Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer
AHY Klaim Lukas Enembe Sering Diintervensi Elemen Negara Sejak Pimpin Papua
29 September 2022
AHY Klaim Lukas Enembe Sering Diintervensi Elemen Negara Sejak Pimpin Papua
foto: Lukas Enembe (rmol)


itoday - Partai Demokrat mengaku telah menelaah kasus hukum yang menjerat kadernya sekaligus menjabat Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berujar, setelah membaca pengalaman empirik pada lima tahun terakhir ini, pihaknya melakukan penelaahan secara cermat mengenai dugaan kasus Lukas Enembe apakah murni soal hukum, atau ada muatan politiknya.

“Mengapa kami bersikap seperti ini, karena Partai Demokrat memiliki pengalaman berkaitan dengan Pak Lukas Enembe,” kata AHY saat jumpa pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/9).

AHY mengungkapkan, pada tahun 2017, Demokrat pernah memberikan pembelaan kepada Lukas ketika ada intervensi dari elemen negara untuk memaksakan salah seorang bakal calon wakil gubernur sebagai pasangan Lukas dalam Pilkada tahun 2018.

Soal penentuan calon gubernur dan calon Wakil Gubernur Papua, kata AHY merupakan kewenangan Demokrat. Apalagi waktu itu Partai Demokrat bisa mengusung sendiri calon-calonnya.

“Ketika itu, Pak Lukas diancam untuk dikasuskan secara hukum, apabila permintaan pihak elemen negara tersebut tidak dipenuhi. Alhamdulillah, atas kerja keras Demokrat, intervensi itu tidak terjadi,” ujar putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Kemudian, masih kata AHY, pada tahun 2021, ketika Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal meninggal dunia, upaya memaksakan calon wakil gubernur di luar Demokrat kembali muncul. Saat itu pun, Demokrat kembali melakukan pembelaan secara politik terhadap Lukas.

“Kami berpandangan, intervensi dan pemaksaan semacam ini tidak baik untuk kehidupan demokrasi kita,” tuturnya.

Lalu, pada tanggal 12 Agustus 2022, Lukas disangkakan melakukan pelanggaran terhadap Pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Unsur terpenting pada pasal tersebut, adalah adanya perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang, serta adanya unsur kerugian negara.

“Untuk itu, Partai Demokrat menghormati dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Kami hanya memohon agar hukum ditegakkan secara adil. Jangan ada politisasi dalam prosesnya. Juga, mari kita hindari trial by the press,” pungkasnya.

sumber: rmol.id
AHY Klaim Lukas Enembe Sering Diintervensi Elemen Negara Sejak Pimpin Papua
29 September 2022
AHY Klaim Lukas Enembe Sering Diintervensi Elemen Negara Sejak Pimpin Papua
foto: Lukas Enembe (rmol)


itoday - Partai Demokrat mengaku telah menelaah kasus hukum yang menjerat kadernya sekaligus menjabat Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berujar, setelah membaca pengalaman empirik pada lima tahun terakhir ini, pihaknya melakukan penelaahan secara cermat mengenai dugaan kasus Lukas Enembe apakah murni soal hukum, atau ada muatan politiknya.

“Mengapa kami bersikap seperti ini, karena Partai Demokrat memiliki pengalaman berkaitan dengan Pak Lukas Enembe,” kata AHY saat jumpa pers di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/9).

AHY mengungkapkan, pada tahun 2017, Demokrat pernah memberikan pembelaan kepada Lukas ketika ada intervensi dari elemen negara untuk memaksakan salah seorang bakal calon wakil gubernur sebagai pasangan Lukas dalam Pilkada tahun 2018.

Soal penentuan calon gubernur dan calon Wakil Gubernur Papua, kata AHY merupakan kewenangan Demokrat. Apalagi waktu itu Partai Demokrat bisa mengusung sendiri calon-calonnya.

“Ketika itu, Pak Lukas diancam untuk dikasuskan secara hukum, apabila permintaan pihak elemen negara tersebut tidak dipenuhi. Alhamdulillah, atas kerja keras Demokrat, intervensi itu tidak terjadi,” ujar putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Kemudian, masih kata AHY, pada tahun 2021, ketika Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal meninggal dunia, upaya memaksakan calon wakil gubernur di luar Demokrat kembali muncul. Saat itu pun, Demokrat kembali melakukan pembelaan secara politik terhadap Lukas.

“Kami berpandangan, intervensi dan pemaksaan semacam ini tidak baik untuk kehidupan demokrasi kita,” tuturnya.

Lalu, pada tanggal 12 Agustus 2022, Lukas disangkakan melakukan pelanggaran terhadap Pasal 2 dan 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Unsur terpenting pada pasal tersebut, adalah adanya perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang, serta adanya unsur kerugian negara.

“Untuk itu, Partai Demokrat menghormati dan mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Kami hanya memohon agar hukum ditegakkan secara adil. Jangan ada politisasi dalam prosesnya. Juga, mari kita hindari trial by the press,” pungkasnya.

sumber: rmol.id
Lihat Semua

Selebritis

Nikita Mirzani Senggol Terus Najwa Shihab Tokoh NU Sampai Turun Tangan Sudah Keterlaluan Fitnahnya
29 September 2022
Nikita Mirzani Senggol Terus Najwa Shihab, Tokoh NU Sampai Turun Tangan: Sudah Keterlaluan Fitnahnya
foto: Nikita Mirzani dan Najwa Shihab (suara)


itoday - Artis Nikita Mirzani memang belakangan sering kali menyenggol jurnalis senior Najwa Shihab.

Meski Najwa tak menanggapi, berbagai ujaran hingga tuduhan dilemparkan Nikita pada Najwa usai sang jurnalis mengkritik habis polisi.

Menanggapi aksi Nikita Mirzani, tokoh Nahdatul Ulama (NU) Umar Shadat Hasibuan atau Gus Umar turut mengomentari aksi pemain film tersebut.

Gus Umar menyebutkan bahwa aksi Nikita pada Najwa Shihab sudah keterlaluan.

"Nikita ini sudah keterlaluan fitnah Najwa. Menuduh tanpa bukti," tulis Gus Umar melalui akun Twitternya pada rabu (28/9/2022).

Dia bahkan menyarankan agar Najwa Shihab mengambil sikap atas perilaku Nikita Mirzani padanya.

"Kalau gini parahnya sudah saatnya @NajwaShihab laporin dia kepolisi. Ayo nana jangan diam," imbuhnya.

Pada video yang dikutip Gus Umar, Nikita Mirzani menyebutkan bahwa dia akan mengungkap fakta tentang Najwa yang jarang di

"Kenapa dia enggak balas atau dia enggak respon, karena kalau dia respon sekali aja saya akan respon 10 kali dan saya akan beberkan di mana dia pernah cek in," sambung Nikita Mirzani dalam video tersebut.

Sindiran bertubi-tubu Nikita Mirzani ke Najwa Shihab berawal dari kritikan Najwa terhadap oknum polisi yang hidup hedonis.

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak takut jika berhadapan dengan oknum petugas seperti itu.

Atas postingan itu Nikita menilai Najwa Shihab tak lebih dari provokator dan menggeneralisir keadaan.

sumber: suara.com
Nikita Mirzani Senggol Terus Najwa Shihab Tokoh NU Sampai Turun Tangan Sudah Keterlaluan Fitnahnya
29 September 2022
Nikita Mirzani Senggol Terus Najwa Shihab, Tokoh NU Sampai Turun Tangan: Sudah Keterlaluan Fitnahnya
foto: Nikita Mirzani dan Najwa Shihab (suara)


itoday - Artis Nikita Mirzani memang belakangan sering kali menyenggol jurnalis senior Najwa Shihab.

Meski Najwa tak menanggapi, berbagai ujaran hingga tuduhan dilemparkan Nikita pada Najwa usai sang jurnalis mengkritik habis polisi.

Menanggapi aksi Nikita Mirzani, tokoh Nahdatul Ulama (NU) Umar Shadat Hasibuan atau Gus Umar turut mengomentari aksi pemain film tersebut.

Gus Umar menyebutkan bahwa aksi Nikita pada Najwa Shihab sudah keterlaluan.

"Nikita ini sudah keterlaluan fitnah Najwa. Menuduh tanpa bukti," tulis Gus Umar melalui akun Twitternya pada rabu (28/9/2022).

Dia bahkan menyarankan agar Najwa Shihab mengambil sikap atas perilaku Nikita Mirzani padanya.

"Kalau gini parahnya sudah saatnya @NajwaShihab laporin dia kepolisi. Ayo nana jangan diam," imbuhnya.

Pada video yang dikutip Gus Umar, Nikita Mirzani menyebutkan bahwa dia akan mengungkap fakta tentang Najwa yang jarang di

"Kenapa dia enggak balas atau dia enggak respon, karena kalau dia respon sekali aja saya akan respon 10 kali dan saya akan beberkan di mana dia pernah cek in," sambung Nikita Mirzani dalam video tersebut.

Sindiran bertubi-tubu Nikita Mirzani ke Najwa Shihab berawal dari kritikan Najwa terhadap oknum polisi yang hidup hedonis.

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak takut jika berhadapan dengan oknum petugas seperti itu.

Atas postingan itu Nikita menilai Najwa Shihab tak lebih dari provokator dan menggeneralisir keadaan.

sumber: suara.com
Lihat Semua

Teknologi

Dewan Pers Minta Aparat Hukum Usut Tuntas Peretasan Redaksi Narasi
28 September 2022
Dewan Pers Minta Aparat Hukum Usut Tuntas Peretasan Redaksi Narasi
foto: ilustrasi (rmol)


itoday - Laporan dugaan peretasan yang dialami awak redaksi Narasi telah diterima Dewan Pers dari beberapa konstituen. Peretasan dilaporkan dialami oleh 24 awak redaksi sejak 24 September 2022.

Menurut Dewan Pers, kejadian tersebut merupakan peristiwa peretasan terbesar yang pernah dialami awak media nasional.

"Tindakan peretasan itu merupakan perbuatan melawan hukum dan berakibat pada terganggunya upaya kerja jurnalistik serta kemerdekaan pers," kata Wakil Ketua Dewan Pers, Agung Darmajaya dalam siaran persnya, Rabu (28/9).

Padahal menurutnya, menjaga kemerdekaan pers adalah tanggung jawab semua pihak, baik perusahaan pers, publik/masyarakat luas, pemerintah, dan aparat penegak hukum.

Kemerdekaan pers sekaligus merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi keadilan dan supremasi hukum, yakni Pasal 2 UU 40/1999 tentang Pers. Hal ini menjadi unsur sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis.

Oleh sebab itu, kemerdekaan mengeluarkan pendapat dan pikiran dijamin sebagaimana Pasal 28 UUD 1945.

Atas peristiwa tersebut, Dewan Pers mengecam semua tindakan peretasan dan meminta dengan segera agar pihak yang melakukan peretasan menghentikan aksinya.

"Dewan Pers juga Meminta aparat penegak hukum proaktif untuk menyelidiki kejadian peretasan ini dan segera menemukan pelakunya serta mengusut tuntas," sambung Agung.

Dewan Pers juga mengingatkan adanya ancaman hukum terhadap pihak yang mengganggu kerja jurnalistik. Hal ini karena kemerdekaan pers juga dijamin sebagai hak asasi warga negara (Pasal 4 UU Pers) sehingga setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat dan menghalangi kegiatan jurnalistik bisa dikenakan pidana (Pasal 18 UU Pers).

sumber: rmol.id
Dewan Pers Minta Aparat Hukum Usut Tuntas Peretasan Redaksi Narasi
28 September 2022
Dewan Pers Minta Aparat Hukum Usut Tuntas Peretasan Redaksi Narasi
foto: ilustrasi (rmol)


itoday - Laporan dugaan peretasan yang dialami awak redaksi Narasi telah diterima Dewan Pers dari beberapa konstituen. Peretasan dilaporkan dialami oleh 24 awak redaksi sejak 24 September 2022.

Menurut Dewan Pers, kejadian tersebut merupakan peristiwa peretasan terbesar yang pernah dialami awak media nasional.

"Tindakan peretasan itu merupakan perbuatan melawan hukum dan berakibat pada terganggunya upaya kerja jurnalistik serta kemerdekaan pers," kata Wakil Ketua Dewan Pers, Agung Darmajaya dalam siaran persnya, Rabu (28/9).

Padahal menurutnya, menjaga kemerdekaan pers adalah tanggung jawab semua pihak, baik perusahaan pers, publik/masyarakat luas, pemerintah, dan aparat penegak hukum.

Kemerdekaan pers sekaligus merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip-prinsip demokrasi keadilan dan supremasi hukum, yakni Pasal 2 UU 40/1999 tentang Pers. Hal ini menjadi unsur sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis.

Oleh sebab itu, kemerdekaan mengeluarkan pendapat dan pikiran dijamin sebagaimana Pasal 28 UUD 1945.

Atas peristiwa tersebut, Dewan Pers mengecam semua tindakan peretasan dan meminta dengan segera agar pihak yang melakukan peretasan menghentikan aksinya.

"Dewan Pers juga Meminta aparat penegak hukum proaktif untuk menyelidiki kejadian peretasan ini dan segera menemukan pelakunya serta mengusut tuntas," sambung Agung.

Dewan Pers juga mengingatkan adanya ancaman hukum terhadap pihak yang mengganggu kerja jurnalistik. Hal ini karena kemerdekaan pers juga dijamin sebagai hak asasi warga negara (Pasal 4 UU Pers) sehingga setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat dan menghalangi kegiatan jurnalistik bisa dikenakan pidana (Pasal 18 UU Pers).

sumber: rmol.id
Mie Sedaap Rasa Korean Spicy Chicken Ditarik dari Peredaran di Hong Kong Wings Group Beri Penjelasan
28 September 2022
Mie Sedaap Rasa Korean Spicy Chicken Ditarik dari Peredaran di Hong Kong, Wings Group Beri Penjelasan
foto: ilustrasi (suara)


itoday - Produk makanan asal Indonesia, baru-baru ini ditarik peredarannya dari pasar di Hong Kong. Berdasarkan rilis yang dibuat Centre for Food Safety (CFS) Hong Kong, produk Mie Sedaap Rasa Korean Spicy Chicken memiliki kandungan pestisida etilen oksida di dalamnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak WINGS Group Indonesia membuat pernyataan resmi terkait kabar ini. Corporate Communications & CSR WINGS Group Indonesia, Sheila Kansil mengatakan, produknya tersebut telah memenuhi sertifikasi sesuai dengan regulasi pangan yang berlaku.

Dalam rilis yang diterima Suara.com dari WINGS Group Indonesia (28/9/2022), produk Mie Sedaap Rasa Korean Spicy Chicken, telah memenuhi regulasi pangan yang berlaku di antaranya:

- Izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia
- Sertifikasi Halal (MUI)
- Sertifikasi ISO 22000 mengenai Standar Internasional Manajemen Keamanan Pangan
- Sertifikasi ISO 9001 mengenai Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu

Selain itu, produk yang dibuat juga telah memenuhi standar wajib ekspor, mulai dari kandungan, pengemasan, hingga pelabelan. Sheila Kansil juga menegaskan, tidak adanya penggunaan pestisida etilen oksida dalam produknya dan aman sesuai standar BPOM.

Terkait pestisida etilen oksida, sebelumnya CFS menyebutkan menemukan kandungan tersebut dalam produk mi asal Indonesia ini. Penemuan etilen oksida ini ditemukan setelah melalui pengujian terlebih dahulu dari sampel yang diambil.

"CFS mengambil sampel dari supermarket di Lok Fu sebagai bagian dari pengujian rutin. Hasil tes menunjukkan adanya kandungan pestisida etilen oksida pada mie, kemasan bumbu dan kemasan cabai.," tulis CFS dalam keterangan resminya tertanggal Selasa (27/9/2022).

Hal tersebut yang membuat produk mi asal Indonesia ini ditarik dari pasaran dan dilarang dijual. Masyarakat juga tidak diizinkan mengonsumsinya karena dinilai mengandung bahan berbahaya.

“CFS sudah menginformasikan pada penjual untuk menyetop penjualan dan menarik produk dari pasar,” sambung CFS dalam keterangannya.

Etilen oksida memang tidak cocok untuk dikonsumsi. Biasanya, bahan satu ini digunakan pada pelarut, antibeku, perekat, hingga deterjen dan tekstil. Jika bahan ini dikonsumsi akan memberikan dampak negatif yang kurang baik.

Sementara itu, Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt., menjelaskan bahwa etilen oksida sebenarnya sudah umum digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Selain itu, senyawa kimia itu juga sering dimanfaatkan untuk membersihkan alat medis di rumah sakit.

"Sering digunakan sebagai sterilisasi, karena sifatnya untuk membunuh bakteri. Biasanya juga digunakan untuk pengawet makanan, karena makanan itu kan supaya awet, nggak mengandung bakteri dan jamur, makanya dikasih itu," jelasnya dihubungi suara.com, Rabu (28/9/2022).

sumber: suara.com
Mie Sedaap Rasa Korean Spicy Chicken Ditarik dari Peredaran di Hong Kong Wings Group Beri Penjelasan
28 September 2022
Mie Sedaap Rasa Korean Spicy Chicken Ditarik dari Peredaran di Hong Kong, Wings Group Beri Penjelasan
foto: ilustrasi (suara)


itoday - Produk makanan asal Indonesia, baru-baru ini ditarik peredarannya dari pasar di Hong Kong. Berdasarkan rilis yang dibuat Centre for Food Safety (CFS) Hong Kong, produk Mie Sedaap Rasa Korean Spicy Chicken memiliki kandungan pestisida etilen oksida di dalamnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak WINGS Group Indonesia membuat pernyataan resmi terkait kabar ini. Corporate Communications & CSR WINGS Group Indonesia, Sheila Kansil mengatakan, produknya tersebut telah memenuhi sertifikasi sesuai dengan regulasi pangan yang berlaku.

Dalam rilis yang diterima Suara.com dari WINGS Group Indonesia (28/9/2022), produk Mie Sedaap Rasa Korean Spicy Chicken, telah memenuhi regulasi pangan yang berlaku di antaranya:

- Izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia
- Sertifikasi Halal (MUI)
- Sertifikasi ISO 22000 mengenai Standar Internasional Manajemen Keamanan Pangan
- Sertifikasi ISO 9001 mengenai Standar Internasional Sistem Manajemen Mutu

Selain itu, produk yang dibuat juga telah memenuhi standar wajib ekspor, mulai dari kandungan, pengemasan, hingga pelabelan. Sheila Kansil juga menegaskan, tidak adanya penggunaan pestisida etilen oksida dalam produknya dan aman sesuai standar BPOM.

Terkait pestisida etilen oksida, sebelumnya CFS menyebutkan menemukan kandungan tersebut dalam produk mi asal Indonesia ini. Penemuan etilen oksida ini ditemukan setelah melalui pengujian terlebih dahulu dari sampel yang diambil.

"CFS mengambil sampel dari supermarket di Lok Fu sebagai bagian dari pengujian rutin. Hasil tes menunjukkan adanya kandungan pestisida etilen oksida pada mie, kemasan bumbu dan kemasan cabai.," tulis CFS dalam keterangan resminya tertanggal Selasa (27/9/2022).

Hal tersebut yang membuat produk mi asal Indonesia ini ditarik dari pasaran dan dilarang dijual. Masyarakat juga tidak diizinkan mengonsumsinya karena dinilai mengandung bahan berbahaya.

“CFS sudah menginformasikan pada penjual untuk menyetop penjualan dan menarik produk dari pasar,” sambung CFS dalam keterangannya.

Etilen oksida memang tidak cocok untuk dikonsumsi. Biasanya, bahan satu ini digunakan pada pelarut, antibeku, perekat, hingga deterjen dan tekstil. Jika bahan ini dikonsumsi akan memberikan dampak negatif yang kurang baik.

Sementara itu, Guru besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt., menjelaskan bahwa etilen oksida sebenarnya sudah umum digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Selain itu, senyawa kimia itu juga sering dimanfaatkan untuk membersihkan alat medis di rumah sakit.

"Sering digunakan sebagai sterilisasi, karena sifatnya untuk membunuh bakteri. Biasanya juga digunakan untuk pengawet makanan, karena makanan itu kan supaya awet, nggak mengandung bakteri dan jamur, makanya dikasih itu," jelasnya dihubungi suara.com, Rabu (28/9/2022).

sumber: suara.com
Juicy Luicy Jadi Band Indonesia Pertama yang Lagunya Diputar 100 Juta Kali di Spotify
20 September 2022
Juicy Luicy Jadi Band Indonesia Pertama yang Lagunya Diputar 100 Juta Kali di Spotify
foto: Juicy Luicy (liputan6)


itoday - Band Juicy Luicy yang terdiri dari Julian Kaisar, Denis Ligia, Dwi Nugroho, dan Bina Bagja ini, menjadi yang pertama di Indonesia dengan 100 juta streams di platform digital Spotify

Juicy Luicy memang sudah berkarya sejak tahun 2010. Konsistensi mereka dalam berkarya akhirnya terbayarkan di tahun 2020. Dimana lagu Lantas meledak melalui Tiktok. Sejak itu, masyarakat Indonesia pun menikmati dan mencintai karya-karya Juicy Luicy.

Dan Juicy Luicy pun menjawab rasa cinta masyarakat Indonesia dengan secara konsisten membuat karya-karya baru mereka. Terhitung di tahun 2022 ini, sudah ada dua single baru yang mereka rilis yaitu "Tanggung Jawab" dan "Tampar".

Bukan Pertama Kali

Ini bukan pertama kalinya Juicy Luicy menorehkan sejarah di Spotify. Pada akhir tahun 2021, Spotify sempat merilis Spotify Wrapped, yang memperlihatkan musik yang didengarkan di Spotify sepanjang tahun 2021. Berdasarkan daftar yang dirilis, lagu ‘Lantas’ menempati posisi kesembilan dari 10 lagu yang paling banyak didengarkan di Indonesia.

Hal itu menjadikan Juicy Luicy sebagai satu-satunya band Indonesia yang berhasil masuk ke dalam daftar tersebut. Selain itu, Juicy Luicy juga mencatat rekor sebagai band Indonesia nomor satu, yang albumnya paling banyak didengarkan di Indonesia.

Motivasi

Ini tentu menjadi sebuah motivasi tersendiri bagi Juicy Luicy untuk terus berkarya. Melalui instagram @juicyluicyband, mereka mengunggah sebuah potongan video mereka sedang rehearsal, yang kemudian tempat tersebut dipenuhi penonton.

Terima Kasih

Pada video tersebut, terlihat para penonton yang memenuhi venue tersebut kompak menyanyikan lagu ‘Lantas’.

Terlihat pula, sebuah foto yang menunjukkan kalau lagu ‘Lantas’ sudah diputar di Spotify sebanyak 100 juta kali.

"Berawal dari patah hati, sekarang akhirnya LANTAS sudah 100 juta kali didengarkan di Spotify. Terimakasih banyak semua," tulis Juicy Luicy di akun Instagram.

Semoga prestasi ini menjadi sebuah bensin baru untuk Juicy Luicy terus berkarya dan membuat banyak lagu-lagu yang selalu relatable untuk kehidupan kita semua. Kalau bisa ngomong langsung sama Juicy Luicy, mau terima kasih karena lagu mereka yang mana?

sumber: liputan6.com
Juicy Luicy Jadi Band Indonesia Pertama yang Lagunya Diputar 100 Juta Kali di Spotify
20 September 2022
Juicy Luicy Jadi Band Indonesia Pertama yang Lagunya Diputar 100 Juta Kali di Spotify
foto: Juicy Luicy (liputan6)


itoday - Band Juicy Luicy yang terdiri dari Julian Kaisar, Denis Ligia, Dwi Nugroho, dan Bina Bagja ini, menjadi yang pertama di Indonesia dengan 100 juta streams di platform digital Spotify

Juicy Luicy memang sudah berkarya sejak tahun 2010. Konsistensi mereka dalam berkarya akhirnya terbayarkan di tahun 2020. Dimana lagu Lantas meledak melalui Tiktok. Sejak itu, masyarakat Indonesia pun menikmati dan mencintai karya-karya Juicy Luicy.

Dan Juicy Luicy pun menjawab rasa cinta masyarakat Indonesia dengan secara konsisten membuat karya-karya baru mereka. Terhitung di tahun 2022 ini, sudah ada dua single baru yang mereka rilis yaitu "Tanggung Jawab" dan "Tampar".

Bukan Pertama Kali

Ini bukan pertama kalinya Juicy Luicy menorehkan sejarah di Spotify. Pada akhir tahun 2021, Spotify sempat merilis Spotify Wrapped, yang memperlihatkan musik yang didengarkan di Spotify sepanjang tahun 2021. Berdasarkan daftar yang dirilis, lagu ‘Lantas’ menempati posisi kesembilan dari 10 lagu yang paling banyak didengarkan di Indonesia.

Hal itu menjadikan Juicy Luicy sebagai satu-satunya band Indonesia yang berhasil masuk ke dalam daftar tersebut. Selain itu, Juicy Luicy juga mencatat rekor sebagai band Indonesia nomor satu, yang albumnya paling banyak didengarkan di Indonesia.

Motivasi

Ini tentu menjadi sebuah motivasi tersendiri bagi Juicy Luicy untuk terus berkarya. Melalui instagram @juicyluicyband, mereka mengunggah sebuah potongan video mereka sedang rehearsal, yang kemudian tempat tersebut dipenuhi penonton.

Terima Kasih

Pada video tersebut, terlihat para penonton yang memenuhi venue tersebut kompak menyanyikan lagu ‘Lantas’.

Terlihat pula, sebuah foto yang menunjukkan kalau lagu ‘Lantas’ sudah diputar di Spotify sebanyak 100 juta kali.

"Berawal dari patah hati, sekarang akhirnya LANTAS sudah 100 juta kali didengarkan di Spotify. Terimakasih banyak semua," tulis Juicy Luicy di akun Instagram.

Semoga prestasi ini menjadi sebuah bensin baru untuk Juicy Luicy terus berkarya dan membuat banyak lagu-lagu yang selalu relatable untuk kehidupan kita semua. Kalau bisa ngomong langsung sama Juicy Luicy, mau terima kasih karena lagu mereka yang mana?

sumber: liputan6.com
Lihat Semua

Parenting

Psikolog Githa Bahagiastri Stop Kekerasan Anak Hapus Kesesatan Mitos Tradisional
30 July 2022
Psikolog Githa Bahagiastri: Stop Kekerasan Anak! Hapus Kesesatan Mitos Tradisional
foto: Githa Bahagiastri (ist)


itoday - Pertumbuhan angka kekerasan terhadap anak cukup memprihatinkan. Berbagai faktor mempengaruhi tingkat angka kekerasan terhadap anak. Di antaranya, kekerasan pada anak dianggap urusan internal keluarga. Di sisi lain, masih ada mitos tradisional yang turut melanggengkan kekerasan pada anak.

Penegasan itu disampaikan konsultan perlindungan anak Githa Bahagiastri pada webinar YABII (Yayasan Amal Bhakti Ibu Indonesia) yang digelar pada Sabtu (30/07/2022).

Psikolog klinis ini membeberkan sejumlah mitos yang masih berkembangan. Padahal, fakta di lapangan mitos tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Menurut Githa, berkembang mitos bahwa seorang anak harus diperlakukan keras agar ke depan menjadi anak yang tangguh. “Faktanya, anak yang diperlakukan kasar, keras terus menerus akan mengalami luka psikologis yang bersifat jangka panjang yang mempengaruhi tumbuh kembangnya,” beber Githa.

Pengurus YABII ini juga menyebut mitos sesat, pemberian hukuman fisik diperlukan agar anak patuh dan disiplin. Sejatinya, anak patuh hanya saat terlihat oleh orang lain.

Mitos lain yang disoal Githa adalah tidak perlunya anak diberikan pujian dengan tujuan agar anak tidak puas hati. “Padahal, anak yang tumbuh dengan kritikan, minim apresiasi cenderung merasa kurang percaya diri, sulit untuk bersikap mandiri,” tegas Githa.

Githa mengingatkan, mitos “kata-kata keras, menghina, merendahkan masih lebih baik dibandingkan kekerasan fisik,” tidaklah benar. Faktanya, kekerasan emosional dan fisik sama-sama memiliki dampak bagi anak.

Perbedaan gender antara anak laki-laki dan perempuan juga mempengaruhi mitos yang berkembang. “Ada mitos anak laki-laki wajar selalu berkelahi, bersikap kasar malahan itu bagus. Ini salah. Anak laki-laki yang mampu mengembangkan kemampuan komunikasi dan empati akan lebih baik dalam bekerja sama dengan orang lain,” jelas Githa.

Sejumlah fakta lain dibeberkan Githa. Menurut Githa, angka kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang dekat seperti orang tua, anggota keluarga cukup tinggi. Salah satu penyebabnya, orang tua belum memahami cara pengasuhan. Ada mitos, pengasuhan dengan hukuman fisik masih dianggap cara yang efektif.

“Kekerasan meninggalkan dampak fisik dan psikologis jangka panjang pada anak. Jika kita berbicara pengasuhan, bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan fisik tapi juga psikologis seperti kebutuhan untuk diterima, dipeluk, ditenangkan,” beber Githa.

Lebih lanjut Githa mengingatkan, bahwa kekerasan terhadap anak tidak saja terkait kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, tetapi juga kekerasan psikis dan neglect.

Kekerasan fisik adalah perbuatan yang sengaja melukai mengakibatkan rasa sakit, jatuh, luka. “Kekerasan psikis merupakan perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, rendah diri, merendahkan atau mempermalukan,” terang Githa.

Sementara kekerasan seksual terhadap anak adalah melibatkan anak dalam aktifitas seksual yang ia tidak pahami, tidak bisa memberi persetujuan, secara perkembangan belum siap, melanggar hukum. “Sedangkan neglect adalah mengabaikan kebutuhan anak secara fisik ataupun emosional, ataupun pendidikan,” kata Githa.

Red
Psikolog Githa Bahagiastri Stop Kekerasan Anak Hapus Kesesatan Mitos Tradisional
30 July 2022
Psikolog Githa Bahagiastri: Stop Kekerasan Anak! Hapus Kesesatan Mitos Tradisional
foto: Githa Bahagiastri (ist)


itoday - Pertumbuhan angka kekerasan terhadap anak cukup memprihatinkan. Berbagai faktor mempengaruhi tingkat angka kekerasan terhadap anak. Di antaranya, kekerasan pada anak dianggap urusan internal keluarga. Di sisi lain, masih ada mitos tradisional yang turut melanggengkan kekerasan pada anak.

Penegasan itu disampaikan konsultan perlindungan anak Githa Bahagiastri pada webinar YABII (Yayasan Amal Bhakti Ibu Indonesia) yang digelar pada Sabtu (30/07/2022).

Psikolog klinis ini membeberkan sejumlah mitos yang masih berkembangan. Padahal, fakta di lapangan mitos tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Menurut Githa, berkembang mitos bahwa seorang anak harus diperlakukan keras agar ke depan menjadi anak yang tangguh. “Faktanya, anak yang diperlakukan kasar, keras terus menerus akan mengalami luka psikologis yang bersifat jangka panjang yang mempengaruhi tumbuh kembangnya,” beber Githa.

Pengurus YABII ini juga menyebut mitos sesat, pemberian hukuman fisik diperlukan agar anak patuh dan disiplin. Sejatinya, anak patuh hanya saat terlihat oleh orang lain.

Mitos lain yang disoal Githa adalah tidak perlunya anak diberikan pujian dengan tujuan agar anak tidak puas hati. “Padahal, anak yang tumbuh dengan kritikan, minim apresiasi cenderung merasa kurang percaya diri, sulit untuk bersikap mandiri,” tegas Githa.

Githa mengingatkan, mitos “kata-kata keras, menghina, merendahkan masih lebih baik dibandingkan kekerasan fisik,” tidaklah benar. Faktanya, kekerasan emosional dan fisik sama-sama memiliki dampak bagi anak.

Perbedaan gender antara anak laki-laki dan perempuan juga mempengaruhi mitos yang berkembang. “Ada mitos anak laki-laki wajar selalu berkelahi, bersikap kasar malahan itu bagus. Ini salah. Anak laki-laki yang mampu mengembangkan kemampuan komunikasi dan empati akan lebih baik dalam bekerja sama dengan orang lain,” jelas Githa.

Sejumlah fakta lain dibeberkan Githa. Menurut Githa, angka kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang dekat seperti orang tua, anggota keluarga cukup tinggi. Salah satu penyebabnya, orang tua belum memahami cara pengasuhan. Ada mitos, pengasuhan dengan hukuman fisik masih dianggap cara yang efektif.

“Kekerasan meninggalkan dampak fisik dan psikologis jangka panjang pada anak. Jika kita berbicara pengasuhan, bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan fisik tapi juga psikologis seperti kebutuhan untuk diterima, dipeluk, ditenangkan,” beber Githa.

Lebih lanjut Githa mengingatkan, bahwa kekerasan terhadap anak tidak saja terkait kekerasan fisik maupun kekerasan seksual, tetapi juga kekerasan psikis dan neglect.

Kekerasan fisik adalah perbuatan yang sengaja melukai mengakibatkan rasa sakit, jatuh, luka. “Kekerasan psikis merupakan perbuatan yang mengakibatkan ketakutan, rendah diri, merendahkan atau mempermalukan,” terang Githa.

Sementara kekerasan seksual terhadap anak adalah melibatkan anak dalam aktifitas seksual yang ia tidak pahami, tidak bisa memberi persetujuan, secara perkembangan belum siap, melanggar hukum. “Sedangkan neglect adalah mengabaikan kebutuhan anak secara fisik ataupun emosional, ataupun pendidikan,” kata Githa.

Red
Video 1
Video 2
Video 3
Video 4