Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank Blank
A+ R A-

Siksa 14 Warga Poso, Bukti Kezaliman Aparat Kepolisian

6003d764c5edfb3ffbb4b128cd026201Pasukan antiteror Densus 88 (IST)
itoday - Aparat kepolisian yang menyiksa 14 warga sipil Poso dengan tuduhan keterlibatan teroris menandakan aparat berbaju coklat ini berbuat zalim.

"Enak betul jadi aparat kepolisian setelah menangkap dan menyiksa 14 orang Poso yang dituduh terlibat teroris ternyata tidak. Ngapain pakai mukul segala," kata Direktur Lembaga Kajian Politik & Syariat Islam (LKPSI) Fauzan Al Anshari kepada itoday, Jumat (28/12).

Fauzan mengingatkan Kapolres Poso AKBP Eko Santoso, jika ditangkap seseorang dan selama tujuh hari tidak bertemu anak dan istri. "Coba  AKBP Eko Santoso yang ditangkap tujuh hari tidak ketemu anak istri terus dipukul mau tidak? Inilah kezaliman," tegas Fauzan.

Ia berdoa aparat kepolisian dan khususnya Densus 88 yang suka menzalimi umat Islam mendapat balasan di dunia dan di neraka. "Ya Allah balaskah kezaliman mereka segera di dunia dan kelak di neraka," papar Fauzan.

Selain itu, Fauzan juga mengatakan, Densus 88  tidak pernah diaudit kinerjanya ketika menangkap dan menyiksa tahanan dalam rentang waktu tujuh hari pertama yang diijinkan UU teroris sebagai pencarian alat tanpa bukti dan tidak didampingi pengacara. "Bagaimana Densus 88 mau menghentikan teror sedang dia sendiri meneror rakyat," pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, 14 orang petani dan penambang emas tradisional warga desa Kalora dan Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara mengaku disiksa saat ditangkap dan diinterogasi di markas Polres Poso.

Saat itu mereka ditangkap karena diduga terlibat kasus penembakan yang terjadi 20 Desember  2012 dan menewaskan 4 orang anggota Brimob. Tapi belakangan, polisi kembali melepas karena tidak terbukti.

Banner
Iklan Pstore Imos79

Register

*
*
*
*
*

* Field is required