Demonstrasi Anti FPI di Bunderan HI (Foto: Istimewa)
itoday - Beberapa orang dari berbagai elemen masyarakat, LSM, organisasi, dan komunitas menyerukan tolak kekerasan dan keberadaan Front Pembela Islam (FPI) di bundaran Hotel Indonesia. Jakarta. Selasa (14/2)
Koordinator Lapangan, Bhaga, mengatakan, FPI yang sudah meresahkan masyarakat dan aksi ini untuk mengajak masyarakat Jakarta sadar akan anarkisme yang sering dilakukan FPI selama ini.
"Aksi ini dari berbagai elemen masyarakat, tapi mereka tidak membawa nama LSM atau organisasinya, mereka bawa nama pribadi atas nama warga Jakarta, aksi ini untuk menyadarkan masyarakat soal kekerasan FPI," kata Bhaga, yang di temui itoday dilokasi demo.
Dijelaskannya, seruan ini bukan hanya kita sampaikan disini, tapi juga melalui media jejaring sosial seperti, Twitter, Facebook.
"Seperti di twitter, kita sebar dengan #Indonesia Tanpa FPI, #Indonesia Tanpa Kekerasan," terang Bhaga.
Diungkapkan Bhaga, FPI selama ini telah terbukti melakukan tindak kekerasan dan anarkisme terhadap kelompok minoritas di Jakarta.
"Kemungkinan akan ada aksi lanjutan, karena kita tidak mau gerakan ini berhenti sampai di sini saja," ujar Bhaga.
Dalam aksinya, mereka membawa berbagai spanduk menentang kekerasan dan menolak keberadaan FPI yang dibentangkan di bundaran HI bertuliskan "Indonesia tanpa FPI", "Pemerintah Jangan Pelihara Preman Berjubah", dan "Kado Valentine Untuk Habib Rizieq".
Aksi yang dimulai dari pukul 16.00 WIB ini juga sempat membuat arus kendaraan di Bundaran HI tersendat. Dan setidaknya lima orang diamankan dan dibawa dengan kendaraan polisi dari lokasi. Karena diduga terlibat insiden kekerasan sepanjang unjuk rasa berlangsung.*
reporter: Dhanny


