YPKKI: Tak Pantas Dahlan Iskan Berikan Testimoni Soal ‘Brain Spa’

By :   Read 64 times

Dahlan Iskan (ist)

itoday – Sebagai pejabat publik, Meneg BUMN Dahlan Iskan tidak pantas memberikan testimoni soal brain washing (cuci otak) yang sempat dijalaninya.

Pendapat itu disampaikan Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) Marius Widjajarta kepada itoday (05/03), menyikapi testimoni Dahlan soal brain spa/washing  yang dirilis oleh sejumlah media massa.

“Saya sangat menyesalkan seorang pejabat (Dahlan Iskan) yang memberikan testimoni soal pengobatan kesehatan. Testimoni pejabat akan didengarkan oleh publik. Dahlan harus diberitahu, bahwa sesuai aturan yang berlaku, testimoni soal pengobatan, apalagi diliput media, itu tidak boleh. Terlebih lagi, brainwash ini masih kontroversi,” tegas Marius.

Menurut Marius, iklan layanan kesehatan yang mengandung testimoni sebenarnya dilarang. Larangan itu jelas tersurat dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 1787 Tahun 2010. Permenkes ini mengandung arti setiap iklan dan publikasi layanan kesehatan harus memuat informasi berdasarkan data, berbasis fakta ilmiah, edukatif, serta memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi masyarakat.

Terkait popularitas brainwash belakangan ini, Marius meminta agar Kementerian Kesehatan melakukan langkah tegas. Kemenkes harus proaktif, bukan menunggu adanya korban. “Sampai detik ini, Kemenkes belum juga membuat standar pelayanan medik. Padahal dari dulu saya sudah teriak-teriak, karena ini menyangkut perlindungan konsumen kesehatan. Saat ini layanan kesehatan, khususnya oleh dokter, itu  semakin aneh-aneh,” tegas Marius.

Marius meminta Kemenkes melakukan evaluasi layanan kesehatan brainwash. “Layanan brainwash harus dihentikan. Ini harus dibuktikan secara ilmiah, kalau memang benar  baru bisa diteruskan.  Kemenkes tidak tegas karena standarnya memang tidak ada. Yang ada hanya hati nurani. Negara ini memang kacau. Bagaimana Indonesia bisa dikatakan berhasil dalam bidang kesehatan?” pungkas Marius.

Layanan brainwash yang dilakukan dr Terawan Agus Purwanto Sp.Rad (K)  itu telah menjadi fenomena. Terkait layanan brainwash, dokter yang berpraktek di RS Pusat Angkatan Darat, Jakarta ini sempat dipanggil Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI), namun pertemuan itu belum terealisasi.

Komentar

*

*