itoday - Pihak Apple mengakui produknya tidak anti virus. Padahal sebelumnya, perusahaan yang didirikan Steve Jobs mengklaim produknya seperti Mac tidak bisa dimasuki virus.
Sebuah perusahaan penyedia antivirus, Sophos, menyambut baik langkah Apple tersebut.
ââ¬ÅMereka jelas telah menyadari bahwa menyerang kelemahan Windows terhadap malware tidak akan meyakinkan publik, kecuali mereka bersikap terbuka bahwa malware juga mampu menyerang Mac,ââ¬Â ungkap Graham Cluley, dari Sophos, seperti dikutip dari The Telegraph.
Cluley menambahkan bahwa langkah Apple tersebut sudah tepat. ââ¬ÅSingkatnya, orang yang tinggal di dalam rumah kaca, tidak seharusnya saling lempar batu,ââ¬Â ungkapnya.
Seperti diketahui, lebih dari 600.000 pengguna Mac OS terinfeksi Flashback Trojan. Jumlah tersebut merupakan lebih dari satu persen jumlah seluruh di seluruh dunia. Disebarkan melalui sebuah situs yang jahat. Situs tersebut menyamar sebagai update terbaru dari program Adobe Flash dan menginfeksi.
ÃÂ
ÃÂ


