Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Vaksin Nusantara Belum Dapat Izin Produksi Arief Poyuono Pak Jokowi Kayanya Gak Berdaya Hadapi Importir Vaksin
04 September 2021
Vaksin Nusantara Belum Dapat Izin Produksi, Arief Poyuono: Pak Jokowi Kayanya Gak Berdaya Hadapi Importir Vaksin
foto: Arief Poyuono (rmol)


itoday - Hingga saat ini vaksin nusantara belum juga beredar lantaran terganjal dengan izin produksi. Padahal vaksin tersebut merupakan karya anak Indonesia yang dapat membanggakan negara.

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menduga, lambatnya izin vaksin nusantara itu karena terganjal rente dan fee yang besar dari importir vaksin luar negeri kepada oligarki yang menguasai pemerintah Indonesia.

"Kayaknya Kangmas Jokowi tidak berdaya dibandingkan untuk izin bangun infrastruktur-infrastruktur mengunakan utang," kata Arief dalam keterangan tertulis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (4/9).

Arief mengaku sedih karena Presiden Jokowi dinilai lamban dalam merealisasikan produksi vaksin nusantara yang diproduksi oleh bangsa sendiri.

Arief mencium, bahwa saat ini oligarki vaksin dan Importir vaksin memegang kendali kebijakaan untuk memasukan vaksin impor, kata dia, mulai dari pembiayaan impor melalui BUMN yang diberi izin impor lalu dijual ke negara yang akan membeli vaksin Impor dengan mengunakan APBN yang mana dana pembelian Vaksin impor juga dari hasil jual surat utang negara

"Puluhan trilyun fee dan rente dari pratek mafia impor Vaksin. Waduh gawat ya," demikian Arief.

sumber: rmol.id
Mengenal Identitas Digital untuk Perlindungan Data Pribadi
04 September 2021
Mengenal Identitas Digital untuk Perlindungan Data Pribadi
foto: ilustrasi (ist)


itoday - Di era serba digital saat ini, semua dituntut untuk bertransformasi ke ranah digital yang melalui teknologi akan menghadirkan keamanan data, dan salah satu bentuk manifestasi atas kepercayaan dan keamanan tersebut terwujud dalam identitas digital yang terverifikasi sebagai instrumen untuk membuktikan eksistensi seseorang di ranah digital. Terlebih di tengah kondisi saat ini, ketika adanya keterbatasan dalam berinteraksi dan bertransaksi tanpa bertatap muka atau minim sentuhan, industri teknologi dan pemerintah diharapkan hadir memberikan solusi untuk perlindungan data pribadi dan menyediakan sistem keamanan digital yang mumpuni.

Dalam menjawab peran aktif industri tersebut, PT Indonesia Digital Identity (VIDA) berkolaborasi dengan Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) mengadakan pelatihan media (media clinic) berisikan edukasi dan sosialisasi terkait pemahaman akan identitas digital, perlindungan data pribadi, dan keamanan siber.

Ardi Sutedja, Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) menjelaskan tujuan kegiatan ICSF ini adalah sebagai tindak lanjut peran aktif masyarakat melalui organisasi/komunitas dalam mendampingi pemerintah Indonesia untuk memberikan edukasi tentang keamanan siber kepada masyarakat Indonesia. “Kami menyadari bahwa kesadaran akan keamanan siber dan perlindungan data pribadi merupakan elemen kunci untuk keamanan digital. masyarakat membutuhkan rasa aman dan kepastian hukum di ranah siber, seperti di kehidupan nyata. Terlebih di tengah situasi pandemi COVID-19 saat ini, ketergantungan masyarakat terhadap kegiatan di ranah digital semakin tinggi. Dengan begitu, ekspektasi publik terhadap rasa aman di ranah siber pun menjadi semakin tinggi. Disinilah peran kami membantu masyarakat agar lebih peka terhadap perlindungan identitas digital mereka,”

Seiring perkembangan ekosistem digital secara masif dapat membentuk budaya digital yang perlu antisipasi akan ancaman penggunaannya. Kebocoran data paling sering terjadi karena beberapa penyebab, antara lain kurangnya pemahaman terkait perlindungan data dan privasi, tidak adanya enkripsi data, lemahnya sistem proteksi atas perangkat portabel yang digunakan untuk menyimpan data, dan ketiadaan pihak ketiga yang siap membantu menangani kebocoran data secara profesional.

Sati Rasuanto, CEO PT Indonesia Digital Identity (VIDA) menjelaskan bahwa sangat penting membangun kepercayaan terhadap ekosistem digital (digital trust) untuk membantu menjamin keberlangsungan dari penggunaan dan interaksi masyarakat dengan teknologi. Oleh karena itu VIDA sebagai salah satu perusahaan Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) yang sudah berinduk di bawah Kominfo hadir untuk mengakselerasi dunia digital di Indonesia, membantu meningkatkan perlindungan data pribadi serta keamanan siber melalui solusi teknologi yang terpercaya, dan mendukung target pemerintah untuk mencapai inklusi keuangan.

VIDA merupakan digital trust provider yang memberikan solusi untuk menjadi jawaban dari tantangan yang dihadapi keamanan siber pada masa sekarang. VIDA memberikan solusi untuk manajemen akses, verifikasi dan otentikasi identitas, serta tanda tangan elektronik tersertifikasi berbasis sertifikat elektronik.

“Keamanan data dan kenyamanan menjadi nilai utama dalam layanan VIDA. Saat ini VIDA menjadi satu-satunya PSrE yang juga telah memiliki sertifikasi global WebTrust untuk penerapan standar keamanan internet, dan menerapkan face biometric dalam melakukan verifikasi dan otentikasi untuk memberikan kemudahan dan

kenyamanan untuk pengguna. Tanda tangan Elektronik VIDA juga menjadi satu-satunya yang dikenali di lebih dari 40 negara, karena VIDA adalah PSrE pertama dari indonesia yang masuk di dalam Adobe Approved Trust List (AATL),” ujar Sati.

Novel Ariyadi, Direktur Cyber Security BDO Indonesia dan Co-Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) yang turut hadir sebagai narasumber mengatakan “Untuk sertifikat elektronik, kita telah memiliki tata kelola sertifikat elektronik berbasis infrastruktur kunci publik (public key infrastructure) yang mengatur RootCA dan industri PSrE/CA (Penyelenggara Sertifikat Elektronik/Certificate Authority) yang menjadi dasar identitas digital yang berlaku di Indonesia. Meskipun begitu, kita masih harus imbangi dengan UU yang melindungi perlindungan data pribadi dan keamanan siber sehingga keamanan negara dan masyarakat di dunia siber dapat lebih terjamin.”

Inovasi dan teknologi yang ditawarkan oleh penyelenggara sertifikasi elektronik di Indonesia, termasuk VIDA, diharapkan dapat mendukung transformasi digital, terutama dari sisi keamanan dan privasi informasi dengan memanfaatkan identitas tersertifikasi secara digital yang aman dan terpercaya.

sumber: tabloidpulsa.id
Breaking News Kalahkan China Leani Ratri OktilaKhalimatus Sadiyah Sumbang Emas Pertama bagi Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020
04 September 2021
Breaking News: Kalahkan China, Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah Sumbang Emas Pertama bagi Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020
foto: Leani/Khalimatus (instagram)


itoday - Pasangan ganda putri Indonesia, Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah sukses menyumbangkan medali emas di Paralimpiade Tokyo 2020. Mereka mengalahkan pasangan China, Cheng Hefang/Ma Huihui, di partai final.

Bermain di Yoyogi National Gymnasium, Sabtu (4/9/2021), Leani/Khalimatus tampil menekan sejak awal gim pertama. Pasangan ganda putri Indonesia itu dengan cepat memimpin atas lawan mereka.

Smash keras Khalimatus Sadiyah beberapa kali merepotkan pasangan China. Begitu juga dengan permainan depan net yang diperagakan Leani Ratri yang beberapa kali berbuah poin.

Baca juga: Klasemen Sementara Paralimpiade Tokyo 2020, Sabtu 4 September hingga Pukul 15.00 WIB: Indonesia Naik ke Posisi 65

Leani/Khalimatus pun berhasil unggul 11-9 di interval gim pertama. Usai jeda pasangan China berhasil menemukan cara untuk menyusul ketertinggalan poin

Mereka berusaha memperlambat tempo dengan melakukan penempatan bola yang jauh dari tekanan. Meski sempat hampir terkejar, gim pertama akhirnya milik pasangan ganda putri Indonesia dengan 21-18.

Sementara di gim kedua, Leani/Khalimatus kembali dengan permainan menyerang mereka. Smash keras dan cegatan di depan jadi senjata utama mereka untuk merebut satu persatu poin dari lawan.

Leani/Khalimatus tak terkejar dan kembali unggul di interval gim kedua dengan 11-19. Keunggulan ini terus mereka jaga, sementara itu pasangan China sulit keluar dari tekanan hingga melakukan beberapa kesalahan sendiri.

Leani/Khalimatus terus menjauh hingga unggul 17-12. Perlahan tapi pasti pasangan Indonesia terus menamhan perolehan poin. Leani/Khalimatus menyudahi perlawanan pasangan China dan menutup gim kedua dengan 21-12.

Dengan ini, cabor para badminton tercatat menyumbangkan tiga medali dengan rincian satu medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu. Raihan medali perak dan perunggu didapat dari nomor tunggal putra atas nama Dheva Anrimusthi dan Suryo Nugroho.

sumber: okezone.com
Federal Oil Tingkatkan Kualitas dan Layanan Terbaik di Mechanic Contest FOC 2021
04 September 2021
Federal Oil Tingkatkan Kualitas dan Layanan Terbaik di Mechanic Contest FOC 2021
foto: ilustrasi (merdeka)


itoday - Federal Oil terus berkomitmen meningkatkan kemampuan dan menjamin kualitas para mekanik dari Federal Oil Center (FOC). FOC merupakan jaringan bengkel bermerek Federal Oil yang memberikan pelayanan berstandar tinggi untuk kendaraan roda dua.

Federal Oil ingin konsumen dapat merasakan pelayanan maksimal dan berstandar tinggi untuk kendaraannya yang dipercayakan dirawat pada FOC. Setelah sukses dengan program vaksinasi gratis untuk mitra dan mekanik, Federal Oil kembali melanjutkan agenda tahunan Federal Oil Mechanic Contest yang tahun ini dilakukan secara virtual.

"Semua tahapan tes pada program ini melibatkan tim ahli. Kami memastikan program ini terus mencetak mekanik andal yang mampu merawat berbagai jenis sepeda motor yang kualitasnya bersaing dengan mekanik bengkel resmi," ujar Herry Hambali, B2C Sales Director PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, kemarin.

Menurut Herry, program Federal Oil Mechanic Contest bukan sekadar kompetisi antarmekanik, tapi bentuk pembekalan pelayanan dan perawatan sepeda motor. Kami ingin terus menjaga konsistensi dalam membina para mekanik, peningkatan standar kualitas, dan pengetahuan yang lebih mendalam termasuk soft skill para mekanik. Karena mekanik lah berinteraksi langsung dengan konsumen.

Tahun ini total peserta sebanyak 466 mekanik dari 287 FOC yang tersebar secara nasional. Mereka telah mengikuti rangkaian kegiatan, seperti tes online tahap 1 yang berhasil menyaring peserta menjadi 123 mekanik dari 56 FOC, kemudian dilanjutkan dengan tes online tahap 2 dengan hasil 30 mekanik dari 26 FOC yang lolos ke tahapan akhir sebelum grand final. Pada tahapan ini peserta terpilih akan membuat video yang menjadi tolak ukur penilaian, sebelum akan dipilih 3 finalis untuk babak grand final.

Pablo Conrad, Marketing Director PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, menambahkan kualitas pelayanan berstandar tinggi untuk konsumen Federal Oil menjadi komitmen kami di FOC. Dengan kontes ini, kemampuan teknis mekanik akan terus berkembang mengikuti zaman dan menyesuaikan kebutuhan konsumen sehingga terus relevan.

"Kami ingin agar konsumen selalu mempercayakan solusi untuk perawatan kendaraannya ke FOC dan dirawat oleh mekanik andal kami serta menggunakan pelumas Federal Oil,” ucapnya.

Acara grand final ini akan ditayangkan di YouTube resmi Federal Oil yaitu Federal Oil Indonesia pada Minggu, 5 September 2021, termasuk video-video dari para peserta dan keputusan mekanik yang memenangkan kontes. Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa sepeda motor matic, TV hingga smartphone dan poin bonus di aplikasi Federal Oil serta sertifikat penghargaan.

sumber: merdeka.com
APBN Tak Kuat Program EBT Terancam Gagal
04 September 2021
APBN Tak Kuat, Program EBT Terancam Gagal
foto: PLTA PLN (PLN)


itoday - Pemerintah tengah menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru Terbarukan (EBT). Dalam RUU akan dijabarkan mengenai masa transisi dari energi fosil menjadi energi ramah lingkungan.

Guru Besar Institut Teknologi, Mukhtasor menyebut Transmisi EBT yang dicanangkan di dalam RUU EBT akan berpotensi gagal.

Mengingat beban keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pemenuhan tersebut tidak kuat.

"Transmisi energi akan berpotensi gagal. Karena kemampuan kita tidak kuat di sana apalagi APBN dalam situasi tidak bagus juga dalam kondisi sulit," kata dia dalam diskusi bertajuk 'Regulasi EBT, Untuk Siapa?', Sabtu (4/9/2021).

Mantan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) itu mengatakan, penggunaan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap tidak sedikit alias mahal. Kondisi ini akan bisa membuat portofolio Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak bagus.

Seperti diketahui, dalam RUU EBT ini pemerintah meminta langsung agar PT PLN (Persero) dapat mengoptimalkan potensi pembangkit tenaga listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) atau PLTS.

"RUU EBT bagus, asal cara ditempuh aturannya itu justru membangun ekonomi baru. Misalnya produsen turbin di kasih insentif. Harga dalam negeri murah. Nanti dalam waktu tertentu tumbuh pendapatan pajak dalam negeri nanti negara akan mampu ke depannya," jelas dia.

Dia menyampaikan, regulasi terkait EBT ini sebetulnya sudah menjadi khas di Indonesia dan ada sejak lama melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. Namun UU ini telah ditinggalkan.

"Dalam rencana pembangunan jangka panjang seharusnya semua pihak memegang ini. Karena sudah menjadi konsensus nasional. Dari sisi energi itu memang terbarukan dan emisi turunkan bagus sekali. Tetapi Cara yang ditempuh adalah dengan membangun ekonomi produktif di dalam negeri dan juga pembangunan ramah lingkungan dan proses-proses yang bisa dibuat untuk membangun kemampuan nasional," jelas dia.

Dia menambahkan, jika RUU EBT ini tujuannya adalah untuk menurunkan emisi karbon maka tidak tepat. Sebab cara-cara pemerintah digunakan saat ini sudah terpenuhi pemenuhannya untuk emisi karbon.

"Sekarang itu target sudah terpenuhi jadi Menteri ESDM tidak usah bingung-bingung sektor energi itu tidak memenuhi target. Memenuhi target. Saya yakin itu. Saya menyatakan dan hitungan-hitungan itu ada," jelas dia.

Percepatan Investasi

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana mengungkapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) EBT yang tengah disusun pemerintah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan mengakselerasi kebutuhan pengembangan EBT di Indonesia.

"RUU EBT ini sifatnya percepatan, karena harus melipatgandakan realisasinya dan magnitude-nya besar. Misalnya untuk listrik, kalau kita mau naik dua kali lipat, berarti harus menaikkan (EBT) sampai 12 ribu Giga Watt dalam lima tahun," kata Dadan dalam acara pada CNBC Indonesia Energy Conference: Membedah Urgensi RUU Energi Baru dan Terbarukan, Senin (26/4).

Selain meningkatkan koordinasi dan sinergi antar sektor, sambung Dadan, keberadaan aturan EBT diharapkan mampu mempercepat dari sisi proses-proses investasi. "Ini diharapkan ada manfaat secara nasional, baik dari segi EBT maupun ekonominya bisa berjalan," jelasnya.

Salah satu sisi ekonomi yang disorot Dadan adalah keberlangsungan korporasi PLN, dimana ia berharap upaya transisi energi akan memberikan dampak positif bagi finansial PLN. "Masuknya EBT yang berbasis listrik justru akan memperbaiki kasnya PLN," tegasnya.

sumber: liputan6.com
Pandemi Naikkan Kebiasaan Ngemil Peluang Bagus untuk UMKM Kuliner
04 September 2021
Pandemi Naikkan Kebiasaan Ngemil, Peluang Bagus untuk UMKM Kuliner
foto: ilustrasi (ist)


itoday - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) penggerak ekonomi Indonesia. Kontribusinya lebih dari 62 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan 97 persen terhadap penciptaan lapangan kerja.

"Ekonomi kita digerakkan oleh konsumsi. Di tengah pandemi dan tangan ekonomi industri kuliner juga mengalami tekanan yang luar biasa. Namun, mereka yang berhasil mendigitalisasi usahanya, UMKM dapat terus bertahan dan melanjutkan usahanya," ujar Sandiaga dalam acara 'Kreatif Kembangkan Bisnis Kuliner 'Kekinian' yang diselenggarakan Mondelez secara daring, Kamis, 2 September 2021.

Sandiaga mendukung tagar #kembangkanUMKMKuliner dan inspirasi UMKM ini dapat mengembangkan bisnis secara lebih kreatif. Ia juga yakin bahwa pelatihan yang akan diselenggarakan Mondelez akan menginspirasi.

"Saya juga dulu dari UMKM. Saya mengikuti banyak mentoring. Alhamdulillah, usaha yang saya bangun dari hanya bertiga orang, sekarang membuka lapangan kerja bagi 30 ribu karyawan dari seluruh Indonesia," kata Sandiaga.

Lewat inisiatiatif tersebut, Sandiaga berharap, semua pihak bisa bersinergi dengan kolaborasi, inovasi, dan adaptasi, serta dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

"Ekonomi kreatif adalah lokomotif agar kita keluar dari pandemi dan pulihkan ekonomi. Yuk, kita dukung tagar #dukungUMKMkuliner," ujar Sandiaga.

Tren Kekinian

President Director Mondelez Indonesia, Prashant Peres mengatakan kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi kuliner atau camilan terus berkembang menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini didukung oleh hasil survei konsumen Mondelez International The State of Snacking 2020 yang menyebutkan bahwa pandemi telah meningkatkan kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia.

"Selain itu, terungkap juga bahwa 77 persen responden mencari makanan baru selama pandemi dan 54 persen mendapatkan ide makanannya dari media sosial. Dari sisi bisnis, tren tersebut tentu menjadi peluang tersendiri bagi pelaku UMKM kuliner untuk terus mengembangkan usahanya, termasuk membuka peluang dari media sosial," kata Prashant.

Hal senada diungkapkan chef dan pegiat UMKM, Fatmah Bahalwan. Ia mengatakan media sosial berperan sangat penting. Bagi dia, pengambilan keputusan masyarakat untuk berbelanja camilan atau makanan itu biasanya berdasarkan media sosial.

"Itu terbukti dari penelitian tersebut. Oleh karena itu, pelaku bisnis UMKM harus mengikuti tren yang ada di media sosial. Caranya dengan mengunggah foto yang bagus dan melakukannya secara konsisten. Dari situ, kemudian akan muncul ide-ide kreatif akan berkembang," kata Fatmah.

Produk Ikonik

Founder Martabak Orient, Affan Achmad Affandi mengatakan bahwa peluang membuka usaha masih ada asal bisa memanfaatkannya dengan jeli. Ia mencontohkan, untuk membuka usaha camilan, bisa memanfaatkan ketenaran produk yang sudah ikonik, seperti Oreo, Cadbury, keju Kraft.

"Itu poin penting buat kita atau bagi mereka yang mau membuka usaha. Kita pilih produk yang ikonik dan orang sudah mengenalnya. Dengn begitu, masyarakat akan lebih percaya," terang Affan.

Hal penting lain, kata Affan, jadikan diri kita sebagai pembeli, bukan sebagai pengusaha. "Dengan memosisikan sebagai pembeli, maka kita akan tahu hal-hal apa saja yang diinginkan pembeli, baik harga, packaging, atau rasanya," imbuh Affan.

sumber: liputan6.com