersama rekan tim lain akhirnya membuahkan hasil yang maksimal," kata Shobri yang ditemui di Posko Pengendali utama evakuasi pesawat Sukhoi di Balai Embrio Ternak Cipelang, Bogor. Jawa Barat. Selasa (15/5) malam.
Menurutnya, beratnya jalur yang menuju lokasi jatuhnya pesawat, membuat proses evakuasi korban maupun puing pesawat agak lama dilakukan, apalagi dua hari belakangan ini, lokasi terus diguyur hujan yang mengakibatkan kondisi medannya menjadi basah dan licin.
"Medan yang harus ditempuh untuk mencapai lokasi puing pesawat sangat berat, karena posisinya didasar lembah dengan kedalaman 400 meter, namun saya yakin dengan kemampuan anggota saya," ujarnya.
Meski saat diketemukan tidak dalam kondisi utuh, kotak hitam yang langsung diserahkan kepada Komandan Korem 061/Suryakencana Kolonel Inf Putranto pada Selasa (15/5) pukul 21.30 WIB, membuktikan upaya evakuasi yang dilakukan pemerintah Indonesia yang melibatkan berbagai pihak membuahkan hasil.*
Reporter: Tim Kontributor


