Salah Satu Aksi Dukungan Terhadap Etnis Rohingya di Myanmar (Foto: Istimewa)itoday - Tuntutan agar PBB dan ASEAN agar turun tangan menangani masalah pembantaian, pengusiran dan kekerasan terhadap etnis muslim Rohingya di Myanmar terus mengalir. Kali ini, aksi datang dari warga Yogyakarta yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Rohingya (Gempur).
Tak kurang berbagai elemen seperti KAMMI DIY, Pemuda Muhammadiyah DIY, Forum Silaturahmi Remaja Masjid Indonesia (FSRMI) DIY, HMI MPO, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DIY, Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dan lain-lain ikut dalam aksi protes yang diadakan di simpang empat Kantor Pos Besar
Aksi sendiri dimulai dari halaman Masjid Besar Kauman Yogyakarta menuju Titik Nol kilometer atau di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta. Di tempat itu, mereka menggelar orasi secara bergantian.
"Kami mengecam dan mengutuk keras pembantaian terhadap muslim Rohingya. Ini sama saja genosida," kata koordinator lapangan, Agus Purnomo, di sela-sela aksi, Jumat (3/8).
Peserta aksi mendesak Pemerintah Indonesia sebagai pimpinan ASEAN bertindak dengan mengeluarkan Myanmar dari anggota ASEAN dan mendesak PBB membawa Presiden Myanmar sebagai pelaku kejahatan HAM.
Tidak hanya itu, massa juga meminta agar Duta Besar Myanmar untuk Indonesia diusir jika Pemerintahnya tidak mau menghentikan tindakan genosida terhadap etnis Rohingya.
Agus berharap relawan kemanusiaan diperbolehkan membantu pengungsi yang berada di perbatasan Bangladesh, dan Pemerintah diharapkan mau menerima pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar.
Aksi unjuk rasa tersebut berjalan dengan baik tanpa menganggu lalu lintas, sehingga pihak kepolisian yang menjaga tidak menjaga terlalu ketat dan hanya mengatur lalu lintas agar arus di kawasan Titik Nol Kilometer tetap lancar.*
Peristiwa Lainnya:


