"Pernyataan Foke di depan warga yang tengah tertimpa musibah kebakaran itu, kontra produktif dan bagian dari bunuh diri Foke," kata pengamat politik dari Undip, Susilo Utomo kepada itoday, Jumat (10/8).
Menurut Susilo, pernyataan itu justru merugikan Foke sendiri dan menaikkan popularitas Jokowi. "Warga Jakarta semakin benci dengan sikap Foke yang terlihat arogan itu. Padahal putaran kedua Pemilukada DKI tinggal sebulan lagi," jelasnya.
Kata Susilo, gaya-gaya Foke yang terlihat arogan itu justru menjadi titik lemahnya. "Kalau dibandingkan dengan Jokowi sangat berbeda. Jokowi terlihat kalem dan lebih merakyat," papar Susilo.
Selain itu, sikap mendua Foke terkait isu SARA yang dihembuskan penyanyi dangdut Rhoma Irama akan menjadikan masyarakat Jakarta tidak memilihnya. "Satu sisi Foke menolak kampanye SARA, tetapi tidak mengkritik ceramah Rhoma yang terindikasi menyebarkan isu SARA. Ini khan membingungkan warga Jakarta," jelasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, beredar video rekaman calon gubernur DKI incumbent Fauzi Bowo yang meminta warga korban kebakaran di Karet Tengsin, Jakarta Pusat membangun rumah di Solo, jika memilih cagub Joko Widodo atau Jokowi.
Video berdurasi sembilan detik itu pertama kali diunggah di situs Youtube dengan titel ‘FOKE : "Kalo nyolok jokowi mah bangun di solo aja sono". Penyebaran video itu dilakukan melalui BlackBerry Messenger, sosial media dan email.
Dalam video itu tampak Foke menanyakan pilihan warga korban kebakaran Karet Tengsin pada Pemilukada DKI 2012 putaran kedua. “Lu nyolok siapa? Kalau nyolok Jokowi mah bangun di Solo aja sono,” kata Foke.
Terlihat bahwa video diambil saat Foke mengunjungi tempat penampungan sementara korban kebakaran yang meludeskan ratusan rumah di kawasan Kali Mati, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (6/8).



