Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Whatsapp Hingga Facebook Terancam Tak Bisa Digunakan di Indonesia Setelah 20 Juli 2022
22 June 2022
Whatsapp Hingga Facebook Terancam Tak Bisa Digunakan di Indonesia Setelah 20 Juli 2022
foto: ilustrasi (suara)


itoday - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut, masih ada Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dalam lingkup privat asing yang hingga kini belum melakukan pendaftaran.

Hal ini sebagaimana disampaikan Juru bicara Kominfo, Dedy Permadi yang menjelaskan, hingga kini baru Tiktok dan Linktree saja yang sudah melakukan pendaftaran resmi.

"Untuk PSE lingkup privat asing, per pagi ini, setelah kami cek, baru ada Tiktok dan Linktree yang melakukan pendaftaran. Jadi baru dua PSE asing yang besar yang melakukan pendaftaran," kata Dedy dalam keterangan resmi yang dibagikan di Kantor Kominfo, Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Merujuk pada data yang disampaikan melalui PSE Kominfo (pse.kominfo.go.id) ada 68 PSE lingkup privat asing yang sudah terdaftar. Sedangkan PSE domestik yang sudah terdaftar mencapai 4483. 

Beberapa aplikasi terpantau belum terdaftar di laman resmi tersebut, diantaranya Whatsapp, Facebook hingga Google.

Kominfo memberi batas pendaftaran PSE hingga 20 Juli 2022. Bagi PS yang melewati tenggat waktu yang ditentukan maka layanannya akan diblokir di Indonesia.

Ia mengatakan, Kominfo masih adakan melakukan identifikasi layanan mana saja yang belum mendaftar dan akan berkoordinasi dengan lembaga terkait.

"Jadi di Indonesia ini kita punya yang namanya KBLI (klasifikasi buku lapangan industri) yang dikeluarkan oleh BPS. Di situ kita bisa cek, misalnya, game lokal itu kementerian lembaga yang menaungi siapa? Kemenparekraf, misalnya," kata dia.

Setelah diperiksa ulang di KBLI dan koordinasi terkait, PSE lantas diberi kesempatan untuk menjelaskan alasan mereka belum melakukan pendaftaran.

Jika tidak ada penjelasan yang cukup bisa diterima oleh Kominfo, maka sesuai dengan PM 5/2020 dan revisinya maka akan langsung dilakukan pemutusan akses.

sumber: suara.com
Pengamat Megawati dan PDIP Jangan Gegabah Baca Permainan Politik Bunglon Jokowi
22 June 2022
Pengamat: Megawati dan PDIP Jangan Gegabah Baca Permainan Politik Bunglon Jokowi
foto: Joko Widodo (ist)


itoday - Sikap politik Presiden Joko Widodo terhadap Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berubah 180 derajat. Dari yang awalnya terkesan menjauh hampir dalam setiap kesempatan, kini terlihat kembali merapat.

Dalam pandangan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, perubahan sikap kepada Megawati dalam beberapa kali kesempatan erat kaitannya dengan manuver politik yang tengah dimaikan Jokowi.

Jerry melihat, Jokowi masih bermain dua muka. Di depan dia menunjukkan diri sebagai kader PDIP yang menghormati sang ketum, Megawati. Tapi di belakang justru berupaya memperkuat dinasti politiknya lewat usaha meloloskan capres jagoannya.

"Kalau memang taat aturan partai dan menghormati Megawati, seyogianya Jokowi jorjoran dukung Puan bukan lebih condong ke Ganjar," ujar Jerry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (22/6).

"Mega sudah memberikan kode soal capres gender atau perempuan. Jokowi harus membaca itu, jangan bermain politik bunglon," tegasnya.

Di samping itu, Jerry juga melihat Jokowi yang sudah mulai datang dalam setiap acara PDIP, seperti acara peresmian Masjid At-Taufiq di Lenteng Agung Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, hingga Rakernas II PDIP yang diselenggarakan mulai kemarin, adalah cara Jokowi mengelus-elus Megawati agar mengikuti kemauannya.

Kemauan Jokowi, diterka Jerry, bukan hanya ingin meloloskan Ganjar sebagai capres 2024 yang diusung PDIP. Tapi juga memberikan tiket Pilgub DKI kepada putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka.

Oleh karena itu, doktor komunikasi politik jebolan American Global University ini menyarankan Megawati dan PDIP berhati-hati dalam mengusung kadernya. Baik dalam perhelatan Pilpres maupun Pilgub DKI Jakarta.

"Saya kira Megawati harus berpikir ulang agar tidak gegabah dan terjebak politik bunglon Jokowi," tandasnya.

sumber: rmol.id
Pengamat Puan Seperti Ingin Tunjukkan Presiden Jokowi hanya Sebatas Petugas Partai
22 June 2022
Pengamat: Puan Seperti Ingin Tunjukkan Presiden Jokowi hanya Sebatas Petugas Partai
foto: Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo (rmol)


itoday - Ada upaya yang terlihat ingin menonjolkan sosok Joko Widodo sebatas petugas partai meski berkedudukan sebagai Presiden Republik Indonesia.

Hal itu ditunjukkan Ketua DPP PDIP, Puan Maharani yang juga putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat cuek merekam percakapan Mega dengan Jokowi layaknya seorang vloger sesaat sebelum Rakernas II hari pertama, Selasa kemarin (21/6).

Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga bahkan melihat marwah Presiden Joko Widodo tidak tercermin dalam video yang disebarkan Puan di media sosial.

"Video tersebut dapat dipersepsi negatif oleh masyarakat. Presiden dapat dikesankan sangat lemah dan tak berdaya di hadapan ketua umum partai,” ucap Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (22/6).

Mantan Dekan Fikom IISIP ini juga melihat gestur Jokowi saat bertemu Megawati tampak bukan seperti seorang pemimpin negara, melainkan hanya sebatas petugas partai berstatus presiden.

"Cara duduk Jokowi seolah sedang mendengar wejangan Megawati. Hal itu dapat menciptakan peneguhan di tengah masyarakat bahwa benar Jokowi hanya petugas partai,” ujarnya.

Imbasnya, Jamiluddin khawatir hal ini akan menurunkan derajat Jokowi sebagai presiden dan kepercayaan masyarakat akan hilang.

"Persepsi semacam itu tentunya berpeluang dapat menurunkan kredibilitas Jokowi sebagai presiden. Kalau ini terjadi, maka kepercayaan masyarakat terhadap presiden juga berpeluang besar akan turun,” tutupnya.

sumber: rmol.di
Jokowi Ultah ke61 Rakyat Hadiahi Gelar Unjuk Rasa Tuntut RKUHP
21 June 2022
Jokowi Ultah ke-61, Rakyat Hadiahi Gelar Unjuk Rasa Tuntut RKUHP
foto: Joko Widodo (okezone)


itoday - Bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Joko Widodo, sekitar 100 orang lebih yang tergabung dalam Aliansi Nasional Reformasi KUHP akan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Selasa (21/6/2022). Unjuk rasa yang mereka gelar berjudul, 'Hadiah Ulang Tahun Presiden Jokowi: Somasi RKUHP'.

Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH-UI), Adam mengatakan mereka akan memulai unjuk rasa pada siang hari nanti.

"Jam 14.00 WIB," kata Adam saat dihubungi Suara.com, Selasa (21/6/2022).

Dia mengatakan dari UI sendiri akan dihadiri sekitar 50-100 orang mahasiswa. Jumlah itu belum termasuk dari sejumlah universitas dan lembaga lainnya.

Dalam unjuk rasanya nanti mereka menyampaikan sejumlah tuntutannya, yakni mendesak Presiden dan DPR RI untuk membuka draf terbaru RKUHP dalam waktu dekat.

Kemudian menuntut Presiden dan DPR RI untuk membahas kembali pasal-pasal bermasalah dalam RKUHP. Ketiga mereka mengancam akan melakukan unjuk rasa yang lebih besar, jika tuntutannya tak dipenuhi.

sumber: suara.com
Kopi Robusta Ki Demang yang Menggurita dari Kaki Gunung Batu
21 June 2022
Kopi Robusta Ki Demang yang Menggurita dari Kaki Gunung Batu
foto: Kopi Ki Demang (republika)


itoday - Sebuah ruangan seluas sekitar 4 x 4 meter tampak seorang wanita paruh baya mengenakan penutup kepala dan piyama berwarna ungu tengah lihai mengayak biji kopi yang telah digiling. Empat (40 tahun), sapaannya, memilah antara biji kopi berukuran 0,6 dan 0,7 milimeter.

Biji kopi diayak di sebuah saringan. Tangannya tampak sudah ahli mengaduk agar biji kopi berukuran berbeda terpisah dengan baik.

Empat, salah satu istri anggota Kelompok Tani Gunung Batu, Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, yang turut terlibat dalam proses pembuatan kopi robusta yang dinamakan Ki Demang. Ia dipercaya oleh sang pemilik dalam proses pemilihan biji kopi yang telah dijemur.

Empat senang membantu suaminya di Kelompok Tani Gunung Batu. Dari situ, ia bisa menambah uang jajan anaknya. “Di sini ibu kerja sudah empat tahun, dari pertama Pak Andika (pemilik kopi Ki Demang), memilih kopi,” ujar Empat dengan logat Sunda yang kental.

Empat merasakan panen kopi robusta Kelompok Tani ini mulai dari 40 hingga 50 kilogram sekali panen hingga saat ini mencapai 30 hingga 40 ton sekali panen. Andika Aditisna (43), sang petani sekaligus pemilik kopi Ki Demang, menceritakan awalnya Kelompok Tani Gunung Batu hanya menjual biji kopi yang baru dipanen.

Setelah mengikuti banyak seminar tentang kopi, pria lulusan Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran ini memahami pengolahan kopi dari hulu ke hilir. Andika pun paham bagaimana caranya mengolah kopi dari berbentuk biji menjadi bubuk.

Biji kopi yang dipanen dipisahkan antara yang merah dan hijau. Selanjutnya dijemur selama 14 hari. Jika sudah benar-benar kering, digiling agar kulitnya lepas. Biji kopi kemudian kembali disortir ukuran dan kualitasnya, sebelum di-roasting atau disangrai.

Kopi yang sudah disangrai bisa digiling sampai halus dan siap diseduh. Kedai Kopi Ki Demang menjadi salah satu hilir ke mana biji kopi tersebut berakhir. Ada yang menjadi kopi tubruk, ada pula kopi susu.

Kopi robusta Ki Demang juga kerap dijual dalam bentuk biji kepada para ‘bandar’. Biji kopi yang ukurannya tidak sesuai, bolong, dan pecah dikirimkan ke tengkulak.

Pada 2018, Kedai Kopi Ki Demang mulai dibangun di atas lahan sekitar dua hektare. Sekitar 4.000 meter persegi digunakan untuk kedai kopi dengan kapasitas ratusan tempat duduk.

Sementara, persis di kaki Gunung Batu, lahan seluas 5.000 meter persegi digunakan untuk menanam 400 pohon kopi. Area ini menjadi ‘kebun etalase’ yang cocok jadi area eduwisata bagi para pengunjung. Apalagi, di hadapan kebun kopi terdapat hamparan biji kopi yang tengah dijemur di bawah teriknya sinar matahari.

Andika dibantu para kelompok tani bersama istri-istri mereka, terutama dalam penyortiran puluhan ton biji kopi berbentuk ceri. Bahkan, anak-anak juga ikut terlibat dan senang mendapat uang jajan dari sana.

Para milenial yang turut terlibat di kedai kopi yang berlokasi di Jalan Sukaharja, Gunung Batu, ini ada yang menjadi pramusaji, kasir, juga dilibatkan di dapur. Mereka yang dulunya banyak bekerja di pusat kota kini memilih bekerja tak jauh dari rumahnya. “Jadi, ibaratnya mereka nggak usah kos, nggak usah jauh-jauh ke kota kan,” kata Andika yang kerap disapa Demang.

Dia menuturkan, Kopi Ki Demang kini telah sampai ke Tangerang, Banten, dan Lampung. Yang terjauh, yakni Amsterdam, Belanda.

Pada 2019, Kopi Ki Demang mengikuti Amsterdam Coffee Festival selama tiga hari dan memamerkan kopi robustanya bersama kelompok tani dan pengusaha kopi lain. Tak disangka, Kopi Ki Demang habis diburu warga Belanda dalam dua hari.

“Makanya kita berniat mengelola kebun secara maksimal untuk bisa menguntungkan. Bukan sekadar bonus satu tahun sekali panen kopi. Tapi, kita ingin ini jadi masa depan, petani dapat penghidupan, bahkan istrinya,” kata Andika.

Dalam data Pemkab Bogor, Bogor memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi robusta yang memiliki rasa unik, mutu fisik yang relatif bagus dan fine. Bahkan, meraih banyak prestasi nasional hingga internasional, yaitu Bronze Medal Avpa Gourmet Product pada Pameran Sial Paris di Prancis.

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan pada acara panen mengatakan, Kabupaten Bogor memiliki potensi besar dalam pengembangan komoditas kopi. Terdapat 6.089 hektare perkebunan kopi robusta rakyat, dengan jumlah petani kopi mencapai 28.935 orang dan produksi tahun 2021 sebesar 4.150 ton.

Ke depan, Kecamatan Sukamakmur akan dijadikan sentra kopi. Sehingga Sukamakmur tidak hanya dikenal dari destinasi wisata alamnya, tetapi juga bisa jadi destinasi wisata dan pasar kopi Kabupaten Bogor. “Mari bersama kita sosialisasikan secara luas, agar Sukamakmur ini dikenal sebagai sentra kopi,” ujar Iwan.

sumber: republika.id
Puan Gibran Dipertimbangkan Ikut Maju Pilgub
21 June 2022
Puan: Gibran Dipertimbangkan Ikut Maju Pilgub
foto: Gibran Rakabuming, Bobby Nasution dan Kaesang Pengarep (kabar24)


itoday - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka akan dipertimbangkan untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024. Hal itu diungkapkan Puan seusai acara Haul Bung Karno di Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (20/6) malam.

"Tentu saja mas wali kota Solo jadi salah satu kader sesuai dengan mekanisme, kami pertimbangkan maju di Pilkada 2024," kata Puan.

Namun, dia belum bisa memastikan Gibran akan maju di Pilgub DKI Jakarta atau Jawa Tengah mengingat pilkada serentak masih terlalu jauh sehingga belum ada keputusan. "Masih jauh banget, kita pilpres dulu bulan Februari 2024 sementara pilkada masih bulan November. Setelah persiapan Pilpres matang, setelah kita selesai Pilpres bulan Februari, baru kita persiapan pilkada. Jadi sekarang fokus pada posisi jabatan di kabupaten/kota atau provinsi saja," ujar Puan.

Dia pun meminta kepala daerah dari PDIP, termasuk Gibran untuk fokus bekerja hingga masa jabatannya berakhir, sehingga bermanfaat bagi daerahnya. "Jadi, sekarang lebih baik semua kepala daerah itu fokus kepada wilayah masing-masing sampai masa jabatan berakhir sehingga bermanfaat bagi daerahnya," kata Ketua DPR RI ini.

Sementara terkait capres, Puan mengatakan, PDIP masih menggodok sejumlah nama dan akan dibahas dalam Rakernas PDIP pada Selasa ini. "Bisa aja (bahas capres). Rakernas partai pemenang pemilu, partai yang saat ini punya kursi cukup, pastinya akan bicara juga terkait dengan masalah penting untuk bangsa dan negara. Salah satunya ya nama-nama, mungkin calon orang-orang yang dianggap punya potensi untuk maju di 2024," kata Puan.

Sebelumnya, Gibran sempat menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang. Ia mengaku dalam salah satu bahasan dengan Prabowo terkait maju di Pilgub 2024.

sumber: republika.co.id