Penggalangan Dana dan Dukungan ICW (ist)
itoday - Indonesian Corruption Watch (ICW) akhirnya mengakui menerima dana dari sejumlah lembaga asing. Di antaranya United State Aid (USAID), Australia Aid (AusAID), dan Bloomberg Initiative.
Pengakuan itu disampaikan Koordinator ICW Danang Widoyoko, di Jakarta, Jumââ¬â¢at (29/6). ICW mengaku, kendati mendapatkan bantuan dana dari pihak asing, ICW telah melaporkan dan mempublikasikan sumber pendanaan tersebut.
Khusus untuk dana Bloomberg, ICW menerima dana dari Bloomberg melalui program Free Kids Control.ÃÂ ICW berdalih ingin ikut berperan dalam menekan angka konsumsi rokok pada anak.
Diberitakan sebelumnya, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menuding ICW menerima dana dari lembaga yang diinisiasi Walikota New York, Michael Bloomberg itu. ICW dituding menerima dana dari Bloomberg Initiative sebesar US$ 45,470.
Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Ribka Tjiptaning mengecam juga ICW, bahwa sebagai sebuah lembaga yang concern memberantas korupsi, ternyata ICW menerima dana asing untuk kampanye anti rokok. "Saya sangat menyayangkan ICW," kata politisi PDIP Ribka Tjiptaning kepada wartawan, Kamis (28/6).
Menurut Ribka, dana dari asing itu untuk mendukung rancangan PP Tembakau. Padahal para petani tembakau menganggap rancangnan itu akan mematikan industri rokok.
Ribka menganggap ICW sudah melacurkan diri dengan menerima uang dari pihak asing. "Akhirnya ketahuan terima duit dari asing. Mereka melacurkan bangsanya sendiri. Kita tahulah bagaimana mereka mendapatkan uang," paparnya.
Seperti dirilis situs www.tobaccocontrolgrants.org, ÃÂ ICW menerima dana US$45.470. Dana tersebut dikucurkan pada periode program bulan Juli 2010 hingga Maret 2012.


