Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Breaking News Kalahkan China Leani Ratri OktilaKhalimatus Sadiyah Sumbang Emas Pertama bagi Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020
04 September 2021
Breaking News: Kalahkan China, Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah Sumbang Emas Pertama bagi Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020
foto: Leani/Khalimatus (instagram)


itoday - Pasangan ganda putri Indonesia, Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah sukses menyumbangkan medali emas di Paralimpiade Tokyo 2020. Mereka mengalahkan pasangan China, Cheng Hefang/Ma Huihui, di partai final.

Bermain di Yoyogi National Gymnasium, Sabtu (4/9/2021), Leani/Khalimatus tampil menekan sejak awal gim pertama. Pasangan ganda putri Indonesia itu dengan cepat memimpin atas lawan mereka.

Smash keras Khalimatus Sadiyah beberapa kali merepotkan pasangan China. Begitu juga dengan permainan depan net yang diperagakan Leani Ratri yang beberapa kali berbuah poin.

Baca juga: Klasemen Sementara Paralimpiade Tokyo 2020, Sabtu 4 September hingga Pukul 15.00 WIB: Indonesia Naik ke Posisi 65

Leani/Khalimatus pun berhasil unggul 11-9 di interval gim pertama. Usai jeda pasangan China berhasil menemukan cara untuk menyusul ketertinggalan poin

Mereka berusaha memperlambat tempo dengan melakukan penempatan bola yang jauh dari tekanan. Meski sempat hampir terkejar, gim pertama akhirnya milik pasangan ganda putri Indonesia dengan 21-18.

Sementara di gim kedua, Leani/Khalimatus kembali dengan permainan menyerang mereka. Smash keras dan cegatan di depan jadi senjata utama mereka untuk merebut satu persatu poin dari lawan.

Leani/Khalimatus tak terkejar dan kembali unggul di interval gim kedua dengan 11-19. Keunggulan ini terus mereka jaga, sementara itu pasangan China sulit keluar dari tekanan hingga melakukan beberapa kesalahan sendiri.

Leani/Khalimatus terus menjauh hingga unggul 17-12. Perlahan tapi pasti pasangan Indonesia terus menamhan perolehan poin. Leani/Khalimatus menyudahi perlawanan pasangan China dan menutup gim kedua dengan 21-12.

Dengan ini, cabor para badminton tercatat menyumbangkan tiga medali dengan rincian satu medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu. Raihan medali perak dan perunggu didapat dari nomor tunggal putra atas nama Dheva Anrimusthi dan Suryo Nugroho.

sumber: okezone.com
Federal Oil Tingkatkan Kualitas dan Layanan Terbaik di Mechanic Contest FOC 2021
04 September 2021
Federal Oil Tingkatkan Kualitas dan Layanan Terbaik di Mechanic Contest FOC 2021
foto: ilustrasi (merdeka)


itoday - Federal Oil terus berkomitmen meningkatkan kemampuan dan menjamin kualitas para mekanik dari Federal Oil Center (FOC). FOC merupakan jaringan bengkel bermerek Federal Oil yang memberikan pelayanan berstandar tinggi untuk kendaraan roda dua.

Federal Oil ingin konsumen dapat merasakan pelayanan maksimal dan berstandar tinggi untuk kendaraannya yang dipercayakan dirawat pada FOC. Setelah sukses dengan program vaksinasi gratis untuk mitra dan mekanik, Federal Oil kembali melanjutkan agenda tahunan Federal Oil Mechanic Contest yang tahun ini dilakukan secara virtual.

"Semua tahapan tes pada program ini melibatkan tim ahli. Kami memastikan program ini terus mencetak mekanik andal yang mampu merawat berbagai jenis sepeda motor yang kualitasnya bersaing dengan mekanik bengkel resmi," ujar Herry Hambali, B2C Sales Director PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, kemarin.

Menurut Herry, program Federal Oil Mechanic Contest bukan sekadar kompetisi antarmekanik, tapi bentuk pembekalan pelayanan dan perawatan sepeda motor. Kami ingin terus menjaga konsistensi dalam membina para mekanik, peningkatan standar kualitas, dan pengetahuan yang lebih mendalam termasuk soft skill para mekanik. Karena mekanik lah berinteraksi langsung dengan konsumen.

Tahun ini total peserta sebanyak 466 mekanik dari 287 FOC yang tersebar secara nasional. Mereka telah mengikuti rangkaian kegiatan, seperti tes online tahap 1 yang berhasil menyaring peserta menjadi 123 mekanik dari 56 FOC, kemudian dilanjutkan dengan tes online tahap 2 dengan hasil 30 mekanik dari 26 FOC yang lolos ke tahapan akhir sebelum grand final. Pada tahapan ini peserta terpilih akan membuat video yang menjadi tolak ukur penilaian, sebelum akan dipilih 3 finalis untuk babak grand final.

Pablo Conrad, Marketing Director PT ExxonMobil Lubricants Indonesia, menambahkan kualitas pelayanan berstandar tinggi untuk konsumen Federal Oil menjadi komitmen kami di FOC. Dengan kontes ini, kemampuan teknis mekanik akan terus berkembang mengikuti zaman dan menyesuaikan kebutuhan konsumen sehingga terus relevan.

"Kami ingin agar konsumen selalu mempercayakan solusi untuk perawatan kendaraannya ke FOC dan dirawat oleh mekanik andal kami serta menggunakan pelumas Federal Oil,” ucapnya.

Acara grand final ini akan ditayangkan di YouTube resmi Federal Oil yaitu Federal Oil Indonesia pada Minggu, 5 September 2021, termasuk video-video dari para peserta dan keputusan mekanik yang memenangkan kontes. Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa sepeda motor matic, TV hingga smartphone dan poin bonus di aplikasi Federal Oil serta sertifikat penghargaan.

sumber: merdeka.com
APBN Tak Kuat Program EBT Terancam Gagal
04 September 2021
APBN Tak Kuat, Program EBT Terancam Gagal
foto: PLTA PLN (PLN)


itoday - Pemerintah tengah menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Energi Baru Terbarukan (EBT). Dalam RUU akan dijabarkan mengenai masa transisi dari energi fosil menjadi energi ramah lingkungan.

Guru Besar Institut Teknologi, Mukhtasor menyebut Transmisi EBT yang dicanangkan di dalam RUU EBT akan berpotensi gagal.

Mengingat beban keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pemenuhan tersebut tidak kuat.

"Transmisi energi akan berpotensi gagal. Karena kemampuan kita tidak kuat di sana apalagi APBN dalam situasi tidak bagus juga dalam kondisi sulit," kata dia dalam diskusi bertajuk 'Regulasi EBT, Untuk Siapa?', Sabtu (4/9/2021).

Mantan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) itu mengatakan, penggunaan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap tidak sedikit alias mahal. Kondisi ini akan bisa membuat portofolio Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak bagus.

Seperti diketahui, dalam RUU EBT ini pemerintah meminta langsung agar PT PLN (Persero) dapat mengoptimalkan potensi pembangkit tenaga listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) atau PLTS.

"RUU EBT bagus, asal cara ditempuh aturannya itu justru membangun ekonomi baru. Misalnya produsen turbin di kasih insentif. Harga dalam negeri murah. Nanti dalam waktu tertentu tumbuh pendapatan pajak dalam negeri nanti negara akan mampu ke depannya," jelas dia.

Dia menyampaikan, regulasi terkait EBT ini sebetulnya sudah menjadi khas di Indonesia dan ada sejak lama melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007. Namun UU ini telah ditinggalkan.

"Dalam rencana pembangunan jangka panjang seharusnya semua pihak memegang ini. Karena sudah menjadi konsensus nasional. Dari sisi energi itu memang terbarukan dan emisi turunkan bagus sekali. Tetapi Cara yang ditempuh adalah dengan membangun ekonomi produktif di dalam negeri dan juga pembangunan ramah lingkungan dan proses-proses yang bisa dibuat untuk membangun kemampuan nasional," jelas dia.

Dia menambahkan, jika RUU EBT ini tujuannya adalah untuk menurunkan emisi karbon maka tidak tepat. Sebab cara-cara pemerintah digunakan saat ini sudah terpenuhi pemenuhannya untuk emisi karbon.

"Sekarang itu target sudah terpenuhi jadi Menteri ESDM tidak usah bingung-bingung sektor energi itu tidak memenuhi target. Memenuhi target. Saya yakin itu. Saya menyatakan dan hitungan-hitungan itu ada," jelas dia.

Percepatan Investasi

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Dadan Kusdiana mengungkapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) EBT yang tengah disusun pemerintah bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan mengakselerasi kebutuhan pengembangan EBT di Indonesia.

"RUU EBT ini sifatnya percepatan, karena harus melipatgandakan realisasinya dan magnitude-nya besar. Misalnya untuk listrik, kalau kita mau naik dua kali lipat, berarti harus menaikkan (EBT) sampai 12 ribu Giga Watt dalam lima tahun," kata Dadan dalam acara pada CNBC Indonesia Energy Conference: Membedah Urgensi RUU Energi Baru dan Terbarukan, Senin (26/4).

Selain meningkatkan koordinasi dan sinergi antar sektor, sambung Dadan, keberadaan aturan EBT diharapkan mampu mempercepat dari sisi proses-proses investasi. "Ini diharapkan ada manfaat secara nasional, baik dari segi EBT maupun ekonominya bisa berjalan," jelasnya.

Salah satu sisi ekonomi yang disorot Dadan adalah keberlangsungan korporasi PLN, dimana ia berharap upaya transisi energi akan memberikan dampak positif bagi finansial PLN. "Masuknya EBT yang berbasis listrik justru akan memperbaiki kasnya PLN," tegasnya.

sumber: liputan6.com
Pandemi Naikkan Kebiasaan Ngemil Peluang Bagus untuk UMKM Kuliner
04 September 2021
Pandemi Naikkan Kebiasaan Ngemil, Peluang Bagus untuk UMKM Kuliner
foto: ilustrasi (ist)


itoday - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) penggerak ekonomi Indonesia. Kontribusinya lebih dari 62 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan 97 persen terhadap penciptaan lapangan kerja.

"Ekonomi kita digerakkan oleh konsumsi. Di tengah pandemi dan tangan ekonomi industri kuliner juga mengalami tekanan yang luar biasa. Namun, mereka yang berhasil mendigitalisasi usahanya, UMKM dapat terus bertahan dan melanjutkan usahanya," ujar Sandiaga dalam acara 'Kreatif Kembangkan Bisnis Kuliner 'Kekinian' yang diselenggarakan Mondelez secara daring, Kamis, 2 September 2021.

Sandiaga mendukung tagar #kembangkanUMKMKuliner dan inspirasi UMKM ini dapat mengembangkan bisnis secara lebih kreatif. Ia juga yakin bahwa pelatihan yang akan diselenggarakan Mondelez akan menginspirasi.

"Saya juga dulu dari UMKM. Saya mengikuti banyak mentoring. Alhamdulillah, usaha yang saya bangun dari hanya bertiga orang, sekarang membuka lapangan kerja bagi 30 ribu karyawan dari seluruh Indonesia," kata Sandiaga.

Lewat inisiatiatif tersebut, Sandiaga berharap, semua pihak bisa bersinergi dengan kolaborasi, inovasi, dan adaptasi, serta dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

"Ekonomi kreatif adalah lokomotif agar kita keluar dari pandemi dan pulihkan ekonomi. Yuk, kita dukung tagar #dukungUMKMkuliner," ujar Sandiaga.

Tren Kekinian

President Director Mondelez Indonesia, Prashant Peres mengatakan kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi kuliner atau camilan terus berkembang menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini didukung oleh hasil survei konsumen Mondelez International The State of Snacking 2020 yang menyebutkan bahwa pandemi telah meningkatkan kebiasaan ngemil masyarakat Indonesia.

"Selain itu, terungkap juga bahwa 77 persen responden mencari makanan baru selama pandemi dan 54 persen mendapatkan ide makanannya dari media sosial. Dari sisi bisnis, tren tersebut tentu menjadi peluang tersendiri bagi pelaku UMKM kuliner untuk terus mengembangkan usahanya, termasuk membuka peluang dari media sosial," kata Prashant.

Hal senada diungkapkan chef dan pegiat UMKM, Fatmah Bahalwan. Ia mengatakan media sosial berperan sangat penting. Bagi dia, pengambilan keputusan masyarakat untuk berbelanja camilan atau makanan itu biasanya berdasarkan media sosial.

"Itu terbukti dari penelitian tersebut. Oleh karena itu, pelaku bisnis UMKM harus mengikuti tren yang ada di media sosial. Caranya dengan mengunggah foto yang bagus dan melakukannya secara konsisten. Dari situ, kemudian akan muncul ide-ide kreatif akan berkembang," kata Fatmah.

Produk Ikonik

Founder Martabak Orient, Affan Achmad Affandi mengatakan bahwa peluang membuka usaha masih ada asal bisa memanfaatkannya dengan jeli. Ia mencontohkan, untuk membuka usaha camilan, bisa memanfaatkan ketenaran produk yang sudah ikonik, seperti Oreo, Cadbury, keju Kraft.

"Itu poin penting buat kita atau bagi mereka yang mau membuka usaha. Kita pilih produk yang ikonik dan orang sudah mengenalnya. Dengn begitu, masyarakat akan lebih percaya," terang Affan.

Hal penting lain, kata Affan, jadikan diri kita sebagai pembeli, bukan sebagai pengusaha. "Dengan memosisikan sebagai pembeli, maka kita akan tahu hal-hal apa saja yang diinginkan pembeli, baik harga, packaging, atau rasanya," imbuh Affan.

sumber: liputan6.com
Orangtua Wajib Tahu 3 Poin Utama Penyebab Stunting
04 September 2021
Orangtua Wajib Tahu, 3 Poin Utama Penyebab Stunting
foto: ilustrasi (ist)


itoday - Dinas Kesehatan Kota Bandung menyebutkan pemberian nutrisi sehat dan bergizi di 1000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi bagian terpenting mencegah stunting.

Menurut Kepala Seksi Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bandung Nila Avianti, 1000 HPK ini mulai dari usia kandungan 0 (nol) bulan hingga anak usia 2 tahun.

"Ada tiga poin utama yang mempengaruhi terjadinya stunting yakni pola makan, pola asuh, dan sanitasi yang kurang sehat," ujar Nila ditulis Bandung, Rabu (1/9/2021).

Nila menjelaskan stunting merupakan kekurangan gizi kronis atau kurangnya asupan protein dan sumber energi pada anak dalam waktu yang cukup lama. Sehingga menyebabkan anak gagal tumbuh.

Maka untuk mencegah terjadinya stunting baru diperlukan pencegahan mulai dari hulu. Yaitu pemberian tablet penambah darah minimal satu bulan sekali bagi remaja putri dan ibu hamil.

"Jadi kalau tidak ingin anak stunting, mulai remaja diberikan asupan gizi seimbang, minum tablet penambah darah. Ketika hamil diberikan asupan gizi yang baik sampai anaknya kemudian lahir sampai 2 tahun," sebut Nila.

Stunting Lewat dari 2 Tahun Sulit Diintervensi

Nila mengatakan angka stunting di Kota Bandung kini mencapai 8,93 persen atau sebanyak 9.567 balita mengalami stunting.

Untuk itu otoritasnya terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menangani permasalahan stunting di Kota Bandung.

"Makanya stunting ini tidak langsung pada saat anak lahir, tapi dari mulai ibunya hamil sampai anak 2 tahun. Kalau sudah lewat 2 tahun ini sulit diintervensinya," jelas Nila.

Nila menyebutkan Dinas Kesehatan bekerja sama dengan kader PKK mulai dari pemberian makanan tambahan bagi bayi dan ibu hamil dan melakukan pemantauan perkembangan pertumbuhan balita secara rutin.

Selain itu, juga melakukan bulan penimbangan balita bersama Posyandu untuk memantau tumbuh kembang balita, hingga melakukan edukasi tentang pemberian makanan bagi bayi dan anak.

"Karena stunting menjadi tanggung jawab bersama, menyelamatkan satu generasi berarti menyelamatkan anak bangsa," sebut Nila.

Sementara itu Ketua Pokja 4 TP-PKK Kota Bandung Eulis Sumiyati menuturkan dalam rangka menurunkan angka stunting, kelompoknya telah menggagas program gerakan Bandung Tanginas atau Bandung Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat.

Melalui Bandung Tanginas, kelompoknya memberi pangan aman dan sehat bagi ibu hamil, ibu menyusui 0-6 bulan, dan anak dibawah usia 2 tahun.

"Dalam arti sesungguhnya, Tanginas itu bergerak cepat. Kita berharap betul penanganan stunting bergerak cepat, bagaimana setiap OPD maupun organisasi kemasyarakatanan bisa mendukung menurunkan angka stunting," ungkap Eulis.

Eulis berharap dengan cara memberikan makanan sehat dan bergizi di 1000 HPK, angka stunting di Kota Bandung tidak terus bertambah.

Sebab Eulis paham betul bahwa stunting terjadi karena kekurangan gizi kronis.

"Mungkin kuncinya itu di pangan aman dan sehat. Pangan aman sehat itu bisa diperoleh bukan karena makanan mahal. Tetapi dengan makanan yang murah sebetulnya bisa menyediakan makanan sehat bagi anak-anak terutama di 1000 HPK," ucap Eulis.

Untuk itu kelompoknya mendorong setiap rumah untuk memiliki Buruan Sae yaitu memanfaatkan lahan rumah untuk menanam sayuran dan budidaya ikan.

Rencananya pada Bulan September-Oktober akan digelar pelatihan bagi 400 kader Posyandu. Tujuannya menjadi garda terdepan menyampaikan informasi kepada masyarakat soal pencegahan stunting.

Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Bandung dalam menurunkan angka stunting. Mulai dari pencegahan, penanganan, hingga pembentukan Satgas ODF (Open Defecation Free).

sumber: liputan6.com
Deteksi COVID19 dengan Metode Kumur BioSaliva Miliki Sensitivitas Hingga 95 Persen
04 September 2021
Deteksi COVID-19 dengan Metode Kumur, BioSaliva Miliki Sensitivitas Hingga 95 Persen
foto: Bio Saliva (ist)


itoday - Kini PT. Biofarma memproduksi alat diagnosis COVID-19 dengan metode kumur (garled). Alat tersebut dinamai BioSaliva yang diklaim nyaman saat digunakan.

Alat tes RT Polymerase Chain Reaction (PCR) tersebut memiliki sensitivitas hingga 95 persen sehingga dapat digunakan sebagai alternatif selain menggunakan PCR Kit.

BioSaliva juga telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 1 April 2021 dengan Nomor KEMENKES RI AKD 10302120673.

Media pembawa virus ini berfungsi untuk deteksi RNA Sars-CoV2 penyebab COVID-19 dengan metode RT PCR menggunakan sampel saliva atau air liur.

Umur simpan BioSaliva bisa mencapai 2 tahun. Sampel saliva juga dapat stabil di suhu ruang hingga 30 hari, suhu -20°C, dan suhu -80°C,” seperti mengutip sehatnegeriku.kemenkes.go.id, Sabtu (4/9/2021).

Cara Menggunakan

Biofarma tengah melakukan uji post market BioSaliva di Kementerian Kesehatan dan di tiga laboratorium, yakni:

-Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

-Laboratorium Biomedik Lanjut, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran.

-Laboratorium Mikrobiologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga.

Pengguna BioSaliva dianjurkan tidak makan dan minum, merokok, berkumur dengan mouthwash selama 1 jam sebelum tes.

BioSaliva digunakan dengan cara berkumur di bagian tenggorokan dalam. Sebelum berkumur, pengguna BioSaliva dianjurkan menarik napas secara kuat, lalu batuk sedikit untuk mengeluarkan dahak tanpa dibuang.

Selanjutnya, masukkan cairan kumur yang tersedia dalam kemasan BioSaliva ke dalam mulut dan mulai berkumur di bagian dalam tenggorokan.

Setelah itu, keluarkan cairan kumur dari dalam mulut ke dalam wadah dan campurkan dengan larutan pencampur yang juga tersedia dalam kemasan. Kemudian kocok dan sampel siap dites di laboratorium.

Terkait Produk

Dalam satu kemasan BioSaliva terdapat petunjuk penggunaan, satu wadah cairan kumur, satu wadah larutan pencampur, dan satu corong.

Produk ini menjawab tantangan laboratorium klinis akan kebutuhan tes dengan kondisi lapangan di Indonesia, yang umumnya jauh dari fasilitas kesehatan.

“Diharapkan pula, tes PCR dengan metode kumur ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas tracing nasional terutama untuk kalangan anak-anak dan Lansia yang membutuhkan kenyamanan lebih dalam pengambilan sampel.”

Ke depannya proses pengambilan sampel dapat dilakukan di area non-medis dengan pengawasan tenaga kesehatan, sehingga mengurangi kerumunan dan menghindari kontak.

Proses pengambilan sampel yang praktis juga memungkinkan pengambilan sampel dalam jumlah yang sangat besar tanpa perlu menambah tenaga medis.

Direktur Pemasaran Bio Farma, dr. Sri Harsi Teteki, mengatakan Biofarma terus berkontribusi dalam melakukan proses kemandirian dalam hal diagnosis COVID-19.

“Seperti kita ketahui banyak sekali produk yang masih impor, sehingga atas riset yang kita lakukan (melalui BioSaliva) mudah-mudahan bisa menjadi pilihan dari Kementerian Kesehatan untuk regulasi ke depannya produk dalam negeri ini bisa diutamakan,” katanya dalam pertemuan langsung antara Biofarma dan Kementerian Kesehatan di gedung Biofarma, Bandung, Kamis (2/9/2021).

Direktur Penilaian Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Ir. Sodikin Sadek, M.Kes mengapresiasi Biofarma atas produk BioSaliva.

“Saya apresiasi hasil penelitian ini karena ini produk dalam negeri,” kata Sodikin.

sumber: liputan6.com