itoday - Muhammadiyah tidak akan mengikuti sidang itsbat Kementerian Agama terkait awal Ramadhan 2012. Sikap itu ditujukan untuk mengurangi ketegangan dan untuk kebaikan bersama.
Pernyataan sikap Muhammadiyah itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin di Yogyakarta, Minggu (15/7). Din juga menyatakan Muhamadiyah telah menetapkan awal puasa jatuh pada hari Jumââ¬â¢at (20/7), dan 1 Syawal pada 19 Agustus.
Pertimbangan Muhammadiyah, sesuai perhitungan hisab, Kamis (19/7) ketinggian hilal telah mencapai 1,36 derajat. Saat ketinggian hilal 0,5 derajat, maka saat itu sudah dihitung sebagai awal bulan baru.
"Perhitungan yang dilakukan Muhammadiyah mengacu pada pendekatan ilmiah. Perhitungan dengan dasar hisab pun sudah dilakukan sejak dulu," tegas Din.
Terkait dengan perbedaan hitungan awal Ramadhan itu, Din berharap seluruh masyarakat saling menghormati dan menghargai.ÃÂ "Perbedaan awal puasa Ramadhan tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Puasa adalah ibadah yang dilakukan atas dasar keyakinan dari masing-masing umat," kata Din.
Sementara itu Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Muââ¬â¢tiàmenyatakan, penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal àmenjadi polemik karena pemerintah tidak mengakomodir masukan beberapa organisasi Islam. Muhammadiyah tidak ikut sidang itsbat karena ormas yang diundang hanya memberikan pengukuhan atas apa yang diputuskan pemerintah.
ÃÂ



