Indonesia Beli Ratusan Unit Rudal Anti Tank Dari Paman Sam

By :   Read 70 times

FGM-148 Javelin, Senjata Anti Tank Yang Akan Dibeli Indonesia (Foto: Istimewa)

itoday – Setelah 24 unit pesawat tempur F-16, rudal AGM-65 Maverick dan kemungkinan mendapatkan heli tempur AH-64 D Apache, TNI berencana membeli ratusan unit alat utama sistem senjata (Alutsista) jenis Anti Tank Guided Missile (ATGM) Javelin Block I dari Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari The Strait Times (6/11), Pemerintah Indonesia menyatakan minatnya untuk mengakuisisi senjata rudal anti tank buatan AS ini. Dan sepertinya keinginan tersebut diamini oleh Kongres AS, sebagaimana dilaporkan Defense Security Cooperation Agency (DSCA).

Dalam laporan DSCA disebutkan bahwa Pemerintah Indonesia sudah mengirimkan proposal kepada AS untuk mengakuisisi 180 unit ATGM Javelin Block I, 25 Command Launch Unit, Missile Simulation Round (MSR), Battery Coolant Unit (BCU), Enhanced Basic Skill Trainer, Weapon Effect Simulator, dan perlengkapan lainnya dengan nilai kontrak mencapai AS$ 60 juta.

Pihak Raytheon/Lockheed Martin Javelin Joint Venture (JJV) sendiri tidak banyak memberikan komentar apakah ada offset bagi Indonesia dalam kontrak pengadaan senjata ini di laporan DSCA.

Kongres AS sendiri menyetujui proposal pengadaan senjata dari Indonesia dengan alasan, pembelian senjata ini tidak akan mempengaruhi dan membahayakan keseimbangan kmiliter kawasan yang sudah terbangun selama ini.

Dengan adanya pernyataan dari DSCA ini semakin membuktikan bahwa Indonesia sedang berencana menambah arsenal persenjataannya, khususnya ATGM. Hal itu terbukti di pameran Indo Defense 2012 yang diadakan awal Nopember 2012, dimana banyak negara yang membawa ATGMnya, seperti Ukraina, Belarusia, Swedia, Rusia, Jerman dan negara lainnya.

Javelin (FGM-148 javelin) adalah rudal anti tank buatan AS yang mulai diproduksi sejak 1996, dan sudah terbukti kemampuannya di berbagai peperangan seperti  Operation Enduring Freedom (2001-sekarang), Operation Iraqi Freedom/Operation New Dawn (20 Maret 2003-15 Desember 2011).

ATGM ini juga sudah digunakan oleh banyak negara selain AS sendiri, yakni Australia, Bahrain, Republik Ceko, Kanada, Perancis, Inggris, Taiwan, Yordania, Oman, Arab Saudi dan beberapa negara lainnya.

Dalam pengadaan ini, sepertinya Pemerintah Indonesia akan menggunakan fasilitas Foreign Military Sales (FMS) yang diberikan Pemerintah AS. Namun entah kapan realisasi dan kedatangan senjata tersebut. *

Komentar

*

*