Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

28 August 2021
Indonesia Spice Up The World, Upaya Menduniakan 5 Kuliner Andalan Nusantara
foto: Sandiaga Uno (sindonews)


itoday - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno sedang berupaya meningkatkan nilai ekspor rempah dan bumbu khas Indonesia hingga USD2 miliar. Dia juga menargetkan 4.000 restoran nusantara di luar negeri.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan Menparekraf Sandi adalah dengan meluncurkan program Indonesia Spice Up The World. Melalui program ini Indonesia berupaya memperkenalkan kekayaan rempah dan bumbu tradisionalnya ke luar negeri.

"Jadi ini adalah reenacting ratusan tahun yang lalu, waktu itu orang Portugis, Belanda, Eropa, dan belahan dunia lain datang ke Indonesia untuk mencari rempah. Sekarang kita balik, bahwa kita yang 'membumbui' dunia dengan program Indonesia Spice Up The World,'' kata Sandiaga dalam keterangannya, Rabu (25/8/2021).

Sandiaga mengakui kuliner Indonesia masih kalah populer dibandingkan kuliner restoran China, Jepang, India, Thailand, dan Malaysia, tetapi Indonesia punya peluang. Menurutnya, Indonesia perlu lebih menyinkronkan upaya memperkenalkan kuliner nusantara di mancanegera.

Sebagai program turunan Indonesia Spice Up The World, Sandiaga akan menggaungkan lima kuliner andalan nusantara, yakni rendang, soto, sate, nasi goreng, dan gado-gado.

Dari kuliner-kuliner ini, Sandiaga berharap nilai ekspor rempah dan bumbu masakan Indonesia bisa bertambah. Peran serta diaspora Indonesia disebutnya juga turut menentukan peningkatan kepopuleran kuliner Indonesia di luar negeri.

"Kita akan merangkul diaspora. Saya sudah meluncurkan inisiatif yaitu 1.000 creative diaspora," pungkasnya.

sumber: sindonews.com
Cerita di Balik Single Keliru Milik Goodtimes Bercerita Tentang Penyesalan
28 August 2021
Cerita di Balik Single 'Keliru' Milik Goodtimes, Bercerita Tentang Penyesalan
foto: Goodtimes (ist)


itoday - Band Goodtimes nampaknya tak mau berlama-lama membuang waktu. Trio yang digawangi oleh Yai Item (gitar), Gilang Prass (drum), & Dea Arya alias Bamba (vokal) ini kembali menelurkan single terbaru, setelah pada Juni kemarin merilis lagu berjudul Lawan.

Kali ini, judul lagu baru yang mereka rilis adalah Keliru. Memiliki lirik yang begitu jelas dan jujur, lagu ini menceritakan tentang penyesalan tentang seseorang yang meninggalkan seseorang yang sebenarnya sangat disayanginya.

"Di mana seseorang meninggalkan kekasihnya, menjalin hubungan dengan orang baru, lalu menyesal. Sampai satu ketika Ia jadi sangat merindukan sosok yang Ia tinggalkan sebelumnya," ungkap Gilang Prass

"Penyesalan tersebut terjadi karena ia menuruti ego & nafsunya. Hingga Ia rela mendua, membagi hatinya pada orang lain. Padahal dalam hati kecilnya, Ia tahu bahwa nggak ada yang lebih baik dari kekasihnya," lanjut Bamba.

Rilisan Berbeda

Single Keliru memiliki perbedaan jika dibandingkan karya-karya Goodtimes yang telah lebih dulu dirilis. Mereka mencoba hal baru sehingga menyajikan sesuatu yang fresh. "Mood musiknya beda, sekaligus ngasih warna lain untuk Goodtimes, utamanya untuk rilisan-rilisan kami selanjutnya," kata Yai.

Bukan hanya lagu, video klip yang telah tayang di YouTube pun digarap dengan niat dan apik. Mereka juga menggandeng pemain LOVE FOR SALE 1, Della Dartyan dan Furry Citra sebagai model.

Bocoran

Nama Goodtimes memang tak asing, karena mereka bukanlah orang baru. Yai adalah adik dari Audy dan Stevie Item, Gilang mewarisi bakat drum pamannya, Tyo Nugros (eks drummer Dewa), dan Bamba adik dari, Pia (ex-vokalis Utopia). Yang menjadikan ketiganya sangat familiar dengan musik sejak lama.

Goodtimes pun tak mau main dengan karya-karya mereka. Bocorannya, mereka akan segera merilis lagu yang berkolaborasi dengan salah satu Diva Indonesia. "Satu hal yang bisa gua bocor’in : Goodtimes sedang mempersiapkan sebuah karya bersama salah satu DIVA ternama Indonesia," bocor Bamba.

sumber: kapanlagi.com
Kronologi Haters Shandy Aulia Laporkan Balik Sang Artis Berawal Tak Terima Nama Baiknya Tercemar
28 August 2021
Kronologi Haters Shandy Aulia Laporkan Balik Sang Artis, Berawal Tak Terima Nama Baiknya Tercemar
foto: Shandy Aulia (kapanlagi)


itoday - Drama antara artis Shandy Aulia dan salah satu hatersnya, Laura Aprilya Bakkara masih terus berlanjut. Setelah dilaporkan oleh ibu satu anak itu, kini Laura sudah menggandeng Kuasa Hukum dan siap membawa kasus ini ke ranah hukum.

Dikatakan oleh pengacara Aulia, kliennya merasa tidak terima karena namanya tercemar. Menurutnya banyak bukti yang beredar jelas di media soal Shandy Aulia yang melakukan doxing.

"Youtube itu ada buktinya, jelas per menit dan per detiknya. Terkait pencemaran nama baik udah jelas di situ ada mukaku lalu buka acara lagi di Kopi Viral, sampai nama Whats App saya dinamai musuh, jadi kurang apa lagi?" ujar Laura Aprilya, saat dijumpai di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/8) malam.

"Faktanya dari kemarin kan gak ada yang percaya, banyak banget netizen menyerang bahkan ke akun resmi kami, akhirnya menutup komentar. Karena gak ada gunanya berdebat, karena terlalu banyak orang percaya Shandy Aulia itu memposting itu karena perbuatan klien kami," imbuh Rinto Maha, kuasa hukum Laura.

1. Soal Laporan Shandy Aulia

Mengenai laporan Shandy Aulia terkait kliennya yang melakukan bullying, Rinto Maha pun buka suara. Menurutnya, kejadian yang dipaparkan oleh Shandy tak sesuai dengan fakta di lapangan.

Rinto Maha juga menjelaskan soal artis kata 'monyet' yang membuat Shandy Aulia geram. Menurutnya, kliennya sama sekali tak bermaksud menyerang putri Shandy, Claire, seperti itu.

"Saya juga pasti marah kalau anak saya dibully, itu naluriah. Tetapi pertanyaannya, apakah memang seperti itu kejadian yang sebenarnya? Ternyata tidak," ujar Rinto Maha.

"Memang klien saya ini komentar di IG-nya tetapi itu bukan pidana dan yang bicara 'monyet juga bisa manjat' juga bukan pidana. Kalau dibilang monyet bisa berenang masih tanda tanya, tapi kalau manjat jawabannya pasti benar. Bukan berarti ini bilang anaknya si Shandy itu monyet," pungkasnya.

sumber: kapanlagi.com
Stop Umbar Janji Palsu pada Anak Ini Akibatnya
28 August 2021
Stop Umbar Janji Palsu pada Anak, Ini Akibatnya
foto: ilustrasi (farah.id)


itoday - PERNAH nggak Bunda ingkar janji pada anak? Misalnya, bunda janji untuk membelikannya sesuatu saat mereka berhasil mengerjakan tugas. Namun karena si kecil tidak memintanya, Bunda berpikir tidak apa-apa tidak membelikannya. Toh mereka juga lupa.

Walaupun Bunda anggap hal ini sepele, tapi bisa menjadi sebuah kebiasaan yang berdampak buruk. Walaupun anak diam saja, namun akan ada efek dari perbuatan ini.

Anak Merasa Kecewa

Meskipun anak diam, dalam hati kecilnya mereka memendam kekecewaan. Diamnya mereka bukan karena lupa, bisa jadi si kecil enggan memintanya lagi.

Coba Bunda bayangkan, betapa sedihnya ketika mereka membayangkan akan bermain dengan "hadiah" yang akan diterimanya, tapi tidak jadi. Kalau hal ini terjadi berulang kali, betapa sedih dan kecewanya mereka.

Hilang Kepercayaan

Layaknya orang dewasa yang akan hilang rasa percayanya apabila berulang kali diingkari, hal yang sama terjadi pada anak. Si kecil akan menaruh rasa tidak percaya kepada Bunda.

Padahal, rasa percaya adalah kunci utama menjalin hubungan baik dengan anak. Jika rasa percaya itu sudah tidak ada, sulit bagi Bunda untuk mendidiknya lagi.

Meniru Ingkar

Ini yang paling menyedihkan, anak akan meniru apa yang Bunda lakukan, yaitu ingkar. Ingat Bun, anak adalah peniru ulung. Mereka akan berlaku sama seperti yang orangtuanya lakukan.

Orangtua adalah role model bagi buah hatinya. Bagaimana anak terbentuk saat besar nanti, adalah gambaran perilaku orangtuanya. Jadi jika Bunda terbiasa ingkar, tidak menutup kemungkinan anak juga akan mudah ingkar janji.

Kurangnya Rasa Hormat

Akibat lain dari kebiasaan ingkar janji orangtua terhadap anak adalah berkurangnya rasa hormat. Karena anak akan beranggapan, orangtua sudah tidak bisa lagi memenuhi janji-janjinya.

Memenuhi janji adalah bentuk integritas kepada orang lain. Maka dari itu, penting untuk menepati janji kita kepada anak.

Merasa Tidak Menjadi Prioritas

Sejatinya anak adalah segalanya bagi orangtua. Apapun kebutuhan dan keinginannya, sebisa mungkin dipenuhi, sepanjang orangtua masih mampu.

Namun ketika mereka merasa selalu diingkari, akan timbul perasaan bahwa mereka bukanlah prioritas, bukan lagi hal penting dalam kehidupan Bunda.

Bunda, ada baiknya sebisa mungkin memenuhi janji pada anak. Kalaupun ada sesuatu hal yang membuat bunda tidak dapat memenuhi janji, jelaskan saja apa alasannya.

Mulailah dengan meminta maaf, jangan gengsi! Buatlah janji baru dan kali ini sebaiknya benar-benar ditepati.

sumber: yunilawati-farah.id
Benarkah Vaksin Pfizer Paling Unggul Dibandingkan Vaksin Covid19 Lain
28 August 2021
Benarkah Vaksin Pfizer Paling Unggul Dibandingkan Vaksin Covid-19 Lain?
foto: Vaksin Pfizer (rmol)


itoday - VAKSIN Covid-19 Pfizer dan Moderna adalah vaksin yang dibuat dengan menggunakan teknologi messenger RNA atau mRNA. Keduanya adalah produksi Amerika Serikat yang pada awalnya dberikan untuk para tenaga kesehatan di sana, kemudian digunakan pula oleh banyak negara Eropa dan Timur Tengah.

Saat ini, baik vaksin Moderna dan Pfizer sudah masuk ke Indonesia. Moderna didatangkan dengan tujuan utama menjadi booster bagi para nakes di Tanah Air, sebelum kemudian juga bisa didapat oleh masyarakat umum sebagai vaksin pertama dan kedua. Demikian pula dengan Pfizer.

Sebagai vaksin berbasis teknologi terbaru (mRNA), efikasi maupun efektivitas Pfizer dan Moderna diklaim lebih tinggi dibanding vaksin lain. Tak heran bila banyak orang mulai 'pilih-pilih' demi mengejar mendapatkan salah satu vaksin tersebut, terutama Pfizer.

Apa sebenarnya yang membedakan Pfizer dengan vaksin lain?

#1 Metode Pembuatan

Jika dibandingkan dengan vaksin Sinovac, perbedaan terletak pada platform pembuatan.

Pfizer—seperti juga Moderna—menggunakan mRNA yang sama sekali tidak mengandung virus tetapi hanya materi genetik (mRNA) yang mampu memberi instruksi pada sel tubuh untuk membuat sel protein spesifik yang dapat dikenali dan direspons sistem imun tubuh manusia.

Menurut WHO, teknologi ini adalah yang pertama kali digunakan di dunia untuk pembuatan vaksin.

Sementara vaksin Sinovac dikembangkan dari virus utuh yang dimatikan. WHO memastikan platform tersebut sudah terbukti ampuh seperti dalam kasus flu maupun polio.

Namun metode ini memerlukan laboratorium khusus untuk menjamin keamanan pengembangan virus atau bakteri dengan waktu produksi yang relatif lebih lama.

#2 Efikasi

Pfizer mengklaim efikasi dosis pertama vaksin mereka adalah 52% dan mencapai 95% setelah pemberian dosis kedua pada usia 16 tahun ke atas. Sementara efikasi dua dosis vaksin Moderna, menurut data FDA, mencapai 94,1%.

Adapun pada remaja usia 12 – 15 tahun, Pfizer diklaim memiliki efikasi 100% seperti dinyatakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat memberikan Emergency Use Authorization (EUA) Pfizer Mei lalu.

Sedangkan vaksin Sinovac memiliki tingkat efikasi 65,35 sesuai uji klinis BPOM.

Namun pada 9 Agustus 2021, Reuters melansir bahwa vaksin Moderna lebih efektif untuk melawan varian Delta dibandingkan vaksin Pfizer, berdasarkan dua laporan yang diunggah medRxiv.

Dalam studi yang melibatkan lebih dari 50 ribu pasien di Mayo Clinic, para peneliti menemukan bahwa efektivitas vaksin Moderna yang pada awal tahun 2021 sebesar 86% menurun hingga 76% saat varian Delta meluas di bulan Juli. Adapun pada periode yang sama, efektivitas vaksin Pfizer menurun dari 76% menjadi 42%.

Terkait hasil temuan itu, pemimpin penelitian Dr. Venky Soundararajan menyarankan vaksin Moderna perlu diberikan sebagai booster bagi mereka yang mendapat vaksin Moderna atau Pfizer pada awal tahun ini.

#3 Bahan Baku

Pfizer dan BioNTech menggunakan material yaitu mRNA, lemak, potasium klorida, kalium fosfat monobasa, natrium klorida, natrium fosfat, dan sukrosa. Sedangkan Moderna menggunakan material berupa lemak, tromethamine, tromethamine hidroklorida, asam asetat, natrium asetat, dan sukrosa.

Dilansir Health, kedua vaksin tersebut pada akhirnya menjadi sangat mirip. Lipid berfungsi mengantar mRNA ke dalam tubuh, mRNA bertugas untuk menciptakan vaksin, didukung material lain yang membantu menjaga kadar pH serta stabilitas vaksin.

#4 Metode Penyimpanan

Pfizer harus dikirim menggunakan alat yang dirancang khusus dengan suhu tetap -70 derajat Celcius untuk bisa bertahan selama 10 hari dan bisa bertahan hingga enam bulan disimpan dalam freezer bersuhu sangat rendah. Sedangkan di RS, Pfizer bisa disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu 2 – 7 derajat Celcius dan bertahan selama lima hari.

Adapun vaksin Moderna dikirim ada suhu -20 derajat Celcius dan tetap stabil selama 30 hari dalam lemari pendingin bersuhu 2 – 8 derajat Celcius. Vaksin ini juga tetap stabil disimpan dalam suhu -20 derajat Celcius selama enam bulan dan dalam suhu ruang bisa bertahan hingga 12 jam.

Menanggapi perbedaan tersebut, Prof. Thomas Russo dari Universitas Buffalo mengatakan vaksin Pfizer tidak stabil dan perlu disimpan dalam suhu yang sangat rendah kemungkinan disebabkan lebih banyak perbedaan dalam lipid.

sumber: farah.id
Padahal Mau Pensiun Kenapa Sampai Saat Ini Jokowi Belum Ganti Hadi Tjahjanto
28 August 2021
Padahal Mau Pensiun, Kenapa Sampai Saat Ini Jokowi Belum Ganti Hadi Tjahjanto?
foto: Joko Widodo dan Hadi Tjahjanto (rmol)


itoday - Presiden Joko Widodo belum juga mengajukan nama calon Panglima TNI sebagai pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yang akan memasuki masa pensiun pada 8 November 2021 atau tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-58.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti, mensinyalir ada yang tidak beres sampai Presiden Jokowi belum mengajukan nama mengingat waktu yang kian mepet. Nama yang diajukan Presiden Jokowi, menjadi penting karena harus menjalani fit and proper test di Komisi I DPR RI

"Saya pikir ada lost control pemerintahan Pak Jokowi misalnya soal administrasi," kata Ray Rangkuti menerka belum dirimnya nama tersebut saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (28/8).

Akibat lost control atau tidak mampu dikendalikannya anak buah, kata Ray, mengakibatkan kepala negara tidak tahu soal pergantian Panglima TNI.

"Jangan-jangan tentang pergantian ini misalnya, belum sampai ke tangan presiden atau presiden belum dapat info?" katanya.

"Tapi kenapa belum dapat informasi? Kita tidak tahu. Entah memang belum dikasih info kita tidak tahu," demikian aktivis 98 jebolan UIN Syarif Hidayatullah ini.

sumber: rmol.id