itoday - Partai Gerindra menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta para menteri yang berasal dari partai politik untuk mengundurkan diri hanya sebagai pencitraan saja.
"Pencitraan," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Martin Hutabarat kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/7).
Menurut Martin, perintah SBY ini juga menunjukkan para pembantu presiden yang tidak memiliki kemapuan. "Bukan presiden yang tidak kerja dengan baik, tapi menterinya. Ini karakter SBY, puluhan tahun begitu," jelasnya.
Ia juga menilai, SBY yang memberikan peringatan terhadap menterinya itu sebagai bentuk curhat melihat kiprah para pembantunya itu tidak bekerja secara baik. "Harusnya dibicarakan secara internal bukan diumbar ke publik," ungkap Martin.
Kata Martin, para menteri yang diperingatkan Presiden SBY itu tidak akan mundur. "Lebih efektif, panggil menterinya dan beritahu kalau kinerjanya tidak baik, sebaiknya legowo mundur. Maka menterinya itu mundur," paparnya.
ÃÂ
ÃÂ
ÃÂ
ÃÂ



