Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

4 Tips Membersihkan Pisau Usai Memotong Daging agar Tidak Bau Amis
19 July 2021
4 Tips Membersihkan Pisau Usai Memotong Daging agar Tidak Bau Amis
foto: ilustrasi (kumparan)

itoday - Bau tak sedap yang menempel pada pisau atau beberapa peralatan masak lain memang mengganggu. Hal ini dapat terjadi ketika kita tak membersihkan alat masak secara asal.

Terlebih saat selesai memotong daging, tidak jarang bau amis hingga lemaknya masih menempel meski sudah dicuci.

Sebuah studi di Universitas Georgia pernah menguji seberapa berbahayanya peralatan dapur yang kotor bagi kesehatan.

Mengutip Home Cook World, tim peneliti menemukan bakteri dan mikroorganisme dalam peralatan masak dapat dengan cepat menyebar dari satu makanan ke makanan lainnya. Hal ini pun bisa memicu keracunan makanan akibat menggunakan alat dapur yang terkontaminasi bakteri; semacam Salmonella atau E. coli.

Oleh karena itu, membersihkan pisau ataupun parutan makanan menjadi sangat penting dan tidak boleh sembarang dilakukan. Jika tidak sesuai prosedur, maka kedua alat mampu menyebarkan mikroorganisme dan bakteri ke makanan.

Nah, supaya kamu tidak bingung, cara membersihkan pisau usai memotong daging, berikut kumparanFOOD rangkum beberapa tipsnya. Yuk disimak, siapa tahu berguna saat masak makanan Idul Adha di rumah.

Supaya kamu tidak bingung, cara membersihkan pisau usai memotong daging, berikut kumparanFOOD rangkum beberapa tipsnya. Yuk, disimak selengkapnya!

1. Cuci langsung dengan tangan

Seringkali kita langsung menggunakan spons guna membersihkan pisau. Sayangnya, cara tersebut bikin bau daging kerap masih tercium. Maka dari itu, sebaiknya gunakan tangan terlebih dahulu ketika membersihkan pisau.

Oleskan sabun ke permukaan pisau lalu beri sedikit air. Gosok secara perlahan dan merata dengan tangan. Setelahnya, diamkan dahulu sekitar satu sampai dua menit agar wangi sabun dapat menempel lekat di permukaan pisaunya. Terakhir, pastikan kamu membilas pisau dengan air bersih dan mengalir.

2. Bersihkan secara perlahan

Selanjutnya, saat membersihkan peralatan dapur satu itu, kita perlu ekstra pengamanan. Sebab, bagian ujung pisau mempunyai sudut yang cukup tajam. Bila kita tak hati-hati saat mencuci pisau, kemungkinan tangan bisa terluka.

Oleh karenanya, penting untuk selalu berhati-hati dan bersihkan secara perlahan saja. Sebisa mungkin, saat mencuci bagian ujung pisau yang tajam gunakan spons supaya lebih aman. Alternatif lainnya, bisa juga letakkan di atas permukaan yang rata kemudian bersihkan satu per satu ujung pisau yang tajam tersebut.

3. Rendam pisau secepatnya

Usahakan jangan pernah menyisakan makanan kering di permukaan pisau. Begitupun usai memotong daging, hal ini hanya membuat bau pisau jadi tak sedap dan amis. Bila bekas makanan tersebut tidak bisa hilang, sebaiknya langsung rendam pisau secepatnya.

Mengutip The Kitchn, tips satu ini membantu bekas makanan membandel di pisau cepat luntur. Rendam dalam air panas selama kurang lebih satu menit saja. Jika direndam terlalu lama, maka dikhawatirkan pisau mudah berkarat atau gagangnya jadi melengkung.

4. Keringkan pisau dengan handuk

Tips terakhir yakni mengeringkan pisau dengan baik dan benar. Setelah digosok, dicuci, dibilas, maupun direndam, wajib sekali untuk langsung mengeringkan pisau. Umumnya, setelah memotong daging, bau amis di pisau kerap bertahan cukup lama. Sesaat usai dicuci, usahakan langsung keringkan permukaan pisau. Selain membuat baunya cepat hilang, cara ini juga mencegah pisau agar tidak berkarat.

sumber: kumparan
Testing Dikurangi Ubedilah Badrun Rezim Jokowi Kejam
19 July 2021
Testing Dikurangi, Ubedilah Badrun: Rezim Jokowi Kejam!
foto: Joko Widodo (ist)

itoday - Rezim Joko Widodo dianggap kejam karena mengecilkan jumlah testing di tengah kasus penyebaran virus Covid-19 semakin mengganas.

"Jika kita mencermati data resmi dari Satgas Covid saya kok melihat pemerintah ini terlihat kejam ya," ujar analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (19/7).

Karena kata Ubedilah, saat dicermati data positif Covid-19 pada 15 Juli, jumlah konfirmasi positif lebih dari 56 ribu dengan jumlah testing 250 ribu dan positivity rate-nya 41 persen.

Selanjutnya pada 16 Juli, jumlah konfirmasi positif lebih dari 54 ribu dengan jumlah testing 250 ribu dan positivity ratenya 46 persen.

Lalu pada 17 Juli, jumlah konfirmasi positif lebih dari 52 ribu dengan jumlah testing 250 ribu dan positivity rate-nya 40 persen.

Akan tetapi pada 18 Juli, jumlah konfirmasi positif lebih dari 44 ribu dengan jumlah testing 190 ribu dan positivity rate-nya 47 persen.

"Data di atas menunjukan bahwa jumlah testing dikurangi secara drastis. Ini berarti jika tidak dikurangi jumlah testing-nya maka sesungguhnya memungkinkan kasus positif dan kematiannya jauh lebih besar dari data yang dipublikasi," kata Ubedilah.

Ubedilah pun lantas mempertanyakan alasan pemerintah mengurangi jumlah testing yang dilakukan.

"Problemnya mengapa jumlah testingnya dikurangi? Kurang biaya? padahal anggaran untuk penanggulangan covid terus naik. Bahkan tahun ini naik dari Rp 699,43 triliun menjadi Rp 744,75 triliun, bertambah Rp 45,32 triliun," jelas Ubedilah.

Sehingga, Ubedilah menilai bahwa rezim Jokowi kejam karena anggaran naik, tetapi jumlah testing terus dikurangi.

"Sebab jika data kurang aktual dan kurang valid risikonya strategi penanganan bisa keliru dan itu membahayakan keselamatan warga negara. Kejam!" pungkas Ubedilah.

Informasi dari Data Satgas Covid-19, kematian dalam sehari per Senin (19/7) mencapai angka tertinggi yakni 1.338 orang.

Total kematian yang diakibatkan oleh virus asal Kota Wuhan, China itu sejak awal pandemi menyentuh 74.920 orang.

sumber: rmol
Bibit Perpecahan Di Internal Kabinet Mulai Terlihat Nyata
19 July 2021
Bibit Perpecahan Di Internal Kabinet Mulai Terlihat Nyata
foto: Joko Widodo dan Luhut Pandjaitan (grid)

itoday - Bibit-bibit perpecahan di internal Kabinet Indonesia Maju sudah semakin terlihat nyata. Perpecahan itu diakibatkan keputusan Presiden Jokowi yang hanya mengandalkan seorang menteri dalam penanganan pandemi Covid-19, yaitu Luhut Binsar Pandjaitan (LBP).

Di mana Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu kini menjabat sebagai Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Pakar politik dan hukum Universitas Nasional (Unas) Saiful Anam menilai hal itu yang kemudian membuat Menko Polhukam, Mahfud MD lebih memilih asyik menonton sinetron. Bahkan membedah alur cerita sinetron itu dan mengumbar analisanya di media sosial.

“Menurut saya, Mahfud sedang ngambek karena tidak begitu dilibatkan dalam penanganan PPKM Darurat. Sehingga daripada tidak dipakai dan dipercaya Jokowi, Mahfud MD lebih baik santai sambil menunjukkan acuh tidak acuh terhadap corona yang makin tak terkendali," ujar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (18/7).

Saiful Anam menduga Mahfud sedang mempertanyakan keputusan Jokowi yang seolah tidak mempercayakan dirinya sebagai komando penanganan Covid-19. Padahal, Mahfud merasa memiliki kapasitas melebihi Luhut.

“Sehingga ia menunjukkan sedang tonton film saja," sambungnya.

Bibit-bibit perpecahan antara para menteri di kabinet Jokowi sudah mulai kelihatan. Apalagi, Jokowi seringkali mempercayakan hanya kepada orang-orang tertentu dalam hal penanganan hal-hal yang bersifat urgent.

"Padahal di situ ada banyak tokoh-tokoh yang saya kira sangat layak untuk dipertimbangkan dalam pelibatan penanganan corona,” tutupnya.

sumber: rmol
Punya Label Sendiri Lyla Kenalkan Lagu Terlalu Baik
19 July 2021
Punya Label Sendiri, Lyla Kenalkan Lagu 'Terlalu Baik'
foto: Lyla Band (ist)

itoday - Grup musik Lyla kembali menghadirkan karya terbaru. Kali ini, band yang beranggotakan Ario, Fare, Dharma, Dennis, dan Difin itu merilis lagu berjudul Terlalu Baik. Single ini menjadi lagu kedua Lyla bersama vokalis barunya, yakni Ario. Masih seputar cinta, lagu Terlalu Baik ditulis oleh Fare, gitaris Lyla yang dikerjakan di masa-masa pandemi Covid-19.

"Yang bikin Fare, masih seputar galau. Kebetulan, kalau musik dari awal sampe akhir, kita kerjain bareng-bareng," kata Dhadma, keyboardis Lyla dalam jumpa pers virtual, Jumat (16/7/2021).

Berbeda dengan single-single yang lain, lagu Terlalu Baik digarap dalam proses yang cukup panjang lantaran pandemi Covid-19.

"Prosesnya cukup lama karena pandemi juga. Take gitar, keyboard, lempar-lempar data. Dilihat hasilnya memuaskan dengan vokalis baru. Warna Lyla lebih fresh juga," kata Dharma.

1. Dirikan Label Sendiri

Selama pandemi Covid-19, Lyla tidak berhenti berkarya. Menurut Fare, Lyla tetap produktif terutama membuat karya baru selama pandemi ini.
"Semangatnya masi bagus walaupun corona, kita tetap bikin musik, so far masih aman," kata Fare.

Tak sampai di situ saja, justru di masa pandemi, Lyla juga memberikan gebrakan baru di industri musik Indonesia. Lyla mendirikan label baru bernama Magic No. 7. Label ini akan memberikan wadah untuk para musisi yang ingin mewujudkan mimpinya di industri musik Tanah Air.

"Sejak kami bersama label banyak perjalanan kami mendapatkan pelajaran. Ya selesai dari label sebelumnya, kita fokus memutuskan bikin label sendiri dari pengalaman yang kita punya. Ya, ini menjadi wadah utama untuk Lyla berkreasi. Kita bener-bener jadi media untuk musisi, bagaimana kita bekerjasama yang baik," kata Fare.

2. Sudah Banyak Musisi Bergabung
Ada beberapa musisi yang bernaung di Magic No. 7. Mereka adalah Lyla, Boni Anggara, Elfa Azha, Belangbenar, Denira Wiraguna, The Orde, Rado Hutagalung, dan masih banyak yang lainnya. Di waktu bersamaan, salah satu penyanyi yang bernaung Magic No. 7, Boni Anggara merilis single berjudul Manusia Terakhir.
"Ini single kedua aku. Lagu Manusia Terakhir diciptakan bang Fare. Ya sebagai penyanyi baru, semoga lagu ini bisa diterima masyarakat," tutup Boni.

sumber: kapanlagi
Lyodra Rilis Album Perdana Sempat Galau 3 Hari Garagara Pilih Lagu Andalan
19 July 2021
Lyodra Rilis Album Perdana, Sempat Galau 3 Hari Gara-gara Pilih Lagu Andalan
foto: Lyodra (kapanlagi)

itoday - Penyanyi cantik Lyodra Ginting merilis album yang diberi nama LYODRA di bawah label Universal Music Indonesia. Ini menjadi debut album perdana Lyodra selama berkarier di industri musik Indonesia. Album tersebut berisikan delapan buah lagi

Empat di antaranya sudah dirilis sebelumnya dalam bentuk single. Seperti Gemintang Hatiku, Mengapa Kita #TerlanjurMencinta, Tentang Kamu dan Sabda Rindu. Sementara empat lagu lainnya adalah Kalau Bosan, Oee.. Oee.. Oe.., Dibanding Dia dan Pesan Terakhir.

Penyanyi jebolan Indonesian Idol itu merasa bahagia atas perilisan album perdananya ini. Sebetulnya, album LYODRA direncanakan rilis pada tahun 2020 lalu, namun terkendala pandemi Covid-19.

"Ini album perdana, ini sesuatu hal yang bahagianya nggak bisa didekripsikan kan. Aku sangat excited untuk album ini. Ini aku kasih nama LYODRA. Karena ini album pertama aku dengan nama aku dan maknanya unik," kata Lyodra dalam jumpa pers virtual, Kamis (15/7/2021).

1. Gandeng Musisi Top

Menggarap album LYODRA, penyanyi kelahiran Medan ini menggandeng beberapa musisi top Tanah Air. Mereka adalah Ade Govinda, Dhipa Barus, Laleilmanino, dan masih banyak lagi.
Begitu banyak hambatan yang berhasil dilalui Lyodra ketika menggarap album ini. Salah satu faktor yang menjadi kendala utamanya adalah pandemi Covid-19. Hal itu juga yang membuat Lyodra terhambat merilis albumnya tersebut.

"Penggarapan album ini senang terharu, dan kehambat juga dengan covid nggak bisa syuting atau lain hal, banyak kendala lah. Senang banget happy finally (dirilis). Selama menggarap album senang lah, aku juga bisa memberikan ide aku tanpa rasa canggung," kata Lyodra.

2. Galau Pilih Lagu Andalan

Lyodra mengatakan jika dirinya membutuhkan waktu kurang lebih 1 tahun hingga akhirnya bisa merampungkan album pertamanya itu.
"Kalo prosesnya hampir setahun, karena mundur-mundur terus kan. Karena harusnya kelar music video klip, pengundurannya total setahun. Harusnya 2020 akhir," terang Lyodra.

Dari delapan lagu yang terdapat di album LYODRA, penyanyi 18 tahun ini memilih satu single menjadi andalannya yakni Kalau Bosan. Yang menarik, untuk memilih lagu utama di album ini, Lyodra sempat galau sampai tiga hari.

"Aku galau juga lagu kita fokus ke mana nih, aku galau tiga hari. Kalau Bosan lagu marak-maraknya ghosting, mungkin lebih bucin. Banyak yang relate kehidupan percintaannya. Lagu ini sebelumnya tema ghosting. Aku jujur nggak pernah di-ghosting tapi aku yang meng-ghosting," tutup Lyodra.

sumber: kapanlagi
Single Terbaru Rossa Berjudul Wanita Dapat Sentuhan Mastering Engineer Lagu Taylor Swift
19 July 2021
Single Terbaru Rossa Berjudul 'Wanita' Dapat Sentuhan Mastering Engineer Lagu Taylor Swift
foto: Rossa (instagram)

itoday - Penyanyi kenamaan Rossa merilis single baru berjudul Wanita yang diciptakan oleh Rian D'Masiv. Bila biasanya bertema cinta, lagu kali ini mengambil ranah universal yakni sebagai penyemangat untuk para wanita.

Tak hanya itu, lagu ini disebut juga memberi inspirasi bagi para wanita yang sedang berjuang di berbagai bidang profesi. Rossa ingin memberi apresiasi pada sederet wanita tangguh tersebut.

"Para wanita saat ini lagi banyak dikasih tantangan. Ada yang jadi dokter, guru, perawat, ibu rumah tangga, pelajar, semuanya sedang berjuang di masa pandemi. Aku ingin mengambil waktu untuk memberikan apresiasi kepada wanita di sekitar kita, juga untuk diri kita sendiri," kata Rossa dalam jumpa pers via Zoom pada Jumat (16/7/2021).

1. Sentuhan Mastering Engineer Lagu Taylor Swift

Selain melibatkan musisi tanah air, single Wanita juga mendapat sentuhan penerima Grammy Awards yakni Randy Merrill. Sebagaimana diketahui, Randy merupakan senior mastering engineer yang telah membantu musisi dunia sebut saja Taylor Swift, Olivia Rodrigo, sampai Ariana Grande.

"Jadi waktu itu aku tanya sama Rian pengen mastering di mana? Karena aku mau sound kayak lagu Taylor Swift, terus kata Rian 'Ya di sana (Randy) aja'. Akhirnya dibantuin, dikirim ke US," kisah Rossa.

2. Syuting Klip Ditunda Karena PPKM
Single Wanita seharusnya memiliki video klip. Namun ketika akan melakukan pengambilan gambar, pemerintah memberlakukan PPKM di Jawa-Bali sehingga akhirnya rencana itu diubah. Bersamaan dengan perilisan single, dirilis pula video lirik berkonsep animasi.
"Pas kemarin mau bikin video klip tiba-tiba PPKM, aku harusnya terbang ke suatu tempat jadi nggak bisa. Akhirnya dibikin video lirik seminggu lalu," tutupnya.

sumber: kapanlagi