itoday - Jangan sampai ada di pikiran masyarakat, Muhammadiyah arogan dengan keputusan awal Ramadhan yang masih berpatokan dengan wujudul hilal.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maââ¬â¢ruf Amin kepada itoday (15/7) menanggapi sikap Muhammadiyah yang tidak akan ikut istbat pemerintah soal awal Ramadhan 2012.
ââ¬ÅSelama ini pemerintah mengundang semua ormas termasuk Muhammadiyah. Tetapi jika diumumkan ke masyarakat soal Muhammadiyah tidak ikut sidang istbat dengan alasan tidak pernah didengar, itu akan menimbulkan tafsiran bermacam-macam terhadap Muhammadiyah,ââ¬Â tegas Maââ¬â¢ruf Amin.
Makruf juga menampik jika dikatakan sidang istbat tidak pernah mau menerima masukan dari ormas lain, termasuk Muhammadiyah. ââ¬ÅSelama ini, semua ormas dilibatkan. Sejak dahulu Muhammadiyah didengar juga. Tidak ada, yang dikatakan sidang istbat itu hanya ketok palu. Semua melalui proses,ââ¬Â tegas Maââ¬â¢ruf.
Menurut Maââ¬â¢ruf, dalam sidang istbat, semua ormas dimintai pendapat terkait diterima atau tidaknya suatu kesepakatan. Dalam sidang, semua perwakilan ormas diberi kesempatan berbicara.
MUI, kata Maââ¬â¢ruf, menyayangkan sikap Muhammadiyah yang tidak ikut sidang istbat. ââ¬ÅKami menyayangkan sikap Muhammadiyah itu. Kami menghargai perbedaan tetapi tidak ada pemaksaan. Kita berusaha untuk menyatukan berbagai macam metodologi penghitungan hisab untuk menentukan awal dan akhir bulan,ââ¬Â kata Maââ¬â¢ruf.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin, menyatakan àMuhamadiyah telah menetapkan awal puasa jatuh pada hari Jumââ¬â¢at (20/7), dan 1 Syawal pada 19 Agustus. àMuhammadiyah juga tidak akan mengikuti sidang itsbat Kementerian Agama terkait awal Ramadhan 2012. Sikap itu ditujukan untuk mengurangi ketegangan dan untuk kebaikan bersama.
Sementara itu Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Muââ¬â¢tiàmenyatakan, penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal àmenjadi polemik karena pemerintah tidak mengakomodir masukan beberapa organisasi Islam. Muhammadiyah tidak ikut sidang itsbat karena ormas yang diundang hanya memberikan pengukuhan atas apa yang diputuskan pemerintah.
ÃÂ
Reporter: Achsin
ÃÂ



