Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Apeng Bawa Kabur Duit 54 Triliun Publik dan Buzzer Kok Diam Saja
05 August 2022
Apeng Bawa Kabur Duit 54 Triliun, Publik dan Buzzer Kok Diam Saja?
foto: Surya Darmadi alias Apeng (rmol)


itoday - Kaburnya Surya Darmadi alias Apeng dengan menggondol uang Rp 54 triliun ke Singapura, sangat senyap bahkan tidak mendapat sorotan publik, terutama buzzer yang selama ini berisik di media sosial.

Demikian dikatakan mantan presenter TV Rahma Sarita dalam sebuah video yang dilihat redaksi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (5/8).

“Angkanya fantastis ini, 54 trilun. Tapi anehnya publik di Indonesia gak heboh-heboh banget, terutama kalangan buzzer yang nyaris gak bersuara,” kata Rahma dalam video itu.

Rahma kemudian membandingkan saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dimana terdapat kasus besar yaitu baliout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun yang sangat menyita perhatian publik dan menghebohkan negara.

“Demo dimana-mana bahkan DPR sampai bentuk panitia khusus (pansus),” kata Rahma.

Namun, Rahma mempertanyakan buzzer ini sangat berisik ketika menyangkut isu radikal, ketika Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dideportasi oleh pemerintah Singapura.

“Para buzzer bersuara dengan mengatakan mendukung Singapura karena UAS ini emang radikal. Tapi giliran seperti ini ada koruptor membawa kabur uang rakyat ke Singapura diterima Singapura, mereka diam saja. Tak bersuara seakan-akan menuntup-nutupi,” ujar Rahma menyesalkan.

Nama Surya Darmadi alias Apeng mencuat lantaran diduga menyebabkan kerugian negara dengan angka yang fantastis, yaitu sebesar Rp78 triliun.
Surya Darmadi alias Apeng terjerat dua kasus maling uang rakyat (korupsi), yang pertama yaitu suap revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pada tahun 2014. Kasus korupsi yang kedua yaitu Surya Darmadi diduga telah melakukan korupsi atas penyerobotan lahan seluas 37.095 hektar.

Usai ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum mulai dari KPK dan Kejaksaan Agung, Surya Darmadi alias Apeng ini kabur ke luar negeri yakni ke Singapura dengan membawa serta uang Rp 54 triliun.

sumber: rmol.id
Tim Ekonomi Indonesia Raih Tiga Medali di Ajang Olimpiade Ekonomi Internasional 2022
05 August 2022
Tim Ekonomi Indonesia Raih Tiga Medali di Ajang Olimpiade Ekonomi Internasional 2022
foto: Tim Indonesia di Olimpiade Ekonomi Internasional 2022 (ist)


itoday - Kabar bahagia datang dari penyelenggaraan Olimpiade Ekonomi International atau International Economics Olympiad (IEO) ke-5. Sebanyak 3 medali perunggu dan kontestan terbaik di lomba literasi finansial berhasil diperoleh Tim Olimpiade Ekonomi Indonesia.

Medali perunggu diraih oleh Muhammad Irsyad Ramadhan (SMAN 34 Jakarta), Janice Vashti (SMAK 7 Penabur Jakarta), dan Candra Maharani Utami (SMAN 1 Purwokerto). Selain medali perunggu, penghargaan literasi finansial terbaik juga disabet oleh Janice Vashti.

IEO sendiri merupakan kompetisi tahunan untuk siswa sekolah menengah di bidang ekonomi yang dirancang untuk menggugah keterampilan pemecahan masalah yang kreatif pada pelajar yang tertarik dalam bidang ekonomi, bisnis, dan keuangan.

Medali dan penghargaan ini merupakan hasil perjuangan mereka selama ajang talenta yang diselenggarakan pada 23 Juli – 1 Agustus 2022 secara daring di China. Mereka berhasil melewati tiga tahapan tes yaitu ekonomi, literasi keuangan, dan kasus bisnisyang terdiri dari dua babak.

Pada teori economics mereka diberikan petanyaan terbuka dan pilihan ganda mengenai teori dan praktik ekonomi. Kemudian pada tahap literasi keuangan, mereka diberikan game simulasi online dimana peserta perlu membuat rencana keuangan pribadi. Selanjutnya, yang terakhir adalah tahap kasus bisnis yang berlangsung selama dua hari, dimana peserta harus mempresentasikan solusi kasus bisnis di hadapan para juri internasional.

Selama pelaksanaan kompetisi, pengawasan dilakukan dengan ketat melalui proctoring dua perangkat dan kamera pengawas dalam ruangan.

“Pencapaian yang sungguh luar biasa dimana pelajar Indonesia dapat berkompetisi dengan 210 peserta dari 41 negara dan memperoleh 3 medali serta penghargaan literasi keuangan terbaik. Selamat kepada adik-adik, semoga dapat terus menoreh prestasi dan menyebarkan ilmu-ilmu yang diperoleh saat ajang internasional kemarin kepada sobat prestasi lainnya,” ujar Asep Sukmayadi, Plt. Kepala Pusat Prestasi Nasional.

Selamat kepada Tim Olimpiade Ekonomi Indonesia 2022. Semoga dapat terus berkontribusi untuk Bangsa dan Negara Indonesia.

sumber: mediabangsa.id
Polres Sleman Diminta Usut Kasus Meninggalnya Suporter PSS
03 August 2022
Polres Sleman Diminta Usut Kasus Meninggalnya Suporter PSS
foto: PSS Brigata Curva Sud (republika)


itoday - Peristiwa meninggalnya seorang warga Sleman, Tri Fajar Firmansyah (23) harus segera diusut tuntas. Apalagi, Fajar diduga merupakan korban salah sasaran kerusuhan yang dibuat suporter bola yang melintasi DIY pada 25 Juli 2022 lalu.

Fajar meninggal dunia pada Selasa (2/8/2022) malam setelah mendapatkan perawatan di RSPAU dr Hardjolukito. Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW), Baharuddin Kamba menegaskan, kasus ini harus diusut tuntas agar memberi keadilan bagi korban.

Baharuddin menekankan, siapa pun yang terlibat atas meninggalnya Tri Fajar Firmansyah harus diproses hukum secara adil, transparan dan profesional. Ia mengingatkan, jangan sampai ada yang dilindungi, apalagi dilepas dalam kasus ini.

"Kepolisian dalam hal ini Polres Sleman diminta untuk menyelidiki secara tuntas kemungkinan adanya pelaku lainnya atas meninggalnya Tri Fajar Firmansyah ini," kata Baharuddin, Rabu (3/8/2022).

Apalagi, saat ini Polres Sleman baru menetapkan dua orang sebagai tersangka dari 10 orang yang sebelumnya diminta keterangan dalam peristiwa ini. Baharuddin berharap, Polres Sleman tidak hanya berhenti kepada dua orang itu sebagai tersangka.

Ia mengingatkan, jika Polres Sleman sudah memiliki minimal dua alat bukti yang cukup tentang adanya keterlibatan pihak lain, maka harus diproses hukum secara transparan. JPW berharap tidak ada intervensi dari pihak manapun atas kasus ini.

Selain itu, ia mengajak masyarakat, termasuk suporter sepak bola, mempercayakan proses hukum yang sedang berjalan. Bahkan, ia merasa, jika perlu Mabes Polri melakukan supervisi atas proses hukum yang sedang berjalan di Polres Sleman.

Baharuddin berpendapat, supervisi dari Mabes Polri perlu dilakukan dalam rangka mengawasi proses hukum yang sedang berjalan. Sehingga, pihak penyelidik maupun penyidik Polres Sleman senantiasa berpedoman kepada aturan-aturan yang ada.

Ia turut menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas meninggalnya Tri Fajar Firmansyah. Baharuddin berharap, kejadian yang sama tidak terulang lagi agar tidak lagi ada korban. Sebab, tidak ada sepak bola seharga nyawa manusia.

"Polda DIY beserta stakeholder terkait segera lakukan evaluasi secara komprehensif dan tuntas agar kasus serupa tidak terulang kembali," ujar Baharuddin.

sumber: republika.co.id
Angka Kematian Harian Covid19 Meningkat Pakar Waspadai Tiga Hal Ini
03 August 2022
Angka Kematian Harian Covid-19 Meningkat, Pakar: Waspadai Tiga Hal Ini
foto: ilustrasi (ist)


itoday - Sempat nol kasus kematian pada 24 Juni 2022, angka kematian harian Covid-19 di Indonesia kembali menanjak dan menembus dua digit hingga kini. Jika sepekan terakhir angka kematian harian Covid-19 tercatat di angka belasan, pada hari ini, angka kematian mencapai 24 orang pada Selasa (2/8/2022) kemarin.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga mengajak semua pihak untuk mewaspadai tren Covid-19 akibat subvarian baru yang kini tengah melanda Tanah Air.

"Kemarin 2 Agustus 2022 ada 24 orang warga kita yang meninggal dunia akibat COVID-19, ini adalah angka tertinggi dalam 3 bulan terakhir ini. Sejak Mei 2022 sampai Juli angkanya selalu dibawah 20 kematian. Ada sedikitnya tiga alasan Kenapa kita amat perlu mewaspadai angka ini," kata Tjandra yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Rabu (3/8).

Hal pertama yang harus diwaspadai adalah tren kecenderungan kenaikan kematian yang akan secara terus menerus terjadi. Sepanjang Juni 2022 angka kematian harian selalu di bawah 10 orang, di bulan Juli jadi di atas 10 orang dan di bulan Agustus ini melewati 20 orang. "Kita belum tahu bagaimana di hari-hari ke depan ini," ucap Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI tersebut.

Hal kedua yang harus diwaspadai adalah angka kematian di berbagai negara juga meningkat. Dalam sepekan terakhir angka kematian harian di Australia rata-rata adalah 94 orang, angka tertinggi negara itu selama pandemi ini.

"Jepang pada 1 Juli 2022 ada 21 orang yang meninggal karena Covid-19, dan di 1 Agustus angkanya meningkat menjadi 94 kematian, naik hampir lima kali lipat. India pada 1 Juni 2022 mencatat 5 kematian dan pada 1 Agustus 2022 naik tinggi menjadi 34 orang," rinci Tjandra.

Terakhir, sambung Tjandra, satu nyawa yang meninggal sangatlah amat berharga dan tidak dapat tergantikan oleh apapun juga. Karena tiga hal tersebut, maka perlu meningkatkan kewaspadaan, setidaknya dalam lima hal.

"Pertama, surveilan epidemiologik dijalankan dengan baik, sehingga data dari seluruh pelosok negeri dapat dikompilasi dan di analisa dengan baik," ujar Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu.

Kedua, kemampuan testing harus ditingkatkan agar di dapat angka riil jumlah kasus di masyarakat. Hal ketiga, adalah meningkatkan telusur atau tracing agar dari setiap kasus didapat dua informasi, dari mana tertular dan kemana saja menularkannya."Keempat, vaksinasi booster yang masih di bawah 30 persen jelas harus ditingkatkan maksimal, juga sekitar sepertiga penduduk kita yang belum divaksinasi kedua harus di kejar benar," tegas Tjandra.

Terakhir, adalah pemerintah harus terus melakukan komunikasi risiko dengan baik agar masyarakat mendapat informasi yang tepat. Masyarakat juga harus termotivasi melakukan protokol kesehatan dengan baik. "Bagi yang belum divaksin dan booster agar segera pergi mendapatkannya," tegas Tjandra.

Adapun, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami penambahan sebanyak 5.827 orang pada Selasa (2/8) kemarin. Total kasus positif Covid-19 kini ada 6.216.621 (6,22 juta).

Data yang diterima di Jakarta, Selasa, terdapat lima daerah yang mengalami penambahan kasus positif terbanyak yakni DKI Jakarta 1.993 kasus, Jawa Barat 1.549 kasus, Banten 788 kasus, Jawa Timur 526 kasus dan Bali 158 kasus. Penambahan kasus positif itu, juga diikuti dengan meningkatnya kasus aktif yang kini mencapai 49.048 setelah bertambah 1.239 kasus. Satgas menyatakan, meski ketiga indikator mengalami kenaikan, kasus kesembuhan ikut bertambah 4.564 orang.

Hingga kini, sebanyak 6.010.545 (6,01 juta) pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19. Di mana daerah dengan penambahan pasien sembuh terbanyak ada di DKI Jakarta 1.861 orang, Banten 1.191 orang, Jawa Barat 583 orang, Jawa Timur 337 orang dan Bali 227 orang.

sumber: republika.co.id
Didik Rachbini DPR Harus Bikin Pansus Kereta Cepat Kalau Nggak Mau Berarti Banci
03 August 2022
Didik Rachbini: DPR Harus Bikin Pansus Kereta Cepat, Kalau Nggak Mau Berarti Banci
foto: Didik Rachbini (rmol)


itoday - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang mengalami pembengkakkan biaya dinilai pakar ekonomi tidak perlu dilanjutkan. Terlebih, pihak China sebagai investor telah melimpahkan biaya pembengkakkan kepada pemerintah Indonesia.

Rektor Universitas Paramadina, Profesor Didik J. Rachbini bahkan menyebut proyek kereta cepat tersebut sebagai proyek mengada-ada.

Menurutnya, proyek kereta cepat tidak perlu dilanjutkan karena akan menambah beban utang negara kepada China.

“Itu menjadi skandal nasional, Menhubnya kan sudah tidak mau dulu Jonan," tegasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/8).

Ekonom senior dari Indef ini meminta DPR RI untuk segera membentuk panitia khusus untuk mengungkap proyek kereta cepat terkait dugaan adanya potensi korupsi skala nasional.

“DPR bikin pansus saja, kalau enggak mau bikin pansus berarti DPR banci,” tutupnya.

sumber: rmol.id
HNW Penting Selamatkan Uang Negara dan Segera Tangkap Apeng
03 August 2022
HNW: Penting Selamatkan Uang Negara dan Segera Tangkap Apeng
foto: Hidayat Nur Wahid (rmol)


itoday - Komitmen Kejaksaan Agung dalam menuntaskan kasus dugaan penyerobotan 37.095 hektare lahan hutan di Indragiri Hulu, Riau, oleh PT Duta Palma Group, berbuah dukungan publik dan politisi.

Dukungan itu, salah satunya disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Kata dia, Kejaksaan Agungg memang bertanggung jawab untuk menyelamatkan keuangan negara dan menuntaskan kasus tersebut.

Dalam kasus ini, pemilik Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng, telah ditetapkan sebagai tersangka. Total kerugian negara dalam kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 78 triliun.

"Penting kasus ini diusut tuntas dan keuangan negara diselamatkan," kata Hidayat Nur Wahid kepada wartawan, Rabu (3/8).

Dikatakan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS ini, kerugian negara dalam kasus Duta Palma Group, senilai Rp 78 triliun, merupakan tertinggi sepanjang sejarah praktik rasuah yang berhasil diungkap.

Lanjut pemilik akronim HNW itu, upaya Kejaksaan Agung yang berencana menangkap Surya Darmadi yang diduga berada di Singapura penting untuk segera dilakukan.

"Penting segera ditangkap. Dikembalikan juga keuangan negara yang dikorupsi dan dibawa kabur," tuturnya.

Pada sisi lain, dia berharap Otoritas Singapura memberikan dukungan terhadap upaya penegakan hukum yang dilakukan Indonesia.

"Pemerintah Singapura harusnya membantu Kejaksaan Agung menangkap Apeng," pungkasnya.

sumber: rmol.id