Putusan MK tentang Anak di Luar Nikah, Legalkan Zina

By :   Read 88 times

Pengemis Anak (ist)

itoday – Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah ketentuan UU 1/1974 tentang anak di luar nikah telah menjadi bukti bahwa negara tidak mau ambil pusing terkait pihak yang harus bertanggungjawab. Negara harus mengadopsi anak yang lahir di luar nikah.

“Hubungan zina itu tidak ada ikatan pernikahan. Jika lahir anak hasil perzinahan, itu harus diambil atau diadopsi oleh negara. Negara harus menegakkan hukum Islam. Keputusan MK itu menjadi bukti bahwa negara tidak mau ambil pusing,” tegas pengamat hukum Islam Fauzan Al Anshori kepada itoday (7/3).

Menurut Fauzan, dalam Islam, anak hasil perzinahan tidak ada wali. Secara syariat Islam, jika pezina masih gadis dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Pengasingan tersebut untuk mengetahui “kebersihan rahimnya”.  Jika hamil, tidak boleh dinikahkan, dan ditempatkan di bawah naungan negara.

Dengan keputusan MK itu, kata Fauzan, anak di luar nikah dijadikan anak kandung, sehingga bapaknya bisa menjadi wali dan juga berhak menerima waris.

“Dalam Islam, anak hasil perzinahan itu tidak nasabnya atau bin-nya. “Keputusan MK itu telah melegalkan perzinahan. Membuat orang berani berzina. Karena tidak khawatir,  jika lahir anak, ada yang bertanggungjawab,” tegas Fauzan.

 

Reporter : Achsin


Mau beli/jual Barang dengan harga OK ?? klik disini!!!

Komentar

*

*

Mau beli/jual, gadget/SP/hp harga murah ?? klik disini!!!