Facebook
Twitter
Instagram
Logo Header  Footer
021-4567890mail@mailcontoh.com
Logo Header  Footer

Terbaru

Andmesh Ungkap Rasanya Nyanyi di Istana Negara Gokil Sih
08 September 2021
Andmesh Ungkap Rasanya Nyanyi di Istana Negara: Gokil Sih
foto: Andmesh Kamaleng (instagram)


itoday - Andmesh Kamaleng menjadi satu-satunya penyanyi yang tampil secara langsung di Istana Negara pada upacara penurunan bendera Merah Putih, Selasa 17 Agutus 2021. Dia pun mengungkapkan kebahagiannya, lewat live Instagram @okezonecom pada Senin (6/9/2021).

Diketahui, pada upacara tahun ini semua hiburan dialihkan secara virtual. Menjadi satu-satunya yang hadir di Istana Negara tentu membuatnya sangat bangga mendapatkan kesempatan terbesar itu.

"Bersyukur banget sih. Kita tahu sendiri semua musisi di era tahun ini butuh kerjaan, butuh panggung, mikir gimana caranya agar terus survive. Makanya pas disuruh ke istana, gokil sih, enggak nyangka, kok bisa gitu. Enggak kepikiran bakal live sendiri, kan yang lainnya virtual ya. Makanya tetap fokus banget sih waktu itu berusaha menampilkan yang terbaik," ujar Andmesh.

Meski sering bernyanyi di atas panggung, Andmesh tetap saja mengalami rasa gugup. Dia mengibaratkan kegugupannya itu seperti saat duduk di bangku sekolah dan tiba-tiba disuruh maju untuk bernyanyi di depan kelas.

"Gugupnya tuh sama kayak waktu kita di sekolah, terus tiba-tiba disuruh maju buat nyanyi. Pas SMP, SD gitu," kata Andmes sembari tertawa.

"Awal pembukaan nyanyian itu pasti gugup, tapi kalau udah lancar di awal, kalo udah satu bait kelar, udah aman. Tapi kalo satu bait udah berantakan, wah udah deh," lanjutnya.

Diketahui, pada saat itu acara dibuka oleh penampilan Andmesh dengan single hitsnya yang berjudul "Nyaman". Dia mengatakan bahwa lagu tersebut dia persembahkan untuk Indonesia yang selalu membuat nyaman.

Selanjutnya, Andmesh membawakan lagu hits lainnya yang berjudul "Hanya Rindu" dan disambung dengan lagu "Cinta Luar Biasa" dan lagu "Bolelebo" sebagai penutup penampilannya. Bisa membawakan lagu dari tanah kelahirannya, Andmesh merasa begitu spesial.

Tak hanya Andmesh Kamaleng, sederet artis lain seperti Agatha Pricilla, Rizky Febian, Rini Wulandari, hingga Judika juga meramaikan upacara Penurunan Bendera. Selain itu, ada juga musisi yang memainkan alat musik daerah seperti James Adam dan Fivein, Indahkus dan paduan suara Gita Bahana Nusantara.

sumber: okezone.com
Meninggal Dunia 6 Potret Koes Hendratmo di Panggung Jadi Kenangan
07 September 2021
Meninggal Dunia, 6 Potret Koes Hendratmo di Panggung Jadi Kenangan
foto: Koes Hendratmo (instagram)


itoday - Presenter sekaligus penyanyi legendaris Indonesia Koes Hendratmo meninggal dunia. Sebelum meninggal, penyanyi senior ini terpantau cukup aktif manggung di berbagai acara. Berikut potret kenangan Koes Hendratmo di panggung yang tetap aktif saat usianya tak lagi muda.

Kabar duka ini dibenarkan oleh pihak keluarga Koes Hendratmo. Penyanyi sekaligus presenter Berpacu Dalam Melodi itu meninggal dunia pada Selasa (9/7/2021).

"Iya benar beliau berpulang siang tadi," kata menantu Koes Hendratmo, Petrus Briyanto Adi saat dikonfirmasi lewat WhatsApp, Senin (7/9/2021).

Dipantau dari laman Instagram-nya, Koes Hendratmo beberapa kali cukup aktif tampil di beragam acara untuk bernyanyi meski usianya tak lagi muda. Berikut potret kenangan Koes Hendratmo di panggung semasa hidupnya.

1. Koes Hendratmo telah malang melintang di dunia musik Indonesia selama 62 tahun lebih.

2. Meski tak lagi muda, Koes Hendratmo masih begitu aktif bernyanyi di beragam acara. Suaranya yang khas dinilai cocok mengisi acara-acara untuk bernostalgia.

3. Nama Koes Hendratmo tak lepas dari kepopulerannya sebagai presenter di acara musik Berpacu Dalam Melodi. Bahkan, tagline acara ini pun masih begitu identok dengan sosoknya. Terutama dasi kupu-kupu yang sering dipakainya.

4. Lahir di Yogyakarta, 9 Februari 1942. Koes Hendratmo dikenal sebagai salah satu presenter senior di dunia hiburan tanah air. Ia memulai kariernya sebagai artis pada akhir 1960-an.

5. Koes Hendratmo menelurkan karya pertamanya yang bertajuk Lambaian Bunga pada 1959. Setelahnya disusul dengan Sansaro (1968), Wanita Wanita (1970), Pop Batak Legendaris (2000), hingga My Love for You (2011).

6. Koes Hendratmo juga masih sering mengisi acara off air dan on air di radio. Salah astunya ketika merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia tahun 2020 lalu.

sumber: suara.com
The Queen of Soundtrack Melly Goeslaw Bakal Ajak  Nostalgia dan ReYUNIan Bareng Yuni Shara
06 September 2021
’The Queen of Soundtrack’ Melly Goeslaw Bakal Ajak Nostalgia dan ReYUNIan Bareng Yuni Shara
foto: Melly Goeslaw (dokpri)


itoday - The Queen of Soundtrack, itulah julukan dari seorang Melly Goeslaw. Karya-karyanya sepanjang berkarir di industri musik Tanah Air kebanyakan kerap dijadikan soundtrack film dan jadi candu bagi para penikmat musik. Istimewanya, wanita kelahiran Bandung, 7 Januari 1974 ini kebanyakan menulis dan memproduseri lagu-lagunya sendiri.

Wanita bernama lengkap Melliana Cessy Goeslaw ini mengusung musik genre pop, jazz dan slowrock dalam sejumlah karyanya. Lagu bertema percintaan dan kegalauan menjadi andalannya. Para penggemar sudah pasti hafal dengan sejumlah judul lagu hits miliknya, seperti Jika, Ada Apa Dengan Cinta, Ketika Cinta Bertasbih dan masih banyak lainnya.

Kali ini, Melly akan mengajak kita semua untuk nostalgia di panggung ReYUNIan sambil membawakan lagu-lagu hits-nya yang tak lekang oleh waktu. Menemani sang diva di panggung, Iryvan Band Jakarta akan turut mengiringi penampilan dari Melly.

1. Kebiasaan Buruk Melly Goeslaw Terbongkar
Tak sampai situ saja, sahabat ReYUNIan juga dapat menikmati keseruan kisah di balik kesuksesan Melly yang penuh lika-liku dalam merintis karir di blantika musik Indonesia. Bahkan, Yuni Shara dan Ojip Ismaputra nanti juga akan membongkar kebiasaan dan kejelekan Melly yang belum banyak diketahui orang.

Penampilan Melly di program ReYUNIan akan tayang malam ini, Minggu, (5/9) pukul 21.00 WIB. Sang host, Yuni Shara dan co-host Ojip Ismaputra akan memandu kalian sepanjang acara.
Ada yang kangen dengan lagu-lagu Melly Goeslaw? Pastikan kalian tak ketinggalan buat nonton sambil menghabiskan akhir pekanmu di rumah saja!

sumber: kapanlagi.com
Rayakan Ulang Tahun ke60 Iwan Fals Indosiar Hadirkan Konser Spesial
04 September 2021
Rayakan Ulang Tahun ke-60 Iwan Fals, Indosiar Hadirkan Konser Spesial
foto: Iwan Fals (kapanlagi)


itoday - 3 September 2021 menjadi tanggal paling spesial bagi musisi Iwan Fals. Bagaimana tidak, di tanggal tersebut pemilik nama Virgiawan Listanto itu genap berusia 60 tahun. Yang lebih spesial lagi, bertepatan dengan hari ulang tahunnya, suami dari Rosanna itu merilis album baru yang diberi nama Pun Aku.

Di hari yang sama, Indosiar juga menghadirkan konser bertajuk Konser Spesial Iwan Fals. Direktur Programming Surya Citra Media (SCM) Harsiwi Achmad mengatakan, sebetulnya Konser Spesial Iwan Fals sudah direncanakan sebelum pandemi Covid-19.

"Intinya memang kita sudah dari tahun lalu mau buat acara ulang tahun bang Iwan, tapi karena pandemi kita harus undur2. Yang trending sekarang itu Takdir Cinta Leslar, ini kita buat Takdir Cinta Ulang Tahun Iwan Fals, pas banget sama launching albumnya juga, akhirnya kita gelar," kata Harsiwi Achmad dalam jumpa pers virtual, Jumat (3/9/2021).

Harsiwi mengatakan, Iwan Fals termasuk penyanyi yang dekat dengan Indosiar maupun SCTV. Dari situ, Indosiar memberikan dukungan penuh untuk pelantun lagu Bongkar dengan menghadirkan konser spesial Iwan Fals.

"Hubungan dengan Emtek ini sudah lama banget, karena suatu hal kita jadi sangat dekat sekali. Kita support full. Pastinya intimate dan menarik," katanya

1. Kolaborasi Spesial dengan Ariel

Dalma konser tersebut, Iwan Fals memberikan penampilan terbaiknya. Yang spesial lagi, Iwan Fals juga berkolaborasi dengan vokalis Noah, yakni Ariel. Berkolaborasi dengan Ariel, Iwan Fals menyanyikan lagu Pesawat Tempur.
"Iya saya mau tampil juga. Cuman berdua sama om Iwan aja, nggak sama NOAH-nya kan. Jadi lagu yang dipilih sama om iwan aja," kata Ariel.

Diketahui, Iwan Fals baru saja merilis album terbarunya berjudul Pun Aku. Ini menjadi album ke-42 Iwan Fals selama berkarir di industri musik Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, pria yang akrab disapa Bang Iwan ini juga merilis salah satu single yang terdapat di album Pun Aku, yakni Selamat.

"Saya pengin juga punya lagu kayak gitu, karena setiap orang kan pasti berulang tahun. Peristiwa sakral kan, saya pengin punya juga. Pada dasarnya itu. Sebenernya lagu ini pernah saya nyanyiin spesial untuk keluarga dan orang-orang spesial. Lahir begitu aja, yang sempat khusus saya nyanyikan, lalu dipilih sama Cikal," kata Iwan Fals.

Selama menggarap album Pun Aku Iwan Fals menyerahkan semua kepada anak pertamanya, Annisa Cikal Rambu Basae atau yang akrab disapa Cikal. Pada album tersebut, Cikal dan Lafa dipercaya untuk menjadi produser musik.

"Dari proses penciptaan sampai mixing terakhir saya pasrah aja, produsernya Cikal dan Lafa. Nggak ada yang bisa saya tolak, direspons sama Musica, saya kangen banget ke radio-radio, ada kerinduan. Ya ini gue banget," tutup Iwan Fals.

sumber: kapanlagi.com
Dicap Sad Boy Mahen Mengaku Kisah Cintanya Tak Sesedih LaguLagunya
03 September 2021
Dicap Sad Boy, Mahen Mengaku Kisah Cintanya Tak Sesedih Lagu-Lagunya
foto: Petrus Mahendra (liputan6)


itoday - Nama Mahen kini sedang menjadi sorotan para pecinta musik di Tanah Air. Penyanyi muda satu ini menjadi viral lantaran video salah satu lagunya, "Pura-Pura Lupa", sudah ditonton hingga lebih dari 100 juta views di situs berbagi video.

Mengandalkan lagu-lagu bertema kisah cinta galau dengan suaranya yang lembut, Mahen pun langsung dicap sebagai seorang sad boy. Banyak pula yang meyakini lirik lagu-lagunya berasal dari kisah pribadinya.

Rupanya, pemilik nama Petrus Mahendra itu mengaku bahwa kisah dalam lirik lagu-lagunya jauh berbeda dari kehidupan pribadinya. Mahen juga mengaku kisah cintanya saat ini selalu diliputi oleh kebahagiaan.

Tak Masalah Dicap Sadboy

Biarpun begitu, Mahen tak keberatan memiliki cap seorang sad boy. Ia menganggap bahwa itu merupakan salah satu wujud rasa cinta para penggemar terhadap dirinya.

"Enggak sih (keberatan). Ketika mereka sudah melabeli aku seorang sad boy, menurutku mereka punya panggilan kesayangan. Oke, berarti enggak apa-apa. Jadinya seperti menunggu lagu barunya sesedih apalagi," ujar Mahen saat live Instagram bersama Liputan6.com kepada host Telni Rusmitantri, Kamis (2/9/2021).

Tak Seperti Lagu-Lagunya

Mahen lantas menegaskan bahwa kisah cintanya tak sesedih lirik lagu-lagu yang diciptakannya. Ia menyampaikan bahwa lirik yang ditulisnya sengaja dibuat sedemikian rupa hingga terkesan sedih.

"Aslinya, konteks percintaanku tidak seburuk yang kalian bayangkan sebenarnya. Itu cuma karena ada sedikit bumbu dalam membuat lagu yang aku kemas, terang Mahen.

"Sepertinya cocok diksi seperti ini untuk disuguhkan ke teman-teman yang mungkin merasa relate dengan kata-kata ini," lanjutnya.

Inspirasi Lagu

Perihal inspirasi lagu, Mahen menjelaskan bahwa ia menyerapnya dari perbincangan dengan orang-orang sekitar. Dalam hal penulisan, Mahen membuat lagu-lagunya berbekal dari materi pelajaran Bahasa Indonesia semasa sekolah.

"Aku pribadi suka ngobrol sama lingkungan sekitarku, menanyakan soal keresahan mereka itu apa," jelas Mahen.

"Aku juga flashback jadi ingat pelajaran Bahasa Indonesia, ada seperti a-b-a-b, seperti pantun. Jadi aku bikin lirik yang rimanya enak buat dinyanyiin. Dan pemilihan kata-katanya yang milenial banget," sambungnya.

Menghargai Kekasih

Soal kaitan lagu-lagunya dengan kisah asmaranya, Mahen tak memungkiri ada sedikit insprasi di dalamnya. Namun, ia lebih berfokus pada pesan untuk lebih menghargai kekasih.

"Percintaanku tak seburuk yang kalian bayangkan dengan lagu-lagu aku. Tetap senang juga. Makanya, aku nyiptain lagu 'LDR (Luka Dalam Rindu)' karena sekarang masa pandemi, PPKM. Ketika kita bertemu, kita menghargai waktu ketika kita berjauhan," ujar Mahen.

"Lagu LDR pun diciptakan mengambil sudut pandang berbeda, bukan soal berantem karena jarak. Tapi ketika bertemu, menghargai banget, karena jarak. Jadi enggak usah berantem saat bertemu," ia memungkasi.

Mahen kini telah merilis album perdananya yang diberi judul Sebuah Cerita. Selain "Pura-Pura Lupa" dan "LDR", album berisi 10 lagu ini juga memiliki lagu bertema sedih lain yang sudah pernah dirilis seperti "Putus Saja" dan "Cinta Selesai".

sumber: liputan6.com
8 Tahun Berkarier di Musik Maruli Tampubolon Rilis Album Perdana Berjudul Kisahku
02 September 2021
8 Tahun Berkarier di Musik, Maruli Tampubolon Rilis Album Perdana Berjudul Kisahku
foto: Maruli Tampubolon (dokpri)


itoday - Maruli Tampubolon memiliki jabatan tak main-main di pemerintahan sebagai Ketua Bidang Hukum dan Perundang-undangan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP). Meski begitu, Maruli tetap tak melupakan kariernya di dunia musik.

Sebagai bukti, Maruli Tampubolon baru saja merilis album perdananya berjudul Kisahku. Ada 17 lagu yang disuguhkan dalam album ini dengan lagu-lagu multi genre dengan style musik dan arransemen yang berbeda.

"Saya coba memberikan warna yang cukup variatif di industri musik. Genre cukup berbeda antara satu lagu dengan yang lainnya tapi di dalam perbedaaan tersebut yang kita temukan adalah musik anak bangsa mewarnai Industri Musik Indonesia," kata Maruli Tampubolon, seperti dalam rilis yang diterima Suara.com.

Album Kisahku merupakan rangkuman perjalanan kisah delapan tahun Maruli Tambulon menapaki karier di dunia musik. Rilisnya album ini pun menjadi kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi penyanyi yang juga aktor sekaligus pengacara ini.

"Saya berterimakasih sama Tuhan bahwa saya diberikan kesempatan untuk merilis album Kisahku. Tidak terasa sudah ada 17 lagu yang setidaknya ada suara saya di sana dan menjadi bagian dari penciptaan karya karya musik tersebut," tutur Maruli Tampubolon.

17 lagu di album Kiahku cukup variatif, baik dari segi musik maupun cerita lagu. Menurut Maruli, lagu-lagu yang ia ciptakan memang berdasarkan pengalaman pribadinya.

"Banyak sekali orang-orang yang membantu saya di balik pembuatan album ini. Saya suka untuk berkolaborasi untuk menghasilkan semangat baru dan energi positif yang satu frekuensi untuk membentuk suatu Kualitas keindahan Musik," ujar Maruli Tampubolon.

"Lagu-lagu di album Kisahku sangat variatif. Ada beberapa lagu yang dibuat dengan tema orkestrasi. Adapun lagu-lagu yang saya mix and match dengan nuansa pop, R&B, klasik dan lain sebagainya. Saya juga merasa kualitas vokal itu akan berkembang kalau kita mau mengasahnya dengan konsisten dan tentunya kematangan dan kedewasaan bernyanyi itu hanya bisa kita dapatkan dari pengalaman yang kita lalui," tutur putra dari pengacara kondang Juan Felix Tampubolon ini.

17 lagu yang ada di album Kisahku menceritakan tentang arti cinta, keluarga, dan persahabatan. Di lagu "Damang Dainang" misalnya. Lagu berbahasa Batak ini menceritakan tentang kerinduan anak terhadap sosok orangtua yang sudah tidak ada lagi.

Dalam perjalanan karier musiknya, Maruli Tampubolon pernah menggandeng Raisa untuk berkolaborasi di lagu "Butterfly". Lagu ini sebaga original soundtrack dari film yang ia perankan bersama Raisa berjudul Terjebak Nostalgia.

"Ya, itu salah satu lagu terbaik liriknya saya tulis sendiri dan musiknya saya kerjakan dengan sahabat baik saya Aldi Nada Permana. That song is beautiful indeed," ucap lelaki 34 tahun ini.

Single jagoan untuk album Kisahku ini berjudul "Lelah Memikirkanmu", "In Your Presence", "Tak Seperti Dulu", "Maafkanlah", "Damang Dainang" dan lainnya.

sumber: suara.com

Terpopuler