itoday - Elektabilitas Partai Gerindra akan merosot jika Gerindra tidak konsisten mempertahankan kohesivitas internal organisasi.
Pendapat itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Paramadina Gun Gun Heryanto kepada itoday (26/7) menanggapi hasil survei Harian Kompas yang menempatkan Partai Gerindra di urutan keempat atau meraih 6,4 persen.
Gun Gun mengingatkan, elektabilitas Partai Gerindra akan ditentukan oleh seberapa tahan konsistensi Gerinda bisa mempertahankan kohesivitas internal organisasi. "Saat ini ada beberapa pengurus DPP Partai Gerindra yang menyatakan keluar. Semakin banyak kader Gerindra yang tidak nyaman dengan kepengurusan di DPP Gerindra dan adanya konflik bisa menurunkan elektabilitas partai," tegas Gun Gun.
Menurut Gun Gun, Partai Gerindra memiliki sejumlah modal politik. "Gerindra sudah punya pengalaman elektoral 2009. Infrastruktur sudah dibangun sejak 2009. Di sisi lain, saat ini posisi Prabowo Subianto sudah semakin menguat dalam bursa Capres 2014," kata Gun Gun.
Diberitakan sebelumnya, Partai Gerindra menjadi salah satu partai politik yang elektabilitasnya melesat berdasarkan hasil survei Kompas. Survei Litbang Harian Kompas itu dilakukan pada 16-19 Juli 2012 di 33 ibu kota provinsi. Survei ini melibatkan 1.008 responden dengan sampling error 3,1 persen.
Hasil dari survei tersebut menyebut Partai Gerindra dan NasDem sebagai dua partai yang akan mendapat perolehan suara signifikan jika pemilu digelar saat ini. Sedangkan, Partai Demokrat akan menjadi partai dengan penurunan suara paling signifikan.
Reporter: Achsin
Pengamat: Konflik Internal Ancam Elektabilitas Gerindra
Peristiwa Lainnya:



