itoday - Seorang Warga Negara Indonesia, Nadjwa Nariel alias Anggie, mengaku telah ditelantarkan oleh suaminya, Syamsul Baharin, seorang warga negara Malaysia. Bahkan bukan hanya ditelantarkan di negeri jiran, Nadjwa juga dituduh telah menguras harta Syamsul. Bahkan juga di fitnah telah menggunakan sihir.
Nadjwa mengatakan dia telah mengadukan masalah ini ke pihak kepolisian Indonesia, juga KBRI di Malayasia. Ia kini merasa tertekan, karena pemberitaan media di Malaysia tentang kasusnya sangat tendensius.
"Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan hal itu mas. Tapi ini setelah saya ditelantarkan di Selangor Malaysia pada 28 Mei lalu, ia justru menuduh saya menguras harta miliknya. Bahkan itu dimuat di dua harian terbitan Malaysia, kemarin. Judulnya, “Dapat Istri Dari Neraka†dan “Jadi Bodoh, Disihir Istri,â€ungkapnya, di Jakarta, Jumat (20/7).
Ia tak habis pikir dengan sikap Syamsul, warga Malaysia itu.Padahal sejak menikah 2010 lalu di Jakarta, menurutnya, justru dia yang membiayai semua kebutuhan rumah tangga. Bahkan membelikan barang-barang mewah bagi suaminya. Mulai dari mobil hingga motor gede. Sementara Syamsul tidak bekerja sama sekali.
Ia menuturkan, sejak menikah pada Agustus 2010 lalu hingga Mei kemarin, sebenarnya tidak ada yang salah dalam hubungan rumah tangga mereka. Namun anehnya begitu pulang dari berkeliling Amerika Serikat, tiba-tiba terjadi sebuah peristiwa yang sangat menyakitkan saat ia dan suaminya itu berkunjung ke Malaysia.
"Entah mengapa, tiba-tiba saja saya ditinggalkan di pinggir jalan di Subang Jaya, Selangor, sekitar pukul 12.00 tengah malam. Itu uang kontan sebesar 3000 ringgit diambil sama dia. Demikian juga dengan dua ATM saya. Padahal Subang Jaya itu sepi sekali bila malam hari," ujarnya dengan lirih.
Di tengah rasa kalut, cemas dan takut serta tak tahu harus berbuat apa, ia mencoba mencari kantor kepolisian setempat.
“Tapi begitu ketemu seperti pospol, saya malah disuruh cari sendiri. Begitu mereka tahu saya orang Indonesia. Padahal saya sudah bilang tidak memiliki apapun. Semua harta yang telah dirampas,â€urainya.
Ia pun kembali ke jalan, dan bertemu dengan dua orang gay. Karena merasa kasihan, akhirnya mereka membelikannya minuman di warung. Serta membawanya ke Balai Polisi. Tapi lagi-lagi, ia disuruh untuk mencari sendiri sang suami. Akhirnya kedua gay tersebut memberikannya 300 ringgit agar dapat menginap pada sebuah penginapan kecil.
“Saya benar-benar terluka. Bayangkan mas, selain semua biaya hidupnya saya tanggung. Setiap bulan saya juga mengirimkan uang untuk biaya sekolah dua anaknya sebesar 3.000 ringgit. Dan juga buat orangtuanya sebesar 1.500 ringgit," kata dia.
Jadi memang sejak awa menikah dengannya, Syamsul sepertinya hanya ingin ingin menguras harta saya. Tapi karena setelah berjalan dua tahun, tidak juga merasa memperoleh lebih, akhirnya ia di telantarkan di tengah jalan.
Nadjwa mengatakan, ia akan melaporkan kasusnya ke pihak kementerian luar negeri Indonesia. Dan ia berharap ada perhatian dari pemerintah membela warga. Ia mengaku juga kasusnya telah di urus oleh pihak KBRI. Tapi ia melihat seperti tak ada hasil.
"Sebenarnya saya sudah ikhlas, tapi kok ini malah faktanya justru diputarbalik,†pungkasnya.
Laporan: Agus Supriyatna
Â
Â



