Acara Citi Indonesia Women Council (IWC)
itoday - Ruang publik, harus ramah pada perempuan. Tidak lantas ruang-ruang publik, seperti perkantoran dan pertokoan menyulitkan perempuan beraktivitas.
Demikian yang terungkap dalam “Perempuan Bekerja: Aktualisasi Profesionalitas dan Peran dalam Menciptakan Penerus Bangsa yang Berkualitas†di Jakarta, Rabu (18/7).
Dalam diskusi itu, Ketua Citi Indonesia Women Council (IWC), Novita Djani, mengatakan, salah satu tantangan besar yang dihadapi wanita Indonesia, terutama yang bekerja adalah membagi waktu dan perhatian antara pekerjaan dengan kehidupan keluarga.
"Ketika ini terjadi, maka wanita dihadapkan personal baru yaitu untuk memilih," kata dia.
Padahal itu bisa dipadupadankan. Namun tentunya, tempat bekerja haruslah ramah terhadap aktivitas perempuan yang sudah berstatus sebagai ibu rumah tangga. Sehingga, ruang publik seperti perkantoran ramah terhadap pekerja perempuan yang sudah berkeluarga.
“Peran wanita Indonesia terus berkembang dan sudah lama menjadi bagian penting dari pertumbuhan negeri. Perempuan saat ini tidak hanya mendukung suami membesarkan buah hati, namun juga menjadi tonggak penting dalam keberhasilan suatu usaha, organisasi, masyarakat, dan negara,†ujarnya.
Maka untuk mendukung itu, telah diresmikan ruang khusus ibu menyusui. Ruang khusus menyusui itu ada di tiga gedung perkantoran di Jakarta. Ketiga gedung tersebut teletak di Citibank Tower, Plaza Bapindo dan Gedung Jamsostek.
Dibangunnya ruang bagi ibu menyusui kata dia, dalam rangka mendukung program pemerintah. Program dimaksud adalah kewajiban bagi pengelola sarana umum untuk menyediakan ruang menyusui dan memerah air susu ibu. Dan itu sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif.
“Selain mendukung program pemerintah, peresmian ini juga sebagai tanda diluncurkannya Citi IWC,†kata
Dia menuturkan, Citi IWC merupakan sebuah organisasi yang menciptakan suasana kerja dinamis dan kompetitif. Tapi tetap bisa memberikan kenyamanan bekerja bagi para karyawan perempuannya agar mampu mengaktualisasikan diri dan mencapai tujuan profesionalnya.
Sementara itu, Tigor Siahaan, Citi Country Officer Indonesia, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus memberdayakan sumber daya terutama para karyawan perempuan. Sehingga kesetaraan dalam dunia kerja tetap tercipta. Tentu tanpa menghilangkan hak-hak perempuan yang bekerja dan sudah berkeluarga.
“Kami memiliki komitmen tinggi dalam pemberdayaan sumber daya manusia. Begitupun dengan pemberdayaan perempuan dan kesetaraan kesempatan didunia kerja, menjadi prioritas Citi Indonesia,†katanya.
Laporan: Agus Supriyatna

