Direktur PT Cipta Inti Parmindo Minta Kasusnya Ditangani KPK

By :   Read 53 times

Gedung KPK (IST)

itoday – Pihak Direktur PT Cipta Inti Parmindo Yudi Setiawan, meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengambil alih kasusnya. Hal itu dikatakan kuasa hukumnya,  Eben Eser Ginting. Menurut Eben, permohonan pengambilalihan perkara Yudi setiawan oleh KPK, karena menilai, penanganan perkara kliennya oleh Kepolisian tak maksimal.

“Kita minta KPK segera mengambil alih kasus ini,” kata Eben dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (1/3).

Menurut Eben, kliennya, Yudi, disangka turut serta melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus kredit model Keppres Bank Jatim cabang HR Muhammad Surabaya.  

Ia menilai kepolisian tidak berimbang dan tidak obyektif dalam melakukan pemeriksaan terhadap Yudi.  Kata dia, dalam kasus tindak pidana korupsi pada Bank Jatim penyidik tidak pernah mengusut penerima aliran dana dari rekening-rekening yang telah disita menjadi barang bukti.

“Dalam kasus ini Polri telah tebang pilih. Karena, penyidikan hanya berkutat disekitar keluarga klien kami saja,” ujarnya.

Padahal kata Eben, ada yang lebih penting lagi ketimbang kasus ini. Menurutnya, dalam kasus Tipikor pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Barat dan Banten (Tbk) cabang Surabaya kepada PT Cipta Inti Parmindo,  proses pencairan dana itu tidak lepas dari peran Elda Devianne Adiningrat.

“Ada dugaan kuat dananya mengalir ke Ahmad Fahanah dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq,” ujarnya.

Eben menambahkan, dana tersebut digunakan untuk keperluan pengamanan proyek di Kementerian Pertanian. Dana dari Bank BJB ini juga digunakan untuk keperluan pembiayaan quota daging sapi impor, dimana ketiganya saat ini telah dijadikan tersangka oleh KPK.

“Dengan demikian sudah sepatutnya sebaran aliran dana yang begitu besar kepada “penikmat” dana tersebut diusut secara tuntas. Adanya dugaan gratifikasi ini harus diusut,” jelasnya.

Komentar

*

*